10.20.2015

A Create - Festival Kreatif Padang Pecaaah!

Saya rasa ga perlu basa-basi lagi untuk ngasi kabar kalau festival kreatif yang diadain sama GoAheadPeople, Minggu 18 Oktober 2015 di Lanud Tabing kemarin, pecaaaaahh! Pecah di sini artinya rameee! Lebih dari 7000 orang lho yang datang. MC-nya bilang kalau festival ini pertama kali diadakan di pulau Sumatera. Wow! Kalau temen-temen sempat datang pasti setuju dengan pendapat saya. Acara yang openning-nya dibuka pada pukul 10:00 WIB ini dibikin meriah sama panitianya. 

Tempat masuk
Tempat keluar
Tempat pertama yang mesti dikunjungi adalah tempat registrasi di mana kita bakal dikasi bukti regis dan stiker love untuk ditempel di ruang voting. Kayak yang udah saya ceritain di postingan sini, festival ini adalah festival yang mengkolaborasikan seniman dan komunitas kota Padang dan sekitarnya dalam menyalurkan inspirasi pada khalayak ramai. Di antaranya: ada workshop fotografi oleh Anton Ismael (dari Kelas Pagi), workshop dari creative entrepreneur oleh Arifin Windarman (dari UNKL347), Art Visual workshop oleh Ade Darmawan (Ruang Rupa). Ada live graffiti dari seniman-seniman berbakat. Seru dan menyenangkan!

Workshop diadakan di dalam rumah unik itu
Workshop fotografi oleh Anton Ismael (Kelas Pagi)
(photo by: GoAheadPeople)
Mas Anton Ismael bilang "karya kreatif memerlukan ruang distribusi untuk akhirnya diakui dan mendapat apresiasi dari publik. Turut gembira dan mendukung komitmen Sampoerna A, yang melalui A Create Padang ini memberikan ruang bagi komunitas-komunitas seni di Padang untuk menampilkan karyanya dan mendapat apresiasi atas talenta mereka"

Creative Entrepreneur oleh Arifin Windarman (UNKL347)
(photo by: GoAheadPeople)
Mas Arifin Windarman yang murah senyum itu berpendapat "melalui workshop ini kami ingin mengangkat semangat dan motivasi talenta-talenta kreatif untuk berani membukan cara pandang mereka dengan keluar dari kotak berpikir yang biasa orang lain lakukan. Mengajak mereka untuk berani mengangkat keunikan konten lokal dan dikolaborasikan dengan konsep global, sehingga karya mereka bisa sampai ke publik yang lebih luas lagi" 

Art Visual workshop oleh Ade Darmawan (Ruang Rupa)
(photo by: GoAheadPeople)
Mas Ade Darmawan juga nambahin "Di A Create Padang ini para insan kreatif mempunyai kesempatan untuk membangun jaringan dan membuka selebar-lebarnya peluang untuk mengasah kreativitas dalam kompetisi sehat, yang nantinya bisa menghasilkan perkembangan yang lebih baik. Harapannya sih supaya acara seperti ini berkelanjutan dan rutin diadakan, supaya tidak punah peradaban kreatifnya."

Suasana workshop di dalam Go A Head House
(photo by: GoAheadPeople)
live graffiti(photo by: GoAheadPeople)
Live graffiti (2)(photo by: GoAheadPeople)
Rasanya kurang kalau sehabis workshop tapi ga makan dan minum isi perut buat tenaga. Tersedia tempat jualan yang semua pedagangnya insan kreatif. Cafe-cafe yang lagi naik daun juga turut hadir di event ini. Suasana meja dan kursi makan dibikin kayak gini supaya bisa liat ke arah panggung utama. 

Area makan-minum
Panggung utamanya gede banget, lighting-nya keren. Medan magnet dari panggung utama ini sungguh besar. Setiap MC-nya teriak panggil nama band penghibur, semua pengunjung otomatis langsung mengambil tempat ke tengah. Saya sempat bertemu dengan teman-teman kampus dan teman-teman blogger Palanta. "Aku pengen liat The S.I.G.I.T" kata @farandyryan. "Titi nungguin Maliq & d'Essentials, tapi jam berapa sih? masih lama ya?" kata si @piuw_ waktu ketemu di sisi kiri panggung utama. Kalau saya juga sih nungguin Maliq, tapi pas MC teriak manggil nama band White Shoes and The Couple's Company, saya juga ikut ke tengah sih, mau ikutan nyanyi Windu-Defrina. Hahahaha... This band can bring me back to 80's lhoo... enak! 

Spot panggung utama dari parkiran
Main Stage keliatan kokoh dari kejauhan
Panggung utama ketika senja
On the stage: White Shoes & The Couple's Company

Boy, Hafiz, Rio
Lokasi Lanud Tabing menurut saya sangat pas dijadikan tempat festival kreatif ini. Selain panggung utama yang besar, di tengahnya ada booth-booth yang diisi sama komunitas yang ada di kota Padang dan sekitarnya, ada Padang Gambar yang unjuk gigi dengan sketsa-sketsa yang keren banget. Ada Rumah Ada Seni juga, ada Minangkabau Photography, ada Ayo Dengar Radio, dan ada Visual Art dan Cinematography. Semuanya bikin pengetahuan kita nambah tentang seni kreatif terutama seni yang ada di daerah kita Minangkabau ini. Saya menikmati banget kalau ke booth Minangkabau Photography, di sana banyak dipajang foto yang luar biasa indah, tiga kali saya ke sana karena masih belum puas. Hihihi.

Komunitas #AyoDengarRadio
(photo by: GoAheadPeople)
Komunitas Minangkabau Photography
Komunitas Padang Gambar
Rio in the booth
Komunitas Padang Gambar sedang unjuk gigi
Booth Rumah Ada Seni di kala magrib
Sampai malam saya di sana, mau liat penampilan dari Maliq & d'Essentials. Lagu-lagu yang saya pengen denger live cuma beberapa, ga semua lagu mereka yang saya hapal, hahaha. But I enjoyed their performance very much. Lagu Himalaya yang pake piano doang bikin penonton jadi menikmati banget sambil diterpa angin malam yang sepoi-sepoi.

Penunjuk arah (1)


Penunjuk arah (2)
Second stage yang atasnya ada cafe 

Kaos kocak dari Tangkelek
Lesehan kalau capek dengerin artis nyanyi, haha
Pulang dari sini rasanya terbayarkan dengan keseruan yang ga ada habisnya dihibur sama komunitas-komunitas, artis-artis, dan tempat makan yang enak-enak. Semoga tahun depan diadain lagi di Padang. A Create Padang ini bukti bahwa seniman dan entrepreneur di kota Padang dan sekitarnya bisa selevel dengan seniman yang ada di pulau Jawa sana. Hasil karya mereka ga cupu, sebaliknya hasil karya mereka berkualitas bagus, bisa banget bersaingan secara sehat dengan seniman-seniman di seluruh Indonesia. Pengunjung juga terbuka matanya kalau merk lokal bagus-bagus dan ga ketinggalan dari yang udah ternama. Terima kasih Go A Head People! Maju terus komunitas dan seniman kota Padang dan sekitarnya. 

10.14.2015

[Coming Soon] A Create - Festival Kreatif di Padang

Temen-temen saya kadang suka nyeletuk kalau misalnya akhir pekan ga kemana-mana dan butuh hiburan yang beda. "Padang menurutku kurang hiburan gaul deh. Eeeeaaa" sebut saja Bunga, salah satu temen saya yang butuh hiburan banget. Dia mungkin baca ini :)) Saya tertarik sama iklan billboard gede di dalam komplek GOR H. Agus Salim. Tulisannya gede banget jadi dari jauh udah menarik mata dan rasa penasaran.

Billboard gede di GOR H. Agus Salim

Pas dicari tau ternyata acara A Create ini adalah festival kreatif yang diadain sama Go Ahead People. Dari iklan billboard dan informan terpecaya, event A Create yang diadain di Lanud Tabing Padang tanggal 18 Oktober 2015 ini dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan kolaboratif antarkomunitas kreatif yang ada di kota Padang dan sekitarnya, seperti Padang Gambar, Minangkabau Photography, komunitas visual art dan cinematography dari ISI dan Universitas Negeri Padang. Akan ada creative coaching clinic atau workshop dari sederetan kurator terkenal: Anton Ismael dari Kelas Pagi, Oom Leo dari Ruang Rupa, dan Arfin Windarman dari UNKL347. Pertunjukan musik sudah pasti ada. Karena kebetulan saya suka sama lagu-lagu dari Maliq & d'Essentials, jadi pengen banget datang dan siapa tau bisa ketemu langsung dan duet nyanyiin lagu Dia. Hahaha. #ngayalbabu. Kalau suka sama band The S.I.G.I.T juga pasti mau datang ke acara seru ini. Jadi kalau ditarik kesimpulannya, A Create ini beda dari event-event biasa, karena konsepnya beda dan unik, keliatan dari judul taglinenya "Change The Ordinary", menggabungkan beragam komunitas yang ada di kota Padang dan sekitar. Apresiasi terhadap komunitas dan para pelaku seni kreatif menjadi pusat perhatian dari acara ini. So this is truly new concept of creative festival!.

18 Oktober di Lanud Tabing Padang

Saya kasi tau ke temen tentang acara ini, langsung deh dia semangat dan udah mulai mikirin mau pake baju apa ke sana, mau gandeng siapa, dan siap-siap isi kuota internet untuk live-tweet atau upload foto ke Instagramnya. Hahahaha. Saya penasaran juga nih acara yang begini. Segimana antusiasnya ya masyarakat kota Padang dan sekitarnya menyaksikan acara besar yang bisa jadi ajang berkumpul, menyalurkan inspirasi, dan bertukar pikiran tentang ide-ide kreatif di sana nanti. Temen-temen Padang yang baca postingan ini mesti ketemuan di sana mulai jam 10 pagi, kopdar kitaaa... tapi buat yang berumur 18+ ya, dan gratis! 

10.04.2015

Noor Damanik

16 Oktober 2013 17:16
Noor Damanik bisa bertahan walau salah satunya udah ke mana-mana dan jarang pulang. Semua itu bertahan karena keduanya sama-sama pegang prinsip saling menjaga perasaan dan kepercayaan. Keduanya masih pengen bahagia bareng-bareng. Keduanya ga pengen salah satu dari mereka ada yang sedih. Ketika keduanya bertemu itu semua karena rindu yang udah penuh ditahan berlama-lama. They're sweet.

13 Februari 2014 16:06
Sore-sore Noor Damanik tetap satu dalam jarak yang jaaaaauh sekali di tengah kemacetan (ND, Tak Peduli)

06 Maret 2014 20:38
Noor Damanik bersedia menunggu, tapi bukan untuk menjadi licin dan berlumut saat hujan tak sempat beritahu kapan ia akan turun. Sudah pernah ke Orchad dan selalu penuh kejutan. 

24 Maret 2014 18:18
Noor Damanik pun bisa tak sabar dan menghampiri kerinduannya. Banyak yang bisa diambil pelajaran dari Noor Damanik. Menghargai dan saling membutuhkan adalah contoh dari sekian sifat emas yang dimilik Noor Damanik. Kepercayaan? Mungkin sudah menjadi sifat yang sudah menyatu. 

04 April 2014 11:09
Noor Damanik belum terlihat gelisah menatap ruang besar kosong, Noor Damanik hanya yakin ketika beberapa hari kemudian ruangan itu akan berubah menjadi jembatan penghubung antara sisi kiri dan sisi kanan. Noor Damanik punya tabungan banyak dan sisa cuti yang bisa dihitung dengan jari. (ND, April)

20 April 2014 22:33
Noor Damanik kembali untuk menikmati kemacetan. Kembali punya memori yang bisa dijadikan bahan bacaan pengantar tidur. Berbaju biru muda dengan senyuman yang khas walaupun satunya berada di belakang, tapi hatinya bersatu. Banyak yang menantikan kelanjutannya. (ND, Minggu Ke-Tiga di bulan April 2014)

28 April 2014 20:01
Noor Damanik menyukai seni lukis seperti teman makan yang berada di depannya. Berkumpul membuat perbincangan baru lalu menghadiahi kebersamaan dengan senyuman. Indah sekali malam ini. (ND, Bersatu dengan Akhir Bulan)

22 Juni 2014 22:40
Noor Damanik melakukan perjalanan ke dua tempat yang berbeda dengan teman-teman yang tak sama. Berfoto dengan bantuan seseorang supaya terlihat keharmonisan dia dengan tempat yang dikunjungi. Berjanji menjaga alam dan berjuang agar langit tetap biru. Bungkam ketika berhadapan dengan laut seolah-olah yang dia bisa lakukan hanya memperhatikan riak-riak air yang bergantian menghilang. 

19 Agustus 2014 10:54
Noor Damanik mencari pasir putih di Phi Phi Island dan bersantai sejenak di Phuket. Mencari matahari yang keliatannya sama dengan kota emas. Bercanda tawa tanpa takut kulit terbakar. Bukan berapa biaya namun berapa detik kebahagiaan yang diciptakan dan memori tanpa batas seakan mendukung kegiatan itu. Sekarang Noor Damanik tengah senyum memandangi hasil lukisan alam dalam bentuk digital. (ND, Phuket, Agustus 2014, Beda Jeda)

18 September 2014 04:35
Noor Damanik kelihatan supersibuk beberapa bulan belakangan ini. Kisah Noor Damanik memang tidak se-jetset kisah Novelinus yang baru dihadiahi cake antimual dan sepaket tiket perjalanan, namun Noor Damanik memperlihatkan kedewasaan yang dinamis. (ND, Cake Antimual dari Novelinus)

24 Oktober 2014 08:46
Tidakkah mereka semua merasa iri ketika Noor Damanik puya episode baru di tanah Singapura? Lama tidak menulis pelangi sehingga berprasangka sedang mencari asa, ternyata episode baru berjalan dengan manis sesuai rencana. Noor Damanik punya tiga sampai empat hari menata pekarangan belakangnya untuk dinikmati bersama saat matahari kembali sembunyi nanti. (ND, Akhir Oktober, Tanah Singapura)

18 November 2014 07:42
Tidak tahu persis apakah Noor Damanik mampu merapikan kertas remuk itu. Untaian kata dengan sisipan gambar anjing kecil berwarna cokelat namun berwajah sedih itu menandakan kalau kondisinya sedang campur aduk. Sudah dihapus, tenanglah. (ND, November Rain, 2014)

18 Februari 2015 08:18
Noor Damanik tidak lagi terkait dengan album dan jembatan penghubung yang dulu pernah dibangun ketika weekend berjumlah sama, dan foto hewan yang jadi teman setia manusia itu memberi tanda bahwa semuanya bercerita manis namun terakhir hitam. Noor Damanik sabar dan keinginannya pergi ke satu tempat yang sama sekali baru akan menjadi bukti baginya. (ND, Februari 2015, Akhir)

08 Mei 2015 04:14
Tidak punya gambaran apapun lagi mengenai lukisannya. Noor Damanik seperti kehabisan sumber energi untuk bangun dari remukan-remukan yang diberikan memori baru untuknya. Bahkan sekarang berada di mana saja tapi ia tidak bisa mendeteksi lokasi. Noor Damanik kemudian bertanya, sebab apa yang paling membuatnya bahagia selain dirindukan di tengah tumpukan kerjaan yang menggunung kemudian mendapat sapaan "hai, saya di sini. Kamu ok di sana?", ya, itu termasuk. (ND, Mei 2015, terakhir)

09 September 2015 22:00
Mungkin pernah, tapi Noor Damanik sudah punya kanvas yang berbeda. Setiap pulang tak akan pernah lagi berbagi pemandangan yang sama walaupun dalam satu langit. Minum smoothies tiga lapisan kemudian jingkrak-jingkrak dalam ruang bercahaya remang. Noor Damanik pernah melakukannya bersama, sampai akhirnya dipangkas untuk bisa berjalan tak beriringan. Bisa, Noor Damaik bisa. (ND, Tak Sekanvas, Sept 2015)

Tamat.

Tokoh ini saya ciptakan sejak dua tahun lalu di akun Path saya, tiap bulan selalu ada sepenggal kisah yang saya tampilkan di sana, namun semua pasti ada akhirnya termasuk kisah tokoh ini. Postingan blog ini bentuk rekapan supaya enak dibaca kapanpun di manapun secara keseluruhan. Senyuuum...