Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mama

Di Balik Layar

Hidup berpindah dari satu fase ke fase berikutnya. Dari semua fase yang sudah terjadi, sepertinya sekarang adalah fase yang beratnya seperti menhir pada zaman Megalitikum. Tidur yang harusnya cukup menjadi kurang karena banyak hal berlarian dalam kepala padahal mestinya rehat. Sepertinya semua orang yang lebih tua pernah melewati fase ini ya. Apa saja kegiatan yang mereka lakukan sampai mereka bertahan hingga sekarang? Gambaran seperti inikah semuanya? Bagi yang tidak berhasil di titik mana mereka berada di momen terakhirnya? Kepala yang sedang kosong ini perlu diisi dengan pelajaran dari orang-orang yang lebih tua yang telah mengupayakan perjuangan hidup mereka. Media daring langganan terakhir memperbarui kontennya pada bulan Juni lalu, apa mereka menyerah? Oh, the struggle is real. Apa yang terjadi di belakang panggung tidak pernah dimunculkan pada khalayak, karena untuk apa juga mereka diberi tahu? Nanti saja jika sudah rilis, begitu kata para sineas. Setelah rilis barulah di balik ...

Mama: Menjadi Baik Itu...

Mama selalu bisa mengajarkan sesuatu hal yang awalnya aku anggap sepele. Paling aku ingat: selalu berbuat baik ke orang-orang. Ada yang baik kita balas kebaikan itu dua kali lipat dengan kebaikan juga. Pokoknya jangan pernah jahat sama orang. Karena kita ga pernah tau orang yang kita jahatin itu adalah orang yang kita butuhin suatu saat nanti. Semesta tidak pernah tidur. Semesta tau orang-orang mana yang akan terkoneksi dengan hidup kita. Jika orang-orang itu jahat, jangan dibalas jahat, biarkan Tuhan yang balas. Tapi jika ada masalah, jangan pernah lari dari masalah, hadapi masalah itu sampai benar-benar clear . Tetap dengan kita yang menjadi baik, jangan menjadi orang yang jahat. Orang jahat ga pernah sadar kalau mereka suatu saat juga akan dibalas dengan kejahatan. Karena sesuatu hal yang dimulai dengan kejahatan akan berakhir buruk. Makanya harus jadi orang baik. “Harus, ma?”,  “Harus” Kemudian aku memeluk mama sambil meneteskan air mata diam-diam.  nb: selamat ha...

Postingan Ini Khusus untuk Mama

Gambar
Saya mulai ngetik ini jam 23.15 dan liat status anak-anak baik di twitter, fesbuk dan BBM, semuanya tentang mama. Mereka mengungkapkan perasaan mereka ke mama mereka dengan berbagai gaya bahasa. Pas liat tanggal, “lho ini kan belum ganti tanggal, kok udh ngucapin selamat hari ibu aja sih?”. Ya udah sih, ga mesti dipermasalahkan juga kenapa mereka ngapdet statusnya jam segitu. Mungkin aja mereka lagi di Indonesia bagian timur jadi di sana udh lewat tengah malam. :D Mamanya si pemilik blog ini Jadi kangen mama deh, hiks. Biasanya tiap hari Ibu, pagi-pagi udah peluk dan cium pipi mama sambil ngucapin “selamat hari Ibu ma…” dan mama senyum pas saya bilang itu. Kebetulan orang tua lagi liburan, dan saya ditinggal sendirian di rumah. Huhu. Kangen mama pokoknya! Ma, kalau pulang jangan lupa oleh-oleh… hahaha. Tapi ini masih hari ketiga mama liburan, masih ada beberapa hari lagi. Huhu. Kangen kangen pokoknya! Terus besok saya peluk dan cium sambil bilang “selamat hari Ibu...