9.25.2015

Onomatophobia

Kata Onomatophobia baru aja saya dapatkan ketika saya iseng googling tentang ketakutan seseorang terhadap sebuah nama atau kata. Berdasarkan definisi beberapa situs arti kata, onomatophobia berasal dari kata name, nama, jadi begitulah istilah tersebut diciptakan. Ada tujuannya kenapa saya mencari istilah tersebut. Beberapa tahun belakangan ini saya merasa tidak nyaman sekali dengan kata jauh. Lawan kata dari dekat itu sudah hinggap di dalam benak ini dan sangat tidak menyenangkan sekali ketika orang-orang dekat saya mengeluh dengan kalimat yang mengandung kata itu. Aneh, memang.
Kata jauh sebenarnya wajar aja digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak mendekati keinginan. "Aduh, rumahnya jauh sekali ya, mana lagi hujan", saya menilai orang yang mengeluh dengan kalimat seperti itu adalah orang yang kebanyakan mager alias males gerak. Kalau ga mau kena hujan, ga usah keluar rumah. Kalau ga mau rumahnya jauh, pindahlah ke tempat yang lebih dekat. Begitu kan?! Wah, saya jadi seperti marah ini. Padahal intinya kita ga boleh ngeluh. And yes, kata jauh biasanya selalu ada dalam kalimat-kalimat keluhan. Ayolah, hidup sudah susah jangan sampai ngeluh diperbanyak. Gini, saya kasi contoh dengan kalimat "Ah males, kamunya jauh di sana", kenapa mengeluh dengan seseorang yang berbeda tempat tinggal dengan kita? Jika mau melakukan sesuatu bersama pasti ada usaha, jadi perbanyaklah usaha daripada mengeluh. Kalau udah capek berusaha, ya udah istirahat dan tinggal berdoa aja. Kalau udah ga mau usaha, ya udah mati aja lah. Jangan ngeluh ya. Jangan ngomong jauh sama saya. Kalau ketemu saya jitak nanti.