12.09.2016

Sayang Mereka

Kadang-kadang sempat berpikir apakah tindakan yang sudah saya lakukan untuk orang-orang yang saya sayangi membuat mereka merasa disayangi? Rasa takut akan mengecewakan mereka selalu menjadi sebuah hal yang rumit bagi saya. Apakah yang saya lakukan itu adalah tindakan terbaik buat mereka? Saya tidak bisa menilainya sendiri karena itu saya butuh masukan dari mereka. Saya ingin tahu bagaimana caranya menjadi seseorang yang sesuai standar mereka agar mereka sepenuhnya merasakan kasih sayang saya. Saya menyayangi mereka dengan sepenuh hati. Saya hanya ingin yang terbaik untuk mereka. 

11.19.2016

Ojek Online

Bagi penduduk yang bermukim dan bekerja di kota besar seperti Jakarta dan sejenisnya, mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ojek online. Siapa yang mau menunggu lama-lama di tengah kemacetan kota? Atau merasa terjebak di dalam sebuah mobil hanya karena kelamaan menunggu mobilnya maju selepas lampu merah perempatan yang jumlah kendaraannya bisa dikategorikan tidak wajar. Rasa ingin cepat sampai di tujuan akhirnya diwadahi dengan adanya trend ojek online yang sudah mulai "beroperasi" sejak tahun 2010/2011. Memang sih, ojek konvesional sudah ada sejak jaman dahulu kala, namun berkat adanya teknologi ponsel genggam pintar atau lebih sering disebut smartphone, ojek online ini mulai menjadi bagian dari kebutuhan penduduk kota besar seperti Jakarta.

Ada Beberapa Aplikasi 
Since I moved to Jakarta in the beginning of this year, I have installed the ojek apps on my phone and been using them for anything I need. I have at least three apps for just in case if one of them is having trouble or something like that. First time using it, I felt special because after I booked, the driver phoned me and came to my location, which I didn't need to get out of my place to look for conventional ojek, the driver automatically knew where I was. And made me thinking: these apps are cool! 

Ke manapun saya merasa butuh transportasi cepat, saya biasanya menggunakan ojek online dan hasilnya rata-rata memuaskan. Pengalaman paling jauh naik ojek online itu adalah ketika harus ke Rawamangun dari Bintaro dan memakan biaya Rp 50.000,- 😂 Ga mungkin segitu kalau pakai taksi, belum dengan macet jalanan. Bawa tas besar dan printer yang saya pangku di bawah guyuran gerimis pagi hari, sampai di Rawamangun kaki pegal 😳. Abang ojeknya saya beri rating bintang lima di aplikasinya karena sabar dalam perjalanan sejauh itu.

Saya di satu pagi
Talking about rating, I have my own method on how to rate the drivers. Start from 5 stars: it is for the driver who comes to my location less than 3 mins; offers me the face mask in the first place without I'm asking for it; drives safely and has some things to talk to me while driving. The 4 stars: it is for the driver who gives me the face mask because I ask for it;  and comes to my location more than 5 mins. And then 3 stars: it is for the driver who did my-4-stars-thing plus drive unsafely and doesn't say something even one word while driving, it sucks and makes me bored. I seldom give 2 or 1 star for the drivers, because I know it will affect to the driver's performance. Well, I'm a good man, right? 😁 

Dari segi ongkos, beberapa perusahaan ojek online yang saya instal selalu bersaing dalam merebut hati pelanggannya, mulai dari menawarkan diskon potongan goceng, ceban, diskon 25%, 50%, bahkan ada yang memberikan free untuk pelanggan yang baru pertama kali menggunakannya. Itulah alasan mengapa saya punya aplikasi ojek online sedikitnya tiga macam, karena jika ada yang punya diskonan lebih banyak saya pasti akan menggunakan aplikasi itu, atau jika keduanya sama-sama memberikan diskon, biasanya saya memutuskan memakai ojek online yang aplikasinya tidak berat jika dijalankan. Selalu ada pilihan, kan?! Hihihi. 

Friend of mine
Now I don't use the apps frequently because I got my own motorcycle. I feel happy because I don't spend the money for paying the online ojek daily anymore. Hahaha 😂. But the apps will be always there on my phone because I know I need them for another necessary thing.

9.25.2016

Bad Influence of @awkarin’s Account On Instagram for Young Generation

Instagram is one of the most successful social media based on photo and video sharing method. It is used by 500 million active users until June 2016. It enables its users to take pictures and videos, and share them either publicly or privately on the app. I am also one of the active users who use it every day for entertainment. I have been following many accounts with average ages ranging between 15 until 45. 

One day I found a controversial account that all of people talk about. Who doesn’t know Karin Novilda a.k.a Awkarin? She is now famous because her photos show extremely inappropriate poses for her age. In fact she’s still 19 and she has more than 900K followers, mostly teenagers. In addition, every move she does was always be shared on her account, such as bad words, the caption she wrote, her poses with the boyfriend (now he is just the ex), the kissing scene, etc. She swears a lot. Those will be very dangerous impact for our young generation.

What Awkarin does is probably just seeking for attention but in a wrong way. Generally, teenagers do it because they don’t get the attention from the family, so they do whatever they like. Above all, this Awkarin was the best student who got the highest ranking in National Exam in Riau, and it means she is not a stupid student. But look at her now, she lives in Jakarta with bad lifestyle, clubbing, smoking, drinking, wearing mini shirt and skirt and worst of all, after graduating from the senior high school she tattooed her arm. We all can see it from her social media accounts especially her Instagram. 

This Awkarin phenomena should be our lesson. It is time for us to take care of our young generation, don’t let them do beyond their capacity as teenagers. Awkarin gives the bad impact, it’s proven by the comments from her followers saying that her relationship style or lifestyle is their goals. I’m afraid that they will be the next Awkarins and someday this young generation will lead this country and imagine what will this country be? The government should take the real act, they should be more serious about blocking the negative content on internet. When young generation are allowed to do whatever they want to do without being controlled by government, they will head to nothing.



I attended an English Writing workshop in my campus and I was asked to make an editorial, and this is my first editorial about the latest current issue. And FYI, my first English posting ever, since this editorial have reviewed by the instructor and she said this is ready to post. XD

8.10.2016

Berhenti

Tidak pernah seperti ini berlarut-larut, si obat pencahar selalu berhasil menyuci isi perut dan semua kantong pertahanan sampai yang tersisa hanya muak yang menggunung. Ke mana sang coder sedemikian tega menambahkan kode-kode ganas seganas magma? Kemudian sang coder memberitahu dengan tersirat kalau inilah pilihannya, dipilih lalu dibuang. Masih bisa? Masih ingin? Katakan saja tidak dan jangan sentuh hurufnya lagi.

7.26.2016

Pertama si Dua Jari

Berdua tahu kalau pernah sama berjalan di setapak kecil. Sebenarnya pertama tidak lagi berbunyi namun selalu terdengar karena kehebatan zaman yang sudah berkembang. Dipertemukan semesta dengan Origami Biru yang dulu memperindah setapak kecil itu. Sekarang dipisah, tetapi terhubung melalui dua logo. Pernah mengajarkan tentang hidup yang sederhana, mengubah sekotak korek api menjadi kapal terbang, menghargai hal kecil, dan banyak lagi. Kini bisa lega karena melihat Pertama berlayar dengan kapal yang megah berwarna merah muda yang layarnya akan selalu terkembang tegap. Jangan takut, tidak akan merusaknya karena melihatnya saja sudah seperti mendapat piala nobel, itu berharga. Jika terbaca, senyumlah karena doa-doa tadi siang menjatuhkan dinding tinggi yang pernah dibangun oleh situasi hitam dulu. Semua bersih sekarang, air-air yang membasuhnya. Berlayarlah menjauh mencari benua impian. Ditolong oleh doa-doa. Amin.

7.03.2016

Surat Di Dua Kertas Putih

Dua puluh dan dua puluh lima. Di angka tersebut Surat mendarat di tangan dengan sejumlah doa dan harapan yang mulia dari sang pengirim. Dua Surat jadi penanda bahwa kita tidak remaja dan bisa bertanggung jawab di tahun-tahun ke depan. Tulisan yang serupa dan lipatan yang belum pernah diganti punya tempat tersendiri di folder kulit bajakan. Sesekali membukanya sengaja untuk menyadarkan bahwa dulu kamu diinginkan dan dicinta, maka jangan lupa bersyukur untuk hal itu. Pesan terselip di dua Suratnya punya inti seperti meminta untuk jangan pernah berubah. Jawabnya tidak, tidak akan pernah berubah karena sejak dulu hingga kini, saya tetap orang yang sama. Itu sekilas beritanya. Sampai warna dua kertas putih itu menghitampun, saya tetap saya, seperti yang kalian kenal. Senyuuum...

6.25.2016

Enjoy It While It Lasts

Semua yang sudah dilalui pasti mengajarkan sesuatu yang berharga, entah itu mengajarkan tentang kesabaran, kegigihan, keikhlasan, ataupun menghargai sesuatu. Semua yang sedang kita hadapi pasti akan menghasilkan pemikiran tentang bagaimana mencari jalan keluar dengan menggunakan rumus tersingkat tanpa ada yang disia-siakan. Dan semua yang belum kita hadapi akan selalu menjadi misteri di dalam kehidupan ini, namun dengan pengalaman saat ini dan yang sudah-sudah, semua yang belum kita hadapi menjadi tidak begitu mengerikan jika kita menikmati proses sekarang dan menghargai hasil yang pernah kita dapatkan. Jadi, nikmati selagi itu berlangsung. Resapi apa yang sedang dihadapi, sebab ketika itu tidak lagi terjadi setidaknya kita bisa tersenyum sambil menutup mata memikirkan betapa indahnya proses jika kita 'hadir secara utuh' sebelum itu berakhir. Tersenyum...

(Padang, 25 Juni 2016, 08:30)

5.28.2016

Menghargai dan Mencintai

Tidak sedikit orang bertanya pada saya akhir-akhir ini: siapa gandengan/gebetan/pasangan/pacar (or whatever they call it) saya sekarang? Tidak sedikit pula orang memberi masukan dan agak sedikit menakut-nakuti saya perihal jodoh. Kelamaan sendiri bisa mengakibatkan gila, kata mereka. Mungkin benar kalau yang mereka maksud adalah hidup sendiri di sebuah ruangan, tanpa ada alat komunikasi, alat elektronik, dan alat lainnya yang menopang kehidupan modern saat ini. Itu baru masuk akal dan memang bisa bikin gila. Namun kalau kondisinya masih berada di sekitar banyak orang, berinteraksi dengan yang lain bisa dilakukan secara langsung atau menggunakan alat, rasanya tidak gampang menjadi gila seperti yang mereka maksud. Anyway, semua orang berhak menetapkan keinginan hati untuk sendiri, berdua, bertiga, berempat, terserah berapa jumlahnya, asalkan mereka (sesuai jumlah tadi) sama-sama bahagia, tidak saling menyakiti dan membohongi diri sendiri. Seperti sekarang, setelah melewati berbagai kejadian yang bisa dikatakan setengah gila karena terlalu fokus pada hal lain, saya menyadari bahwa menjadi single adalah hal yang menyenangkan, sebab pikiran saya jadi tidak terlalu rusak untuk hal-hal rumit. "I've been thinking that the time we have to be single, is really the time to get good at being alone. But how good at being alone do we really want to be?" kata Alice di film How To Be A Single. Yaaa... Ditanyain tuh kepengennya seberapa baik menjadi single, well, mungkin bagi saya itu seberapa lama mau sendirian. Jawabannya tergantung seberapa pulih kondisi hati suatu hari nanti untuk mampu menghadirkan sosok baru. Sosok yang tidak akan kita dikecewakan karena kita tidak lagi mengingat masa-masa sulit karena itu sudah dilewati, yang kita ingat hanya bagaimana asyiknya memiliki sosok baru dan mencoba bahagia dengan keadaan baru. "The thing about being single is, you should cherish it." kata si Alice lagi di film yang sama. Jadi, kalau ada yang nanya macam-macam, bilang ke mereka "quality time dengan diri sendiri dulu nih", karena dengan itu kita tau bagaimana cara menghargai dan mencinta diri sendiri.

5.16.2016

Jangan Lupa(kan)

Jangan pakai tiang tinggi-tinggi kalau tidak ingin kesusahan saat memasang bendera. Jangan mengunyah batu ketika tidak ada lagi roti yang ingin ditelan. Jangan menjemur pakaian ketika langit sudah menghitam sekeliling. Jangan mencampur warna hitam ketika tembok ingin dicat putih. Jangan mengukur waktu ketika selama itu tidak dianggap. Jangan berkata-kata jika tau akan menyakiti. Dulu pengaturan diset menjadi tidak akan berkata jangan, namun semakin ke sini men-jangan-kan diri perlu diberi. Agar bisa terus tersenyum.

3.15.2016

Terima Kasih, F.

Terima kasih karena telah menawarkan semeja untuk menikmati daging asap. Terima kasih sudah menjadikan awal yang senang. Terima kasih atas kue mangkuk berlapis kertas. Terima kasih atas jamur dan sayur yang dimakan di foodcourt. Terima kasih sudah beradu argumen. Terima kasih atas stasiun Tangerang dan Monas yang sukarela menjadi tempat bersembunyi dari kejadian sebelumnya. Terima kasih kepada sprei kotak-kotak untuk masukannya. Terima kasih karena Sebelas berlalu dan Karuma berakhir sempurna. Terima kasih Lima Belas yang perdana berdiri di depan banyak kepala, dan menyadarkan ini adalah tujuan hidup. Terima kasih, Februari.  

2.25.2016

Menikmati Detik

Berarti benar apa yang mereka bilang tentang bagaimana menghargai diri sendiri. Ketika tidak dengan siapa-siapa, seseorang akan bisa menemukan pemikiran yang benar-benar layak untuk digunakan sebagai instrospeksi diri. Merubah diri dengan kesadaran penuh lalu berharap menjadi lebih baik dari yang dulu adalah salah satu cara menghargai diri sendiri. Jangan takut sepi, kata mereka. Tidak akan, saya berujar. Akan dihitung dan dinikmati selagi masih punya detik. Tersenyum...

2.16.2016

Adaptasi Rindu

Berada di lingkungan baru dan bertemu dengan banyak orang yang belum dikenal adalah sebuah anugerah bagi saya di tahun 2016 ini. Serba baru: kerjaan baru, status baru, tempat tinggal baru, tempat main baru, dsb. Beberapa teman bertanya apa saya senang? Sudah pasti senang! Sebab saya menyukai hal-hal yang baru dan menantang. Kemudian mereka melontarkan pertanyaan lain "apa ada masalah sejak meninggalkan Padang?" Nah, jawaban dari pertanyaan ini, mungkin bagi beberapa orang, adalah sebuah masalah kecil. Sejak hijrah (lagi) ke kota besar ini, kali ini saya beradaptasi dengan tidak begitu cepat padahal sudah hampir dua bulan. Aneh memang, bahkan saya sendiri suka mikir kenapa kondisi sekarang berbeda dari awal saya merantau tiga tahun yang lalu. Rasanya dulu cuma butuh waktu dua minggu dan saya sudah bisa merasa nyaman di lingkungan itu, tapi sekarang belum.

Bayangan akan hal-hal rutin yang biasa dilewati setiap hari sebelum merantau (lagi) masih sering lalu-lalang di ingatan. Teman-teman lama; tempat yang biasa dikunjungi ketika suntuk; makanan dan minuman kesukaan setiap berkumpul dengan orang-orang terdekat; kamar sendiri; masakan mama; nasehat-nasehat mama, dengan kata lain saya sedang homesick yang tidak habis-habis.

Padang akan selalu menjadi hometown saya walaupun saya tidak lahir di kota itu. Teman-teman baru saya suka bertanya apa saja keindahan yang ada di Padang (atau lebih luasnya Sumatera Barat)? I can make a long list buat mereka karena banyak sekali tempat wisata yang bisa dikunjungi ketika sampai di kota Padang.

sumber: semenpadang.co.id
Bicara tentang kota Padang, "Wahh, kamu dari Padang ya? Beli Semen Padang murah dong di sana?" ini ucapan salah seorang teman saya dulu ketika saya menyebut daerah asal saya, hahaha... Memang sih, Padang itu terkenal karena salah satunya punya pabrik semen besar, PT. Semen Padang. Industri semen yang ternama kalau asalnya dari Sumatera itu ya PT. Semen Padang. Klub bola asal Padang yang namanya juga diambil dari nama perusahaan yang punya tagline Kami Telah Berbuat Sebelum yang Lain Memikirkan ini juga sudah terkenal apalagi karena masuk dalam final Piala Jenderal Sudirman awal tahun ini, dan masih banyak lagi. Untuk jalan-jalan di kota Padang itu tidak akan merasa cukup waktu sehari deh, atau kalau mau muterin lebih jauh lagi bisa ke Bukittinggi yang ada Jam Gadangnya, ke Ngarai Sianok, ke danau Maninjau, danau Singkarak, dan lain-lain. Jadi makin kangen rumah jadinya. Huhuhu...

Balik lagi ke masalah adaptasi dan homesick ini. Saya sudah tanya-tanya ke banyak teman yang berpengalaman tentang bagaimana jalan keluar dari hal yang sedang saya alami ini. Rata-rata menyarankan untuk pergilah berpetualang menyurusi daerah baru, penuhi otak dengan memori-memori baru, isi pikiran dengan kesibukan yang positif, menelpon mama di rumah, dan menulislah. Seperti sekarang ini, ngeblog dan blogwalking adalah salah satu jurus ampuh buat saya mengisi kekosongan di sela-sela tidak mengajar :D

Saya bisa! Saya bisa!

*Until next post! 

1.22.2016

Tiga yang Mengajarkan

Masing-masing angka mengajarkan hal yang luar biasa:
Satu, masih disebut seperti nama rumah makan Padang terkenal dan berjuang sampai darah terakhir. Dua, bagaimana menjaga kestabilan isi dan menyayangi sepenuh hati sampai musim berganti banyak. Tiga, tidak banyak kata-kata dan sangat khusyuk ketika berkomunikasi pada Tuhan. Tiga di sana akan menempati folder nama yang berbeda dan ceritanya akan terus terpantau sengaja dan tak sengaja oleh siapa saja yang beririsan.

1.17.2016

Halo Dunia

Saya tidak meragukan kedahsyatan Semesta dalam hal kejutan, kejutan baik dan kejutan lainnya. Saat ini saya bisa melengkungkan garis bibir karena apa yang ditulis kemarin berwujud nyata. Satu atau Dua diselipkan dengan ikhlas. Kurang dari sepuluh hari setelahnya, rezeki mengundang untuk bergabung bersama mereka. Senang bukan main. Senang tak terkira. Jalur jauhnya juga terbukti, terima kasih Semesta karena ini yang dimau. Halo dunia, saya siap!