11.17.2013

Apa Kabar?

Dia masih tertanam di benakku. Apalagi ketika hujan. Aku ingat ketika menjadi bagian dari dirinya pada urutan ke sembilan. Bahagia pasti. Semangat iya. Dia menerimaku apa adanya, bukan ada apanya. Walaupun aku tahu bukan aku orang pertama yang menyatu dengannya. Hari, minggu, bulan, sampai akhirnya tahunnya berjumlah. Aku menikmati proses yang dia tayangkan. Aku kemudian menjadi salah satu pemain dalam cerita yang kubuat sendiri. Pergi ke sana ke mari, padahal aku dulu buta dengan seluk beluknya, tapi dengan kebaikan dan (aku tak tahu, mungkin iya) keramahan yang tercipta oleh lingkungan sekitar, aku menemukan jalanku sendiri. Bahagia masih. Dia memang berkesan dalam buatku, buat banyak orang. Aku teringat dengan sebuah lirik lagu yang mengatakan jatuh cinta dengannya lalu kau juga akan merasakan patah hati dengannya. Di bagian ini aku mulai sadar. Dia terasa sangat kejam, haha. Entah momennya yang pas atau sengaja diciptakan untukku, mau tidak mau aku mengikuti alurnya. Saat aku harus berjarak, tangisan pasti tercipta dengan semua pil memori yang harus aku telan pahit-pahit. Hasilnya, pada urutan ke sembilan berikutnya aku dan dia menjadi bagian yang tidak berserikat lagi. Catatan yang dia tulis sendiri akan selalu aku bawa ke manapun aku melangkah. Suatu saat nanti aku ingin kembali menyatu dengannya. Hei, lihat! Aku tersenyum hari ini. :-)

4 komentar:

  1. Kabarku baik... tapi nggak ngerti maksud tulisan ini... :(

    BalasHapus
  2. ini ceritanya patah hati ya gan??
    maju terus gan...

    BalasHapus
  3. iya maksudnya apa sih? *menebak nebak*

    BalasHapus
  4. hm...
    time is keep ticking, though ♪

    BalasHapus

silahkan dikomen.... jelek2 jg gpp...
ga marah kok, paling gue jampi2 ntar malamnya...
hahahaha...