7.03.2016

Surat Di Dua Kertas Putih

Dua puluh dan dua puluh lima. Di angka tersebut Surat mendarat di tangan dengan sejumlah doa dan harapan yang mulia dari sang pengirim. Dua Surat jadi penanda bahwa kita tidak remaja dan bisa bertanggung jawab di tahun-tahun ke depan. Tulisan yang serupa dan lipatan yang belum pernah diganti punya tempat tersendiri di folder kulit bajakan. Sesekali membukanya sengaja untuk menyadarkan bahwa dulu kamu diinginkan dan dicinta, maka jangan lupa bersyukur untuk hal itu. Pesan terselip di dua Suratnya punya inti seperti meminta untuk jangan pernah berubah. Jawabnya tidak, tidak akan pernah berubah karena sejak dulu hingga kini, saya tetap orang yang sama. Itu sekilas beritanya. Sampai warna dua kertas putih itu menghitampun, saya tetap saya, seperti yang kalian kenal. Senyuuum...

1 komentar:

  1. Fer, jangan takut berubah. Manusia mau gak mau akan berubah kok, karena setiap fase hidup punya warnanya masing masing, dan prioritas akan selalu berbeda dari waktu ke waktu. So kenapa takut berubah? :-)

    BalasHapus

silahkan dikomen.... jelek2 jg gpp...
ga marah kok, paling gue jampi2 ntar malamnya...
hahahaha...