11.29.2015

Kutipan Cinta

Apa yang teringat dari kenangan-kenangan yang terekam oleh kita? Nama tempat? Nama permaian? Nama teman? Atau kejadian? Ada hal-hal yang mungkin lambat laun bisa terlupa, tapi tidak dengan rasa. Rasa senang, rasa sedih, yang akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang perjalanan kita.

Dan semakin kita dewasa, kita akan menyadari bahwa di antara kenangan-kenangan tersebut ada satu rasa yang paling besar yaitu CINTA. Karena ketika satu per satu cerita berhenti dan menjadi kenangan, cinta terus bergerak seiring harapan yang menyertai dia.

Cinta yang tak terlihat oleh mata, tak teraba oleh tangan, tapi dia ada bahkan sejak kita belum bisa mengucapkannya. Cinta yang sejati, cinta yang kita kira sudah pergi ternyata cuma sembunyi menunggu untuk kembali lagi.

(Film omnibus Indonesia: LOVE - 2008)

11.25.2015

Tidak Stabil

Sempat bingung kenapa akhir-akhir ini merasa tidak stabil. Ketidakstabilan ini terjadi dalam beberapa hitungan bulan. Ketika tidak ada orang yang bisa mendengar dan mengerti seperti apa ketidakstabilan ini, akhirnya kepentok sendiri dengan dinding tinggi yang namanya bahagia. Tiba-tiba sadar sendiri, udah melupakan tiket buat masuk ke dalam pintu bahagia yang semesta udah kasi. Tiketnya cuma satu, catatan kebaikan yang pernah dilakukan selama perjalanan ini. What have you done? Apa ada kebaikan yang udah diciptakan? Seberapa banyak kesalahan yang udah bikin orang lain sakit? Banyak. Lalu hati kecil bilang kalau belum terlambat untuk menjadi baik lagi. Sebenarnya catatan yang lama masih bisa dibuka lagi tapi sampulnya udah beda, jadi sekarang mau belajar lagi untuk menjadi baik. Do good and good will come to you. Kalimat itu seolah-olah membangkitkan syaraf-syaraf di otak yang udah lama ga berfungsi dengan baik. Kalau udah baik, hal-hal baik pasti datang kembali, seperti kalimat what goes around comes back around. Kalau udah datang yang baik-baik, kebahagiaan akan tercipta, ketidakstabilan akan lenyap dengan sendirinya. Semesta bantuin ya…

Oh, satu lagi, bahagia melihat orang yang disayang menjadi bahagia dengan pilihannya adalah satu hal yang bisa dimasukkan ke dalam cara menjadi baik. Kamu, tetaplah menjadi baik, teruslah berikan contoh itu. Senyuuum…

11.24.2015

Nasihat dari Buku

Saya sih bukan tipe orang yang kutu buku, tapi saya bisa bilang kalau salah satu hobi saya adalah membaca, apa saja. Kali ini mau nyeritain pengalaman batin yang luar biasa ketika selesai baca novel. Bagi yang gila baca, pasti tau sama judul novel Sabtu Bersama Bapak. Iya! Buku hebat itu sejatinya bikin saya sadar dengan apa yang udah saya rencanakan dalam hidup saya selama ini, apa berjalan dengan perkiraan sebelumnya, atau bahkan tidak punya progres apa-apa. Postingan ini bukan berupa review buku atau sejenisnya, tapi postingan ini mau nyeritain kesan setelah baca buku itu. I'm out of words nih sebenarnya, bukunya bener-bener bagus, penuh pesan dan nasehat. Buat laki-laki, buku ini penting banget karena mungkin bisa jadi rujukan saat menjadi seorang bapak nanti. Buat perempuan juga bisa, parenting guide lah nama kerennya. Pengen salin semua nasehat dari buku itu di sini tapi capek dong, hahaha. 

...kewajiban suami adalah siap lahir dan batin. Ketika Bapak menikah tanpa persiapan lahir yang matang, itu artinya batin Bapak juga belum matang. Belum siap mentalnya. Karena Bapak gak cukup dewasa untuk mikir apa arti dari 'siap melindungi'...
Percakapan itu terjadi ketika sang Bapak memberi nasehat lewat video kepada kedua putranya, Satya dan Cakra, yang beda tiga tahun. Saya mulai serius baca lanjutannya, maklum butuh refrensi juga kan buat nantinya, hihihi. 

...bukan berarti seseorang harus kaya dulu sebelum nikah, tapi kalian harus punya rencana, punya persiapan. Menikah itu banyak tanggung jawabnya. Rencanakan. Rencanakan untuk kalian. Rencanakan untuk anak-anak kalian... 
"Nah, bener!" saya bilang dalam hati. Emang bener dan saya sangat setuju dengan kalimat si Bapak. Semua hal yang direncanakan dengan matang akan memberikan hasil akhir yang sangat baik. Let's talk about it, menikah ga hanya saling cinta dan mau, tapi makan butuh uang, ga bisa makan pakai pasir. Berani banget namanya mau menikahi seseorang tanpa persiapan finansial yang stabil. Mau dikasi makan apa anak orang? Tanggung jawab seseorang itu akan pindah sepenuhnya kepada kita sebagai kepala keluarga. 

Itu baru nasehat tentang pernikahan. Masih banyak lagi pesan-pesan penting yang ada di buku Sabtu Bersama Bapak ini seperti bagaimana mendidik anak dari kecil, remaja, sampai dewasa. Novel ini salah satu dari beberapa buku yang saya habiskan kurang dari 12 jam, dan sangat berkesan sampai sekarang. Selain buku tersebut, novel Totto Chan juga berhasil membuka mata hati dan pikiran saya tentang bagaimana mendidik anak secara baik. Tau novel Totto Chan yang sangat terkenal itu, kan?! Nah Totto Chan itu memberikan efek yang sama seperti saya membaca Sabtu Bersama Bapak. Jenius pengarangnya ya! 

Ada rekomendasi buku-buku bagus kayak dua yang saya sebutkan di atas?