12.30.2014

Bermasalah

Melihat isi berita di salah satu surat kabar kota Padang hari ini bikin aku garuk-garuk kepala. DPR tandingan lah, Gubernur tandingan lah. Ada-ada aja. Mereka yang sedang duduk di "atas" itu terlihat seperti anak-anak yang sedang berebut mainan, padahal yang mereka rebutin itu punya tanggung jawab yang besar di belakangnya. Adegan mereka berantem juga disajikan dengan gratis untuk masyarakat Indonesia. Lucu kalau mengingat mereka yang punya latar belakang pendidikan tinggi namun bertingkah seperti tidak punya titel di depan dan atau di belakang namanya. Kondisi seperti itulah yang menyebabkan rakyat semakin tidak percaya dengan wakil rakyat, termasuk saya. Tidak percaya mereka akan sanggup menyelesaikan masalah-masalah yang ada di negeri kita tercinta ini, kalau masalah memilih ketua saja ributnya udah kayak gitu.
Kemudian aku membolak-balik surat kabar dan berhenti di halaman Artis Ibukota. Dua wanita sensasional, Nikita Mirzani dan Zaskia Gothik, berpose aduhai. Hahaha. Isi beritanya tidak penting karena sudah bisa ditebak dari judulnya. Jelas berita dan foto mereka sengaja dipasang supaya yang baca surat kabar tersebut tidak bosan dengan rentetan masalah negara kita yang pelik ini. Menghibur sekali, karena pose Zaskia dan Nikita unik sekali, bokong Zaskia seperti itik, dan Nikita dengan dada bertatonya yang membusung. Mereka berdua ini apa sih? Terkenal karena sensasi saja sepertinya ya. Tidak masalah lah karena mata kadang butuh hal yang menyegarkan seperti pose mereka di surat kabar ini.
Lalu judul berita lain menarik perhatianku. Polemik Pencantuman Agama judulnya. Bolehlah kalau dibaca sampai habis, sebab aku penasaran dengan argumen para pakar tentang ini. Sebetulnya aku adalah personal yang setuju tentang kolom agama harus tetap dipertahankan. Seseorang yang beragama seharusnya bangga dengan keyakinannya. Namun, aku juga setuju dengan hasil diskusi dengan Menteri Agama yang dituliskan dalam berita itu. Bahwa kolom agama tetap dipertahankan dan masyarakat boleh memilih untuk tetap mengisinya atau meninggalkan kolom itu kosong, dan aku memilih akan tetap mengisinya.
Masalah kalau dilihat tidak akan pernah habis, satu masalah selesai setelahnya akan muncul masalah baru. Semua tergantung manusianya bagaimana menyelesaikan masalah-masalah itu. Aku bisa mengingat masalah-masalah apa yang telah kuselesaikan selama setahun ini, jika dilist bisa bikin bangga karena udah menemukan jalan keluarnya. Salah satunya tentang hati yang susah beralih dari tempat lama, aku menemukan jalan keluarnya dan sekarang sudah terbiasa dan ga sedih lagi, meskipun kadang terasa lagi, haha. Cukup cerita part ini. Aku punya masalah baru dan aku harus segera menemukan jalan keluarnya. Kalian tau, semester tiga sudah akan berakhir dan saatnya menyelesaikan buku baru a.k.a Tesis. I welcome you, Tesis. Welcome to my life, ajarkan aku menjadi manusia yang berilmu dan berakhlak baik, dan bisa menemukan titik akhir nanti, semoga bisa menambah pengalaman hidup. Amin. :)

12.27.2014

Cerita Alur Mundur part. 1

Kadang mesti nia­t banget untuk nulis sekelumit kisah ataupun sepenggal cerita sehari-hari di blog yang satu ini. Kemaren-kemaren ada keinginan tapi berbagai hambatan bikin aku ga jadi nulis postingan. Sekarang mumpung lagi semangatnya, mari menulis lagi.

[cerita pertama]
Ikutan acara #SMSFest2014. Social Media Festival Sumatera Barat (Sumbar) atau yang lebih dikenal dengan #SMSFest2014 adalah wadah bagi para pelaku media sosial dan berbagai komunitas di Sumbar untuk berkumpul di satu acara, berkenalan antarkomunitas, menjalin silaturahmi, atau hanya sekedar kopdar (kopi darat) sesama anggota komunitas. Ini bukan pertama kalinya diadakan di wilayah Padang ini. Hari Sabtu, 20 Desember 2014 yang lalu adalah acara tahun ke-2 dan sekaligus merayakan hari terbentuknya SocMedSumbar yang ke-3. Aku perdana ikut acara beginian. Rame banget yang datang, heboh acaranya, banyak komunitas yang berbasis online maupun offline ikut meramaikan acara ini. Bertempat di Taman Budaya Padang, acara dimulai dari jam 10 pagi sampai jam 6 sore. Aku yang tergabung dengan komunitas Blogger Palanta Sumatera Barat udah janjian dengan blogger lainnya supaya datang ke acara gaul anak Padang ini, hahaha. Aku datang di sisa waktu terakhir acara akan selesai, udah ga ketemu sama beberapa temen @bloggerPalanta yang udah pulang duluan, tapi masih sempat ngumpul sama Fhia, Awin, Lala, Tity, uda Zami, Angga, dan Rita (merangkap sebagai Ketua acara tahun ini). Masih sempat foto-foto lah beberapa kali di kemeriahan acara itu. Acara berlangsung sukses dari cerita temen-temen yang udah datang dari awal. Well done, Rita!
Fhia, Lala, Tity, Angga, Uda Zami, saya.
#SMSFest2014

[cerita kedua]
Yeah, year-end is about to come! Kembali mengingat dengan sekuat tenaga apa yang pernah aku alami setahun ini. Seperti tidak kemana-mana alias stay in Padang karena kesibukan kuliah dan tugas yang menggunung, kecuali Lebaran kemaren, aku dan mama pulang kampong ke Payakumbuh. Mudik perdana nyetir mobil dan ditabrak orang dari belakang. Hey, it wasn’t my fault! Lagi asyik nikmatin macet eh ditabrak motor dari belakang. Siapa suruh ngebut, padahal dia lagi bawa anak bayinya lho, kesian istrinya sampe pingsan di tempat gara-gara syok berat. Aku dan mama kaget bukan main waktu tabrakannya kerasa kuat banget dari dalam. Jangan tanya lutut saya gemeteran apa kaga liat mobil belakan hancur dan ada sepasang suami-istri jatuh, istrinya pingsan sambil gendong bayi yang jatuh di aspal. :s Di jalanan emang mesti hati-hati, guys. Kalau bukan kita yang nabrak orang, malah orang yang nabrak kita. Jadi jangan lupa berdoa sebelum berjalan dan berkendara. ;)

Kampung Halaman


[cerita ketiga]
#kemudianlupa
Cukup segini dulu aja. Nanti disambung deh. =))