11.23.2013

11.22.2013

Lalu Ketika

Ketika: aku tidak hidup di jaman dulu | Lalu: susah senang kita bersama | Ketika: aku punya hak | Lalu: aku bisa apa | Ketika: aku tidak bisa memenuhinya | Lalu: kumohon | Ketika: begitu caraku memberitahumu | Lalu: aku tidak habis pikir | Ketika: aku peduli dia | Lalu: posisiku tidak dihargai | Ketika: apa nanti masih bisa kembali  | Lalu: ini trauma | Ketika: (diam) | Lalu: ketika itu selalu ada di dalam doaku bahkan jumlahnya lebih banyak dan lama untuk ketika itu daripada doa untukku sendiri. 

11.17.2013

Apa Kabar?

Dia masih tertanam di benakku. Apalagi ketika hujan. Aku ingat ketika menjadi bagian dari dirinya pada urutan ke sembilan. Bahagia pasti. Semangat iya. Dia menerimaku apa adanya, bukan ada apanya. Walaupun aku tahu bukan aku orang pertama yang menyatu dengannya. Hari, minggu, bulan, sampai akhirnya tahunnya berjumlah. Aku menikmati proses yang dia tayangkan. Aku kemudian menjadi salah satu pemain dalam cerita yang kubuat sendiri. Pergi ke sana ke mari, padahal aku dulu buta dengan seluk beluknya, tapi dengan kebaikan dan (aku tak tahu, mungkin iya) keramahan yang tercipta oleh lingkungan sekitar, aku menemukan jalanku sendiri. Bahagia masih. Dia memang berkesan dalam buatku, buat banyak orang. Aku teringat dengan sebuah lirik lagu yang mengatakan jatuh cinta dengannya lalu kau juga akan merasakan patah hati dengannya. Di bagian ini aku mulai sadar. Dia terasa sangat kejam, haha. Entah momennya yang pas atau sengaja diciptakan untukku, mau tidak mau aku mengikuti alurnya. Saat aku harus berjarak, tangisan pasti tercipta dengan semua pil memori yang harus aku telan pahit-pahit. Hasilnya, pada urutan ke sembilan berikutnya aku dan dia menjadi bagian yang tidak berserikat lagi. Catatan yang dia tulis sendiri akan selalu aku bawa ke manapun aku melangkah. Suatu saat nanti aku ingin kembali menyatu dengannya. Hei, lihat! Aku tersenyum hari ini. :-)

11.14.2013

Tidak Mudah

Ada warna merah lalu kemudian menjadi pudar, bagian itu yang tidak kuinginkan.  Ada yang tersisa, cuma tidak akan kuhabiskan sendiri. Aku rasa aku hampir menemukan itu. Aku merasa semakin cepat semakin bagus. Tenanglah.