8.22.2009

Ssstt... Ada Anggota DPR Sibuk BB-an

Yow..yow..yow.. what’s up, bro!

Hahaha… hati ini sungguh riang dan gembira menyambut bulan nan penuh berkah ini.

Posting pertama di bulan Ramadhan euy, heheehe,,, cerita tentang apa ya?!

Hmm…

Tadi malam udh sholat taraweh pertama di mesjid komplek tercinta. Ga rame banget seh yang datang, karna ada badai kecil dan angin kencang lumayan melanda sekitaran perumahan gw. Mungkin itulah yang menjadikan malam Ramadhan pertama di sini agak sepi, tapi ga sepi-sepi amat lah. Hehehe.. tapi biasanya kan kalau malam pertama yang datang rame, bisa penuh 5 saaf, tapi ini cuma 3 saaf, mudah-mudahan aja malam nanti atw malam kedua ini bisa lebih rame dari malam pertama. Amin…

Di mesjid, yang bikin gw bete adalah asap rokok. Baru aja siap sholat isya dan sholat sunnah, langsung aj para bapak bersandar ke dinding dan dengan bangganya mengeluarkan rokok dari saku baju kokonya. Merokok dimulai! Hakz… gpp seh ngerokok, tapi asapnya itu lho, bikin ga mood dengerin ceramah. Hari gini masih ngerokok di mesjid, cape deeh… *fyuuhh

Banyak juga yang gw kangenin dr Ramadhan, yang suara anak-anak yg ributnya minta ampun kalau lagi tarawehan, trus acara nyatat Agenda Ramadhan, minta tanda tangan udztad dan cap mesjid, hahaha. Kangen gw, kangeeenn…. Tapi ada yang beda di Ramadhan kali ini, ada yang sibuk BB-an euy.. hahahaha… iya,, blackberry-an. Itu tuh si anggota DPR yang baru dilantik beberapa minggu yang lalu. Beliau sibuk BB-an dari awal ceramah di mulai. Mungkin lagi asyik fesbukan kali yee.. hakz.. hakz.. hakz..

Untung aja iman gw bertahan karna gw bertekad ga bawa hape yg bisa fesbukan ke mesjid, ,maklumlah saia lagi keranjingan fesbuk dan twitteran. Hahahaa. Coba aja gw bawa hape ke mesjid, pasti pengennya buka fesbuk dan update status twitter… gw cuma bawa hape jadul yang ga bisa Fb ataupun twitteran, buat jaga-jaga aja klw misalnya terjadi gempa susulan lagi, lagian Padang kayaknya masih siaga satu dengan gempa yg terjadi hari minggu kemaren, 6,9 SR bo’ lumayan kencang tauukk… dari tanggal 16-18 aja udh ga keitung lagi gw ngerasain gempa susulan.

Oya, inbox gw penuh coy, penuh sms dr tmn2 yg ngirim “SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA, MOHON MAAF YA ATAS SEGALA KESALAHAN YANG PERNAH DISENGAJA ATAUPUN TIDAK”. Itu juga bikin gw kangen sama Ramadhan, hehehe… pulsa gw dari yang 4ribu jadi tinggal seribu krn balas2an sms.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa ya….

8.18.2009

Merdeka! Bentar Lagi Ramadhan!

Yeaahh… kemaren HUT RI yang ke-64. Ga ada acara spesial di komplek gue, padahal ngarepnya ada acara 17-an yang kayak tahun2 kemaren. Entah kenapa komplek gue tahun ini bener2 menyedihkan. Apa-apa sepi. Acara seperti tahun baru hijriah dulu, trus maulid nabi, isra’ mi’raj, semuanya beda pada tahun ini. Gue akui memang semuanya sekarang harus dimulai dari diri sendiri, jika ingin melakukan perubahan, benar kan?! Seharusnya remaja-remaja komplek gue bisa bangkit dari kemalasan ini.

Tapi sayang, remaja-remaja yg baru beranjak gede di komplek gue beda banget sama remaja yg 2-4 tahun sebelumnya. PEMALAS! Lalu mana remaja-remaja yg dulu rajin?? Rupanya, ada ngurusin skripsi, dan bahkan ada yg udh kerja… sisanya sibuk kuliah deh (termasuk gue). Makanya kami generasi yg baru bener2 diharapkan menggantikan posisi remaja yg udh uzur alias udh masuk kategori dewasa.

Sudahlah, mungkin tahun ini tahun yg beku buat komplek gue. Hehehe…

Oya, puasa bentar lagi!! Horeey…. Udah ga sabar sholat taraweh, ketemu tmn2 komplek (komplek lagi) di mesjid, dengerin ceramah ramadhan sebelum tarawehan, makan sate yg nongkrong di depan mesjid, liat anak-anak maen petasan (yg kadang2 bikin gue juga geram karna ngagetin, huh). Sahur dan buka bareng keluarga, karna inilah saat dimana semua org di rumah berkumpul di meja makan. Haha.

Asyiknya dengerin lagu Tompi – Ramadhan Datang. Bisa bikin hati gue semangat menyambut Ramadhan. Semoga Ramadhan kali ini bisa gue jalani secara optimal dan diterima olah Allah SWT., dan ga berbuat yg macam-mcam yg bisa bikin puasa gue batal… Amin…

Selamat menyambut bulan suci Ramadhan, readers…

MARHABAN YA RAMADHAN….

MOHON MAAF JIKA AKU BANYAK BIKIN KESALAHAN YA…

8.13.2009

SOK TAHU!

'Sok tahu' pada dasarnya adalah "merasa sudah cukup berpengetahuan" padahal sebenarnya kurang tahu. Masalahnya, orang yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita 'sok tahu'? Mari kita mengambil hikmah dari Al-Qur'an. Ada beberapa ciri 'sok tahu' yang bisa kita dapatkan bila kita menggunakan perspektif surat al-'Alaq.
1. Enggan Membaca

Ketika disuruh malaikat Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. Adapun orang yang 'sok tahu' pesimis akan kemampuannya. Sebelum berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, "Ngapain baca-baca teori. Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya 'kan?" Padahal, Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui.

Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, "Ngapain baca-baca Qur'an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja." Padahal, Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber 'cahaya' yang tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia. Katanya, misalnya lagi, "Ngapain belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus." Padahal, 'ilmu agama' adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat.
2. Enggan Menulis

Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan mencatat. "Ngerepotin," katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia. Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia.

Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis. "Susah," katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu jangan-jangan pertanda kemalasan. Emang sih, kalo nulis buat orang lain, kita perlu ketrampilan tersendiri. Tapi, bila nulis buat diri sendiri, bukankah kita gak bakal kesulitan nulis 'sesuka hati'? Apa susahnya nulis di buku harian, misalnya, "Tentang ciri sok tahu, lihat al-'Alaq!"?
3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan

Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah.

Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Kalau ia menjadi muballigh 'tukang fatwa', semua pertanyaan ia jawab sendiri langsung walau di luar keahliannya. Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya.
4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak Sepaham

Bagi orang Islam yang sok tahu, siapa saja yang bertentangan dengan pendapatnya, segera saja ia menuduh mereka telah melakukan bid'ah, sesat, meremehkan agama, dan sebagainya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan." (an-Najm [53]: 32)

Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan kekafiran! Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman mati'. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan, "Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah. Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah."
5. Menutup Telinga dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain

Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi).

Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, "Adalah hak kami untuk berbicara dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak salahnya." Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia menyalahgunakan aksioma, "Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil."
6. Suka Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat

Muslim yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, "Menurut Islam begini.... Islam sudah jelas melarang begitu...." dan sebagainya, padahal yang ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, "Menurut saya begini.... Saya melarang keras engkau begitu...." dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, "Menurut saya bla bla bla....", ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli.
7. Suka Berdebat Kusir
Jika pendapatnya dikritik orang lain, orang yang sok tahu itu berusaha keras mempertahankan pandangannya dan balas menyerang balik pengkritiknya. Ia enggan mencari celah-celah kelemahan di dalam pendapatnya sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan perdebatan, bukan mencari kebenaran.

Demikianlah beberapa ciri orang yang sok tahu menurut surat al-'Alaq. Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, semoga kita masing-masing dapat melakukan introspeksi dan memperbaiki diri sehingga kita tidak menjadi orang yang sok tahu. Aamiin.
Sumber : Al Qur'an Dan Al Hadits.

8.08.2009

Renungan

waktu khutbah jum'at baru-baru ini, si Khotib Jum'at ngasi ceramah yg bener2 menyentuh hati dan perasaan gw.
beliau nanya,
apa yang paling dekat dengan kita?
apa yang paling jauh dari kita?
apa yang paling ringan bagi kita?
apa yang paling berat bagi kita?
apa yang paling besar bagi kita?
apa yang paling kecil bagi kita?

ga semua jawaban dr pertanyaan itu yang gw ingat.
cuma yang paling ngena' adalah pertanyaan "apa yang paling dekat dengan kita?"
sebuah jawaban yg bener2 bikin gemetaran, yaitu : KEMATIAN.
how come? yeah, kematian. akhir dr hidup. kenapa? karena hidup kita di dunia ini adalah antara waktu Adzan dan Sholat.
masuk logika? masuk!
kita lahir ke dunia dan diadzanin sama orang tua kita, dan disholatkan ketika kita mati nanti.
bener kan kalau hidup kita itu antara waktu Adzan dan sholat?!
renungilah wahai saudaraku!!

jawaban untuk pertanyaan "apa yang paling berat bagi kita?" adalah Memikul Amanah.
yep, amanah yg dititipkan ke kita emang sulit untuk dijaga, dan dipegang sesuai dengan janji2 dr amanah itu sendiri... banyak para anggota DPR yang ga menjaga amanahnya, right?! banyak! tidak sedikit.

dua pertanyaan itu udh bisa bikin gw ngerti sama pelajaran tentang hidup.
that is it!