12.20.2015

Belum Jadi

Pemikiran itu hampir membuahkan hasil. Hasil yang sebenarnya memang direncanakan jauh-jauh hari, namun Para Penjaga menyatakannya belum. Belum pantas lagi untuk bertanggung jawab atas kejadian-kejadian yang akan menghabiskan tinta pena. Sebenarnya Sembilan yang dulu cukup mampu menjadi peta sebagai pedoman, mmm… walaupun kurang. Setidaknya tepat di hari itu, banyak scene seru yang sudah dibayangkan akan memenuhi memori baru yang besar ini, namun batal. Dia tersenyum, di sini juga. Sejenak melambat, berpikir semuanya tidak selalu berurutan seperti apa yang sudah direncanakan. Akan ada saat kembali menyatu dengan Sembilan melewati jalur jauh agar semuanya siap pada hitungan ke sekiannya, mungkin Satu, Dua atau lainnya. Dalam hati mengaminkan.


Ada hal lain, sesuatu yang sesak merambat. Ulu hati yang dicarinya. Dulu Orang Kuning bertanya, kenapa masih basah padahal hanya empat kali Tiga Puluh? Sebetulnya, ya. Sampai ketika seorang teman berucap langsung ke dasar yang paling dasar, realistis sajalah, tandanya itu bukan kepunyaanmu lagi, karena yang berkorban hanya ada dalam cerita novel dan sinetron. Dalam hati tertawa, menertawakan rasa merah padam. Disimpan sampai ke dalam, disalurkan ke gerakan jemari di atas papan ketik. Senyuuum...

11.29.2015

Kutipan Cinta

Apa yang teringat dari kenangan-kenangan yang terekam oleh kita? Nama tempat? Nama permaian? Nama teman? Atau kejadian? Ada hal-hal yang mungkin lambat laun bisa terlupa, tapi tidak dengan rasa. Rasa senang, rasa sedih, yang akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang perjalanan kita.

Dan semakin kita dewasa, kita akan menyadari bahwa di antara kenangan-kenangan tersebut ada satu rasa yang paling besar yaitu CINTA. Karena ketika satu per satu cerita berhenti dan menjadi kenangan, cinta terus bergerak seiring harapan yang menyertai dia.

Cinta yang tak terlihat oleh mata, tak teraba oleh tangan, tapi dia ada bahkan sejak kita belum bisa mengucapkannya. Cinta yang sejati, cinta yang kita kira sudah pergi ternyata cuma sembunyi menunggu untuk kembali lagi.

(Film omnibus Indonesia: LOVE - 2008)

11.25.2015

Tidak Stabil

Sempat bingung kenapa akhir-akhir ini merasa tidak stabil. Ketidakstabilan ini terjadi dalam beberapa hitungan bulan. Ketika tidak ada orang yang bisa mendengar dan mengerti seperti apa ketidakstabilan ini, akhirnya kepentok sendiri dengan dinding tinggi yang namanya bahagia. Tiba-tiba sadar sendiri, udah melupakan tiket buat masuk ke dalam pintu bahagia yang semesta udah kasi. Tiketnya cuma satu, catatan kebaikan yang pernah dilakukan selama perjalanan ini. What have you done? Apa ada kebaikan yang udah diciptakan? Seberapa banyak kesalahan yang udah bikin orang lain sakit? Banyak. Lalu hati kecil bilang kalau belum terlambat untuk menjadi baik lagi. Sebenarnya catatan yang lama masih bisa dibuka lagi tapi sampulnya udah beda, jadi sekarang mau belajar lagi untuk menjadi baik. Do good and good will come to you. Kalimat itu seolah-olah membangkitkan syaraf-syaraf di otak yang udah lama ga berfungsi dengan baik. Kalau udah baik, hal-hal baik pasti datang kembali, seperti kalimat what goes around comes back around. Kalau udah datang yang baik-baik, kebahagiaan akan tercipta, ketidakstabilan akan lenyap dengan sendirinya. Semesta bantuin ya…

Oh, satu lagi, bahagia melihat orang yang disayang menjadi bahagia dengan pilihannya adalah satu hal yang bisa dimasukkan ke dalam cara menjadi baik. Kamu, tetaplah menjadi baik, teruslah berikan contoh itu. Senyuuum…

11.24.2015

Nasihat dari Buku

Saya sih bukan tipe orang yang kutu buku, tapi saya bisa bilang kalau salah satu hobi saya adalah membaca, apa saja. Kali ini mau nyeritain pengalaman batin yang luar biasa ketika selesai baca novel. Bagi yang gila baca, pasti tau sama judul novel Sabtu Bersama Bapak. Iya! Buku hebat itu sejatinya bikin saya sadar dengan apa yang udah saya rencanakan dalam hidup saya selama ini, apa berjalan dengan perkiraan sebelumnya, atau bahkan tidak punya progres apa-apa. Postingan ini bukan berupa review buku atau sejenisnya, tapi postingan ini mau nyeritain kesan setelah baca buku itu. I'm out of words nih sebenarnya, bukunya bener-bener bagus, penuh pesan dan nasehat. Buat laki-laki, buku ini penting banget karena mungkin bisa jadi rujukan saat menjadi seorang bapak nanti. Buat perempuan juga bisa, parenting guide lah nama kerennya. Pengen salin semua nasehat dari buku itu di sini tapi capek dong, hahaha. 

...kewajiban suami adalah siap lahir dan batin. Ketika Bapak menikah tanpa persiapan lahir yang matang, itu artinya batin Bapak juga belum matang. Belum siap mentalnya. Karena Bapak gak cukup dewasa untuk mikir apa arti dari 'siap melindungi'...
Percakapan itu terjadi ketika sang Bapak memberi nasehat lewat video kepada kedua putranya, Satya dan Cakra, yang beda tiga tahun. Saya mulai serius baca lanjutannya, maklum butuh refrensi juga kan buat nantinya, hihihi. 

...bukan berarti seseorang harus kaya dulu sebelum nikah, tapi kalian harus punya rencana, punya persiapan. Menikah itu banyak tanggung jawabnya. Rencanakan. Rencanakan untuk kalian. Rencanakan untuk anak-anak kalian... 
"Nah, bener!" saya bilang dalam hati. Emang bener dan saya sangat setuju dengan kalimat si Bapak. Semua hal yang direncanakan dengan matang akan memberikan hasil akhir yang sangat baik. Let's talk about it, menikah ga hanya saling cinta dan mau, tapi makan butuh uang, ga bisa makan pakai pasir. Berani banget namanya mau menikahi seseorang tanpa persiapan finansial yang stabil. Mau dikasi makan apa anak orang? Tanggung jawab seseorang itu akan pindah sepenuhnya kepada kita sebagai kepala keluarga. 

Itu baru nasehat tentang pernikahan. Masih banyak lagi pesan-pesan penting yang ada di buku Sabtu Bersama Bapak ini seperti bagaimana mendidik anak dari kecil, remaja, sampai dewasa. Novel ini salah satu dari beberapa buku yang saya habiskan kurang dari 12 jam, dan sangat berkesan sampai sekarang. Selain buku tersebut, novel Totto Chan juga berhasil membuka mata hati dan pikiran saya tentang bagaimana mendidik anak secara baik. Tau novel Totto Chan yang sangat terkenal itu, kan?! Nah Totto Chan itu memberikan efek yang sama seperti saya membaca Sabtu Bersama Bapak. Jenius pengarangnya ya! 

Ada rekomendasi buku-buku bagus kayak dua yang saya sebutkan di atas?

10.20.2015

A Create - Festival Kreatif Padang Pecaaah!

Saya rasa ga perlu basa-basi lagi untuk ngasi kabar kalau festival kreatif yang diadain sama GoAheadPeople, Minggu 18 Oktober 2015 di Lanud Tabing kemarin, pecaaaaahh! Pecah di sini artinya rameee! Lebih dari 7000 orang lho yang datang. MC-nya bilang kalau festival ini pertama kali diadakan di pulau Sumatera. Wow! Kalau temen-temen sempat datang pasti setuju dengan pendapat saya. Acara yang openning-nya dibuka pada pukul 10:00 WIB ini dibikin meriah sama panitianya. 

Tempat masuk
Tempat keluar
Tempat pertama yang mesti dikunjungi adalah tempat registrasi di mana kita bakal dikasi bukti regis dan stiker love untuk ditempel di ruang voting. Kayak yang udah saya ceritain di postingan sini, festival ini adalah festival yang mengkolaborasikan seniman dan komunitas kota Padang dan sekitarnya dalam menyalurkan inspirasi pada khalayak ramai. Di antaranya: ada workshop fotografi oleh Anton Ismael (dari Kelas Pagi), workshop dari creative entrepreneur oleh Arifin Windarman (dari UNKL347), Art Visual workshop oleh Ade Darmawan (Ruang Rupa). Ada live graffiti dari seniman-seniman berbakat. Seru dan menyenangkan!

Workshop diadakan di dalam rumah unik itu
Workshop fotografi oleh Anton Ismael (Kelas Pagi)
(photo by: GoAheadPeople)
Mas Anton Ismael bilang "karya kreatif memerlukan ruang distribusi untuk akhirnya diakui dan mendapat apresiasi dari publik. Turut gembira dan mendukung komitmen Sampoerna A, yang melalui A Create Padang ini memberikan ruang bagi komunitas-komunitas seni di Padang untuk menampilkan karyanya dan mendapat apresiasi atas talenta mereka"

Creative Entrepreneur oleh Arifin Windarman (UNKL347)
(photo by: GoAheadPeople)
Mas Arifin Windarman yang murah senyum itu berpendapat "melalui workshop ini kami ingin mengangkat semangat dan motivasi talenta-talenta kreatif untuk berani membukan cara pandang mereka dengan keluar dari kotak berpikir yang biasa orang lain lakukan. Mengajak mereka untuk berani mengangkat keunikan konten lokal dan dikolaborasikan dengan konsep global, sehingga karya mereka bisa sampai ke publik yang lebih luas lagi" 

Art Visual workshop oleh Ade Darmawan (Ruang Rupa)
(photo by: GoAheadPeople)
Mas Ade Darmawan juga nambahin "Di A Create Padang ini para insan kreatif mempunyai kesempatan untuk membangun jaringan dan membuka selebar-lebarnya peluang untuk mengasah kreativitas dalam kompetisi sehat, yang nantinya bisa menghasilkan perkembangan yang lebih baik. Harapannya sih supaya acara seperti ini berkelanjutan dan rutin diadakan, supaya tidak punah peradaban kreatifnya."

Suasana workshop di dalam Go A Head House
(photo by: GoAheadPeople)
live graffiti(photo by: GoAheadPeople)
Live graffiti (2)(photo by: GoAheadPeople)
Rasanya kurang kalau sehabis workshop tapi ga makan dan minum isi perut buat tenaga. Tersedia tempat jualan yang semua pedagangnya insan kreatif. Cafe-cafe yang lagi naik daun juga turut hadir di event ini. Suasana meja dan kursi makan dibikin kayak gini supaya bisa liat ke arah panggung utama. 

Area makan-minum
Panggung utamanya gede banget, lighting-nya keren. Medan magnet dari panggung utama ini sungguh besar. Setiap MC-nya teriak panggil nama band penghibur, semua pengunjung otomatis langsung mengambil tempat ke tengah. Saya sempat bertemu dengan teman-teman kampus dan teman-teman blogger Palanta. "Aku pengen liat The S.I.G.I.T" kata @farandyryan. "Titi nungguin Maliq & d'Essentials, tapi jam berapa sih? masih lama ya?" kata si @piuw_ waktu ketemu di sisi kiri panggung utama. Kalau saya juga sih nungguin Maliq, tapi pas MC teriak manggil nama band White Shoes and The Couple's Company, saya juga ikut ke tengah sih, mau ikutan nyanyi Windu-Defrina. Hahahaha... This band can bring me back to 80's lhoo... enak! 

Spot panggung utama dari parkiran
Main Stage keliatan kokoh dari kejauhan
Panggung utama ketika senja
On the stage: White Shoes & The Couple's Company

Boy, Hafiz, Rio
Lokasi Lanud Tabing menurut saya sangat pas dijadikan tempat festival kreatif ini. Selain panggung utama yang besar, di tengahnya ada booth-booth yang diisi sama komunitas yang ada di kota Padang dan sekitarnya, ada Padang Gambar yang unjuk gigi dengan sketsa-sketsa yang keren banget. Ada Rumah Ada Seni juga, ada Minangkabau Photography, ada Ayo Dengar Radio, dan ada Visual Art dan Cinematography. Semuanya bikin pengetahuan kita nambah tentang seni kreatif terutama seni yang ada di daerah kita Minangkabau ini. Saya menikmati banget kalau ke booth Minangkabau Photography, di sana banyak dipajang foto yang luar biasa indah, tiga kali saya ke sana karena masih belum puas. Hihihi.

Komunitas #AyoDengarRadio
(photo by: GoAheadPeople)
Komunitas Minangkabau Photography
Komunitas Padang Gambar
Rio in the booth
Komunitas Padang Gambar sedang unjuk gigi
Booth Rumah Ada Seni di kala magrib
Sampai malam saya di sana, mau liat penampilan dari Maliq & d'Essentials. Lagu-lagu yang saya pengen denger live cuma beberapa, ga semua lagu mereka yang saya hapal, hahaha. But I enjoyed their performance very much. Lagu Himalaya yang pake piano doang bikin penonton jadi menikmati banget sambil diterpa angin malam yang sepoi-sepoi.

Penunjuk arah (1)


Penunjuk arah (2)
Second stage yang atasnya ada cafe 

Kaos kocak dari Tangkelek
Lesehan kalau capek dengerin artis nyanyi, haha
Pulang dari sini rasanya terbayarkan dengan keseruan yang ga ada habisnya dihibur sama komunitas-komunitas, artis-artis, dan tempat makan yang enak-enak. Semoga tahun depan diadain lagi di Padang. A Create Padang ini bukti bahwa seniman dan entrepreneur di kota Padang dan sekitarnya bisa selevel dengan seniman yang ada di pulau Jawa sana. Hasil karya mereka ga cupu, sebaliknya hasil karya mereka berkualitas bagus, bisa banget bersaingan secara sehat dengan seniman-seniman di seluruh Indonesia. Pengunjung juga terbuka matanya kalau merk lokal bagus-bagus dan ga ketinggalan dari yang udah ternama. Terima kasih Go A Head People! Maju terus komunitas dan seniman kota Padang dan sekitarnya. 

10.14.2015

[Coming Soon] A Create - Festival Kreatif di Padang

Temen-temen saya kadang suka nyeletuk kalau misalnya akhir pekan ga kemana-mana dan butuh hiburan yang beda. "Padang menurutku kurang hiburan gaul deh. Eeeeaaa" sebut saja Bunga, salah satu temen saya yang butuh hiburan banget. Dia mungkin baca ini :)) Saya tertarik sama iklan billboard gede di dalam komplek GOR H. Agus Salim. Tulisannya gede banget jadi dari jauh udah menarik mata dan rasa penasaran.

Billboard gede di GOR H. Agus Salim

Pas dicari tau ternyata acara A Create ini adalah festival kreatif yang diadain sama Go Ahead People. Dari iklan billboard dan informan terpecaya, event A Create yang diadain di Lanud Tabing Padang tanggal 18 Oktober 2015 ini dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan kolaboratif antarkomunitas kreatif yang ada di kota Padang dan sekitarnya, seperti Padang Gambar, Minangkabau Photography, komunitas visual art dan cinematography dari ISI dan Universitas Negeri Padang. Akan ada creative coaching clinic atau workshop dari sederetan kurator terkenal: Anton Ismael dari Kelas Pagi, Oom Leo dari Ruang Rupa, dan Arfin Windarman dari UNKL347. Pertunjukan musik sudah pasti ada. Karena kebetulan saya suka sama lagu-lagu dari Maliq & d'Essentials, jadi pengen banget datang dan siapa tau bisa ketemu langsung dan duet nyanyiin lagu Dia. Hahaha. #ngayalbabu. Kalau suka sama band The S.I.G.I.T juga pasti mau datang ke acara seru ini. Jadi kalau ditarik kesimpulannya, A Create ini beda dari event-event biasa, karena konsepnya beda dan unik, keliatan dari judul taglinenya "Change The Ordinary", menggabungkan beragam komunitas yang ada di kota Padang dan sekitar. Apresiasi terhadap komunitas dan para pelaku seni kreatif menjadi pusat perhatian dari acara ini. So this is truly new concept of creative festival!.

18 Oktober di Lanud Tabing Padang

Saya kasi tau ke temen tentang acara ini, langsung deh dia semangat dan udah mulai mikirin mau pake baju apa ke sana, mau gandeng siapa, dan siap-siap isi kuota internet untuk live-tweet atau upload foto ke Instagramnya. Hahahaha. Saya penasaran juga nih acara yang begini. Segimana antusiasnya ya masyarakat kota Padang dan sekitarnya menyaksikan acara besar yang bisa jadi ajang berkumpul, menyalurkan inspirasi, dan bertukar pikiran tentang ide-ide kreatif di sana nanti. Temen-temen Padang yang baca postingan ini mesti ketemuan di sana mulai jam 10 pagi, kopdar kitaaa... tapi buat yang berumur 18+ ya, dan gratis! 

10.04.2015

Noor Damanik

16 Oktober 2013 17:16
Noor Damanik bisa bertahan walau salah satunya udah ke mana-mana dan jarang pulang. Semua itu bertahan karena keduanya sama-sama pegang prinsip saling menjaga perasaan dan kepercayaan. Keduanya masih pengen bahagia bareng-bareng. Keduanya ga pengen salah satu dari mereka ada yang sedih. Ketika keduanya bertemu itu semua karena rindu yang udah penuh ditahan berlama-lama. They're sweet.

13 Februari 2014 16:06
Sore-sore Noor Damanik tetap satu dalam jarak yang jaaaaauh sekali di tengah kemacetan (ND, Tak Peduli)

06 Maret 2014 20:38
Noor Damanik bersedia menunggu, tapi bukan untuk menjadi licin dan berlumut saat hujan tak sempat beritahu kapan ia akan turun. Sudah pernah ke Orchad dan selalu penuh kejutan. 

24 Maret 2014 18:18
Noor Damanik pun bisa tak sabar dan menghampiri kerinduannya. Banyak yang bisa diambil pelajaran dari Noor Damanik. Menghargai dan saling membutuhkan adalah contoh dari sekian sifat emas yang dimilik Noor Damanik. Kepercayaan? Mungkin sudah menjadi sifat yang sudah menyatu. 

04 April 2014 11:09
Noor Damanik belum terlihat gelisah menatap ruang besar kosong, Noor Damanik hanya yakin ketika beberapa hari kemudian ruangan itu akan berubah menjadi jembatan penghubung antara sisi kiri dan sisi kanan. Noor Damanik punya tabungan banyak dan sisa cuti yang bisa dihitung dengan jari. (ND, April)

20 April 2014 22:33
Noor Damanik kembali untuk menikmati kemacetan. Kembali punya memori yang bisa dijadikan bahan bacaan pengantar tidur. Berbaju biru muda dengan senyuman yang khas walaupun satunya berada di belakang, tapi hatinya bersatu. Banyak yang menantikan kelanjutannya. (ND, Minggu Ke-Tiga di bulan April 2014)

28 April 2014 20:01
Noor Damanik menyukai seni lukis seperti teman makan yang berada di depannya. Berkumpul membuat perbincangan baru lalu menghadiahi kebersamaan dengan senyuman. Indah sekali malam ini. (ND, Bersatu dengan Akhir Bulan)

22 Juni 2014 22:40
Noor Damanik melakukan perjalanan ke dua tempat yang berbeda dengan teman-teman yang tak sama. Berfoto dengan bantuan seseorang supaya terlihat keharmonisan dia dengan tempat yang dikunjungi. Berjanji menjaga alam dan berjuang agar langit tetap biru. Bungkam ketika berhadapan dengan laut seolah-olah yang dia bisa lakukan hanya memperhatikan riak-riak air yang bergantian menghilang. 

19 Agustus 2014 10:54
Noor Damanik mencari pasir putih di Phi Phi Island dan bersantai sejenak di Phuket. Mencari matahari yang keliatannya sama dengan kota emas. Bercanda tawa tanpa takut kulit terbakar. Bukan berapa biaya namun berapa detik kebahagiaan yang diciptakan dan memori tanpa batas seakan mendukung kegiatan itu. Sekarang Noor Damanik tengah senyum memandangi hasil lukisan alam dalam bentuk digital. (ND, Phuket, Agustus 2014, Beda Jeda)

18 September 2014 04:35
Noor Damanik kelihatan supersibuk beberapa bulan belakangan ini. Kisah Noor Damanik memang tidak se-jetset kisah Novelinus yang baru dihadiahi cake antimual dan sepaket tiket perjalanan, namun Noor Damanik memperlihatkan kedewasaan yang dinamis. (ND, Cake Antimual dari Novelinus)

24 Oktober 2014 08:46
Tidakkah mereka semua merasa iri ketika Noor Damanik puya episode baru di tanah Singapura? Lama tidak menulis pelangi sehingga berprasangka sedang mencari asa, ternyata episode baru berjalan dengan manis sesuai rencana. Noor Damanik punya tiga sampai empat hari menata pekarangan belakangnya untuk dinikmati bersama saat matahari kembali sembunyi nanti. (ND, Akhir Oktober, Tanah Singapura)

18 November 2014 07:42
Tidak tahu persis apakah Noor Damanik mampu merapikan kertas remuk itu. Untaian kata dengan sisipan gambar anjing kecil berwarna cokelat namun berwajah sedih itu menandakan kalau kondisinya sedang campur aduk. Sudah dihapus, tenanglah. (ND, November Rain, 2014)

18 Februari 2015 08:18
Noor Damanik tidak lagi terkait dengan album dan jembatan penghubung yang dulu pernah dibangun ketika weekend berjumlah sama, dan foto hewan yang jadi teman setia manusia itu memberi tanda bahwa semuanya bercerita manis namun terakhir hitam. Noor Damanik sabar dan keinginannya pergi ke satu tempat yang sama sekali baru akan menjadi bukti baginya. (ND, Februari 2015, Akhir)

08 Mei 2015 04:14
Tidak punya gambaran apapun lagi mengenai lukisannya. Noor Damanik seperti kehabisan sumber energi untuk bangun dari remukan-remukan yang diberikan memori baru untuknya. Bahkan sekarang berada di mana saja tapi ia tidak bisa mendeteksi lokasi. Noor Damanik kemudian bertanya, sebab apa yang paling membuatnya bahagia selain dirindukan di tengah tumpukan kerjaan yang menggunung kemudian mendapat sapaan "hai, saya di sini. Kamu ok di sana?", ya, itu termasuk. (ND, Mei 2015, terakhir)

09 September 2015 22:00
Mungkin pernah, tapi Noor Damanik sudah punya kanvas yang berbeda. Setiap pulang tak akan pernah lagi berbagi pemandangan yang sama walaupun dalam satu langit. Minum smoothies tiga lapisan kemudian jingkrak-jingkrak dalam ruang bercahaya remang. Noor Damanik pernah melakukannya bersama, sampai akhirnya dipangkas untuk bisa berjalan tak beriringan. Bisa, Noor Damaik bisa. (ND, Tak Sekanvas, Sept 2015)

Tamat.

Tokoh ini saya ciptakan sejak dua tahun lalu di akun Path saya, tiap bulan selalu ada sepenggal kisah yang saya tampilkan di sana, namun semua pasti ada akhirnya termasuk kisah tokoh ini. Postingan blog ini bentuk rekapan supaya enak dibaca kapanpun di manapun secara keseluruhan. Senyuuum...

9.25.2015

Onomatophobia

Kata Onomatophobia baru aja saya dapatkan ketika saya iseng googling tentang ketakutan seseorang terhadap sebuah nama atau kata. Berdasarkan definisi beberapa situs arti kata, onomatophobia berasal dari kata name, nama, jadi begitulah istilah tersebut diciptakan. Ada tujuannya kenapa saya mencari istilah tersebut. Beberapa tahun belakangan ini saya merasa tidak nyaman sekali dengan kata jauh. Lawan kata dari dekat itu sudah hinggap di dalam benak ini dan sangat tidak menyenangkan sekali ketika orang-orang dekat saya mengeluh dengan kalimat yang mengandung kata itu. Aneh, memang.
Kata jauh sebenarnya wajar aja digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak mendekati keinginan. "Aduh, rumahnya jauh sekali ya, mana lagi hujan", saya menilai orang yang mengeluh dengan kalimat seperti itu adalah orang yang kebanyakan mager alias males gerak. Kalau ga mau kena hujan, ga usah keluar rumah. Kalau ga mau rumahnya jauh, pindahlah ke tempat yang lebih dekat. Begitu kan?! Wah, saya jadi seperti marah ini. Padahal intinya kita ga boleh ngeluh. And yes, kata jauh biasanya selalu ada dalam kalimat-kalimat keluhan. Ayolah, hidup sudah susah jangan sampai ngeluh diperbanyak. Gini, saya kasi contoh dengan kalimat "Ah males, kamunya jauh di sana", kenapa mengeluh dengan seseorang yang berbeda tempat tinggal dengan kita? Jika mau melakukan sesuatu bersama pasti ada usaha, jadi perbanyaklah usaha daripada mengeluh. Kalau udah capek berusaha, ya udah istirahat dan tinggal berdoa aja. Kalau udah ga mau usaha, ya udah mati aja lah. Jangan ngeluh ya. Jangan ngomong jauh sama saya. Kalau ketemu saya jitak nanti. 

8.08.2015

8.03.2015

Karuma

Ada yang sekali dan yang lebih dari itu. Ada yang tidak menyadari dan yang ciut nyali. Ada yang hanya mendengarnya dari orang lain dan yang sehebat merasakannya langsung. Berputar di lingkaran itu, membesar dan membesar. Heran, kenapa tidak pernah berhenti sesekali untuk memutus rantai. Baikpun pernah masuk dalam lingkaran, tidak ada ampun jika belum kosong. Tak tersedia penawar karena hanya bisa menunggu untuk disadarkan. Tidak bisa dibenci karena ini penghilang perih bagi yang di sisi lain. Ketika merasa ini harusnya tidak terjadi, mungkin saat itulah semuanya akan kembali membaik.

Pernah terlintas dalam benak: siapa yang memulainya pertama kali?

7.28.2015

Kopdar dan Piknik Blogger Palanta


Percaya atau tidak, dulu saya adalah orang yang suka menyendiri, temennya dikit, lebih seneng berada di tempat yang sepi kayak pustaka atau di kamar sendiri. Pergi ke tempat rame cuma kalau temen deket yang ngajakin, kalau ga diajakin ya diem aja sendiri baca buku dan nonton TV. Tapi semua berubah saat negara api menyerang. Saya percaya semua orang pasti pernah mengalami proses perubahan yang signifikan dalam hidupnya terkait dengan habluminannas atau hubungan antarsesama manusia. Perubahan besar dalam diri saya adalah saat pertama kali kopdar (kopi darat) dengan dua orang pengguna Twitter area Padang. Waktu itu Twitter baru booming 2009/2010. @udarian dan @superyon lah yang jadi teman pertama di luar circle pertemanan saya yang saat itu cuma teman rumah dan kampus. Kopdar pertama dengan mereka berdua membawa saya kenal dengan Palanta, komunitas blogger Sumatera Barat. Sampai sekarang insyaallah masih temenan, sejak masih mahasiswa sampai sekarang udah pada kerja. 

Kopdar pertama dengan mereka berdua (2009), pantai Padang
Kopdar bertiga lagi di Ngalau Payakumbuh (2014)

Waktu awal punya blog 2008, saya memang niat untuk nambah temen di mana-mana, se-Indonesia. Apalagi sejak gabung di Palanta, temen ngeblog itu nambah terus-terusan, jadi banyak temen dengan umur yang bervariasi, latar belakang yang juga beda-beda, tapi kalau udah ngumpul pasti nyampur jadi satu dan hangat. Teman-teman bisa liat cerita-cerita saya sebelumnya di label Palanta yang ada di blog ini.

Cerita yang paling up to date tentang kopdar saya dengan blogger Palanta di mulai dari awal tahun 2015, perayaan ulang tahun ke-7 komunitas kesayangan ini secara kecil-kecilan di salah satu fastfood di jalan Juanda Padang.

Ultah kecil-kecilan ke-7 Palanta

Beberapa bulan ga ketemuan karena kesibukan masing-masing, akhirnya saya bisa kumpul lagi dengan temen-temen Palanta di bulan Mei, walaupun cuma saya dan tiga temen lain. Waktu itu Palanta diundang eksklusif untuk 2nd Anniversary Blue Bird Taxi Padang. Seneng banget waktu tau kalau cuma dua komunitas dari sekian puluh yang ada di Padang yang diajak sama taksi Blue Bird Padang, salah satunya blogger Palanta. Yeah!

Bersama mbak Wulan (baju biru), marketingnya Blue Bird Group.
Ballroom hotel Mercure Padang, 2nd Anniv taksi Blue Bird Padang
Aul, Fhia, mbak Wulan, Lala, dan saya

Sebulan kemudian waktu belum masuk bulan Ramadhan, salah satu anggota Palanta yang bernama Ami pulang sebentar dari Jakarta dan ngajak kopdar di cafe Kopmil Omping Tamsis. Ngumpul sama mereka ga akan ngebosenin, serius. Soalnya obrolannnya ga abis-abis. Berbagai latar belakang sepertinya yang bikin ide obrolan kami tiada habisnya. Abis topik dari satu orang, pasti ada lagi topik lain yang disodorkan untuk dibahas. Tipikal ngobrol di cafe biasanya berjam-jam. 

Kopdar diajakin Ami (jilbab merah)
Ami yang jilbab merah depan

Setelah masuk Ramadhan 1436 H, tradisi buka bersama blogger Palanta ga pernah absen, saya kebetulan ikut tahun ini. Kejadian lucu soal nyari tempat buat bukber tahun ini bikin saya ketawa. Bayangin 10 orang yang ikut, gagal paham semua gara-gara lokasi dan nama tempatnya beda-beda, dan saya jadi salah satu penyebab mengapa itu semua bisa terjadi, hahaha. 

Buka bersama blogger Palanta 2015
Foto di ikan bakar jalan Khatib Padang 

Lebaran usai, ide piknik di taman (yang awalnya pengen banget dijadiin di awal tahun ini) akhirnya terlaksana dengan sukses. Palanta untuk pertama kalinya di tahun ini bikin acara #palantapiknik di taman Raden Saleh Padang. Udah lama banget saya pengen duduk-duduk di taman yang teduh, sambil ngobrol dan makan-makan. Asyik bukan main waktu makan nasi dengan lauk yang dimasak Fhia, sayur yang ditumis Lala, puding coklat yang dibikin Titi, gado-gado dari Awin dan nasi bawa sendiri-sendiri dari rumah. Semua senang semua kenyang. Cuaca dan angin yang sejuk di taman bisa bikin pikiran jadi rileks lho, cobain deh. Terakhir, sebelum pulang dari piknik, ide buat ngopi-ngopi sebentar tercetus dan akhirnya touchdown di Rimbun Espresso & Brew Bar Padang.

Sebelum makan
Setelah makan, semuanya bahagia/
Sebelum pindah tempat
Sampai di kedai kopi gaul :))
Peraturan wajib tiap kopdar: hape ditumpuk di tengah-tengah meja
Lagi dengerin Titi bicara di depan mereka
Titi (jilbab ungu) lagi nyeritain sesuatu
 Salam kompak selalu, guys

7.18.2015

First Night of Eid - Quick Report

Semuanya pasti setuju kalau Lebaran adalah momen terbaik untuk makan makanan khas hari raya, seperti ketupat atau lontong, rendang, opor ayam, dsb, dengan sepuas hati-sekenyang perut. Saya juga begitu, hahaha. So, what did you eat yesterday? You happy? :D

Anyway, kota Padang terasa sepi tahun ini. Entah saya yang kurang "mengepakkan sayap" berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, atau emang lagi sepi-sepinya. Biasanya makin sepi karena setelah sholat Ied kebanyakan keluarga Minang melakukan ritual mengunjungi orang yang lebih tua, di mana rumah orang yang dikunjungi terletak di luar kota Padang, seperti di Bukittinggi, Batusangkar, Padang Panjang, Payakumbuh, dll. Jadi sepilah kota Padang karena ditinggal mudik ke daerah-daerah sekitar Sumbar. 

Postingan ini sebenarnya ngetes doang apa saya masih sanggup nulis blog yang udah lama mati suri. And I start to think about writing on this page again, and have no idea what to post. So last night I decided to drive car, looking around the city, how the city looks like at the first night of Eid. And the result is... ZONK! People are gone (oh it's too much), but seriously I didn't meet some when I turned onto A. Yani street. Pizza Hut, Coffee Toffee, sate or bakso are close. Biasanya jalan A. Yani di Padang ini rame, distro dan cafe tempat nongkrong pada tutup. Here's the list, tempat-tempat yang buka di malam pertama Idul Fitri di kota Padang: 
  1. KFC A. Yani
  2. KFC Veteran
  3. KFC Khatib Sulaiman
  4. McD A. Yani
  5. Lele Lela Veteran
  6. Lele Lela Gn. Pangilun
  7. Swalayan Yo Way, Gn. Pangilun
  8. beberapa konter pulsa
  9. Gramedia 
  10. ATM :))
Conclusion: do not worry if you get bored with Lebaran food, you can just stop by to the junk food such as KFC and McD, but you will spend your time min. 40 minutes coz of the long queue. I believe they, who buy junk food at the first night of Eid, are the people who get bored with Lebaran food. But for me, Lebaran food is juaraaaak!

7.17.2015