11.19.2016

Ojek Online

Bagi penduduk yang bermukim dan bekerja di kota besar seperti Jakarta dan sejenisnya, mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ojek online. Siapa yang mau menunggu lama-lama di tengah kemacetan kota? Atau merasa terjebak di dalam sebuah mobil hanya karena kelamaan menunggu mobilnya maju selepas lampu merah perempatan yang jumlah kendaraannya bisa dikategorikan tidak wajar. Rasa ingin cepat sampai di tujuan akhirnya diwadahi dengan adanya trend ojek online yang sudah mulai "beroperasi" sejak tahun 2010/2011. Memang sih, ojek konvesional sudah ada sejak jaman dahulu kala, namun berkat adanya teknologi ponsel genggam pintar atau lebih sering disebut smartphone, ojek online ini mulai menjadi bagian dari kebutuhan penduduk kota besar seperti Jakarta.

Ada Beberapa Aplikasi 
Since I moved to Jakarta in the beginning of this year, I have installed the ojek apps on my phone and been using them for anything I need. I have at least three apps for just in case if one of them is having trouble or something like that. First time using it, I felt special because after I booked, the driver phoned me and came to my location, which I didn't need to get out of my place to look for conventional ojek, the driver automatically knew where I was. And made me thinking: these apps are cool! 

Ke manapun saya merasa butuh transportasi cepat, saya biasanya menggunakan ojek online dan hasilnya rata-rata memuaskan. Pengalaman paling jauh naik ojek online itu adalah ketika harus ke Rawamangun dari Bintaro dan memakan biaya Rp 50.000,- 😂 Ga mungkin segitu kalau pakai taksi, belum dengan macet jalanan. Bawa tas besar dan printer yang saya pangku di bawah guyuran gerimis pagi hari, sampai di Rawamangun kaki pegal 😳. Abang ojeknya saya beri rating bintang lima di aplikasinya karena sabar dalam perjalanan sejauh itu.

Saya di satu pagi
Talking about rating, I have my own method on how to rate the drivers. Start from 5 stars: it is for the driver who comes to my location less than 3 mins; offers me the face mask in the first place without I'm asking for it; drives safely and has some things to talk to me while driving. The 4 stars: it is for the driver who gives me the face mask because I ask for it;  and comes to my location more than 5 mins. And then 3 stars: it is for the driver who did my-4-stars-thing plus drive unsafely and doesn't say something even one word while driving, it sucks and makes me bored. I seldom give 2 or 1 star for the drivers, because I know it will affect to the driver's performance. Well, I'm a good man, right? 😁 

Dari segi ongkos, beberapa perusahaan ojek online yang saya instal selalu bersaing dalam merebut hati pelanggannya, mulai dari menawarkan diskon potongan goceng, ceban, diskon 25%, 50%, bahkan ada yang memberikan free untuk pelanggan yang baru pertama kali menggunakannya. Itulah alasan mengapa saya punya aplikasi ojek online sedikitnya tiga macam, karena jika ada yang punya diskonan lebih banyak saya pasti akan menggunakan aplikasi itu, atau jika keduanya sama-sama memberikan diskon, biasanya saya memutuskan memakai ojek online yang aplikasinya tidak berat jika dijalankan. Selalu ada pilihan, kan?! Hihihi. 

Friend of mine
Now I don't use the apps frequently because I got my own motorcycle. I feel happy because I don't spend the money for paying the online ojek daily anymore. Hahaha 😂. But the apps will be always there on my phone because I know I need them for another necessary thing.