12.22.2013

Mama: Menjadi Baik Itu...

Mama selalu bisa mengajarkan sesuatu hal yang awalnya aku anggap sepele. Paling aku ingat: selalu berbuat baik ke orang-orang. Ada yang baik kita balas kebaikan itu dua kali lipat dengan kebaikan juga. Pokoknya jangan pernah jahat sama orang. Karena kita ga pernah tau orang yang kita jahatin itu adalah orang yang kita butuhin suatu saat nanti. Semesta tidak pernah tidur. Semesta tau orang-orang mana yang akan terkoneksi dengan hidup kita. Jika orang-orang itu jahat, jangan dibalas jahat, biarkan Tuhan yang balas. Tapi jika ada masalah, jangan pernah lari dari masalah, hadapi masalah itu sampai benar-benar clear. Tetap dengan kita yang menjadi baik, jangan menjadi orang yang jahat. Orang jahat ga pernah sadar kalau mereka suatu saat juga akan dibalas dengan kejahatan. Karena sesuatu hal yang dimulai dengan kejahatan akan berakhir buruk. Makanya harus jadi orang baik. “Harus, ma?”,  “Harus” Kemudian aku memeluk mama sambil meneteskan air mata diam-diam. 



nb: selamat hari Ibu 2013. Aku sayang mama... :')

12.11.2013

Senyuuum...

Doa saya: ya Allah, jauhkan hamba dari sifat suka berhutang. Jauhkan hamba dari sifat suka membeli sesuatu yg melebihi kondisi keuangan hamba. Jadikan hamba orang yang ingat dan terus bersyukur terhadap apa yang sudah hamba raih dan punya sekarang. Jadikan hamba orang yang baik. Jadikan hamba orang yang disayangi dan disenangi oleh orang-orang di luar sana. Amiiinn...

11.23.2013

11.22.2013

Lalu Ketika

Ketika: aku tidak hidup di jaman dulu | Lalu: susah senang kita bersama | Ketika: aku punya hak | Lalu: aku bisa apa | Ketika: aku tidak bisa memenuhinya | Lalu: kumohon | Ketika: begitu caraku memberitahumu | Lalu: aku tidak habis pikir | Ketika: aku peduli dia | Lalu: posisiku tidak dihargai | Ketika: apa nanti masih bisa kembali  | Lalu: ini trauma | Ketika: (diam) | Lalu: ketika itu selalu ada di dalam doaku bahkan jumlahnya lebih banyak dan lama untuk ketika itu daripada doa untukku sendiri. 

11.17.2013

Apa Kabar?

Dia masih tertanam di benakku. Apalagi ketika hujan. Aku ingat ketika menjadi bagian dari dirinya pada urutan ke sembilan. Bahagia pasti. Semangat iya. Dia menerimaku apa adanya, bukan ada apanya. Walaupun aku tahu bukan aku orang pertama yang menyatu dengannya. Hari, minggu, bulan, sampai akhirnya tahunnya berjumlah. Aku menikmati proses yang dia tayangkan. Aku kemudian menjadi salah satu pemain dalam cerita yang kubuat sendiri. Pergi ke sana ke mari, padahal aku dulu buta dengan seluk beluknya, tapi dengan kebaikan dan (aku tak tahu, mungkin iya) keramahan yang tercipta oleh lingkungan sekitar, aku menemukan jalanku sendiri. Bahagia masih. Dia memang berkesan dalam buatku, buat banyak orang. Aku teringat dengan sebuah lirik lagu yang mengatakan jatuh cinta dengannya lalu kau juga akan merasakan patah hati dengannya. Di bagian ini aku mulai sadar. Dia terasa sangat kejam, haha. Entah momennya yang pas atau sengaja diciptakan untukku, mau tidak mau aku mengikuti alurnya. Saat aku harus berjarak, tangisan pasti tercipta dengan semua pil memori yang harus aku telan pahit-pahit. Hasilnya, pada urutan ke sembilan berikutnya aku dan dia menjadi bagian yang tidak berserikat lagi. Catatan yang dia tulis sendiri akan selalu aku bawa ke manapun aku melangkah. Suatu saat nanti aku ingin kembali menyatu dengannya. Hei, lihat! Aku tersenyum hari ini. :-)

11.14.2013

Tidak Mudah

Ada warna merah lalu kemudian menjadi pudar, bagian itu yang tidak kuinginkan.  Ada yang tersisa, cuma tidak akan kuhabiskan sendiri. Aku rasa aku hampir menemukan itu. Aku merasa semakin cepat semakin bagus. Tenanglah. 

10.08.2013

10 Hal yang Akan Saya Lakukan Jika

Ada beberapa daftar yang sebelumnya sudah dirancang di dalam kepala saat sedang menikmati waktu luang. Sepertinya salah satu dari beberapa itu cocok untuk aku jadikan postingan kali ini. Postingan ini juga sebagai jawaban dari tantangan dari blogger Palanta #serbasepuluh. Let's begin.

10 hal yang akan saya lakukan jika sudah beli hape baru (hahaha...)

  1. Isi ulang baterai untuk pertama kali. Iya dong, kan biasanya kalau beli hape baru disuruh ngecas baterainya sekitar 3-4 jam. Kalian masih melakukannya tidak?
  2. Isi slot kartu sim dengan kartu sim yang lama. Hhmm, mungkin juga dengan kartu sim yang baru. depends on paket promo untuk smartphone yang murah yang mana. Hahaha...
  3. Tes kameranya alias ambil foto dengan pemandangan atau benda-benda yang bagus. Biar memorinya terisi, masa kosong aja. Lagipula biar ada yang bisa dilihat sebelum/sesudah tidur. Hahaha...
  4. Cari wifi mungkin, bisa untuk mengunduh aplikasi-aplikasi keren such as Facebook, Twitter clients, Instagram, Whatsapp, Line, Blogger, Tumblr, Foursquare, Google+, Skype, Path, Flickr, Kaskus, aplikasi frame foto yang sedang booming, semuanya saja kalau bisa disebut HAHAHA!
  5. Kalau masih dalam area wifi, mau cari games yang keren. Pastinya... Biar tidak bosan.
  6. Isi lagu. Ini part yang penting dalam dunia pertelepongenggaman. Tak ada lagu di hape bagai sayur tanpa garam. #eeaa. Kalau bisa beli hape dengan memori yang up to 64GB, ah senangnya hati ini, tanpa ragu mengisi lagu-lagu favorit hasil unduhan. Hahaha...
  7. Menyalin buku telepon. Saatnya mengeliminasi nomor-nomor yang tidak aktif lagi. 
  8. Beli aksesorisnya, mungkin seperti antigores, antispy, dan anti-anti yang lain. Biar awet ini barang. Hihihi...
  9. Membawanya kemanapun daku pergi. Ya iya lah, kan pengganti hape yang sudah jadul ini (lirik hape sekarang).
  10. Menyayangi, menjaga, dan merawatnya. Seperti merawat hati seseorang agar dia tidak sakit dan kecewa dan merasa diduakan. Preett. 
Ternyata lumayan susah juga ya tantangan ini. Aku pikir gampang banget. Selamat membaca dan selamat mengerjakan tantangan #serbasepuluh untuk teman-teman Palanta...

Ferdi pamit.

9.30.2013

Dia dan Kesederhanaannya

Kesederhanaan memang membuat seseorang jatuh cinta. Dari kesederhanaan itu terkadang memancar aura kedewasaan yang tak satupun orang lain bisa meniru. Dia dengan kesederhanaannya itu menyulap ruang kecil kosong menjadi ruang pameran luas. Dia dengan kesederhanaannya itu mengajarkanku bagaimana merakit kapal terbang dari sekotak korek api. Dia dengan kesederhanaannya itu menjadi amunisi pendingin saat batin dan pikiran mengeluarkan hawa panas menyengat. Dia tidak memberi contoh secara langsung tapi aku mencatat setiap definisi yang ia ocehkan, dan memoriku menyimpannya di folder khusus bernama dia. Dulu aku tidak peduli pada hal kecil lalu kemudian dia datang memberitahuku tentang 'tidak akan menjadi sesuatu hal yang besar jika hal kecil saja tidak disyukuri'. Sungguh menggugah. Walaupun dia tidak pernah memproklamirkan kejeniusannya namun orang-orang mengakui akan hal itu, apalagi aku. Dia dengan senyum kecil yang tergores di wajahnya selalu membuatku meleleh. Dia dengan tindakannya yang sederhana juga menyadarkanku betapa masih ada orang yang seperti ini di sekitarku. Tetaplah menjadi diri sendiri, tetaplah menjadi inspirasi, tetaplah bersama, tetaplah sederhana. 

(30 September 2013, jam 3 sore, sedang senyum, besok satu Oktober)

9.22.2013

Ketika Pulang Mendadak

Sudah hampir dua minggu aku berada di kota Bengkuang, alias kota Padang. Padahal baru liburan Lebaran kemarin aku pulang ke sini. Karena ada satu dan beberapa hal lain memaksaku untuk meninggalkan Ibu Kota untuk sementara waktu. Keberadaanku di kota ini pastinya ada tujuan penting sepenting peluncuran album terbaru para musisi tanah air. Haha. 

Siapa yang tak senang jika pulang kampung in the middle of working day? Kepulanganku kali ini tak hanya membuat keluarga baru di kosanku kaget, orang terdekatku selama di sana, sampai mamaku sendiri saja kaget. Hihi. Waktu menentukan pulang di tanggal yang aku anggap baik, detak jantung berdegup kencang karena berebut tiket (agak) murah dari maskapai Singa Udara, akhirnya dapat! Lalu kemudian berdoa semoga urusan di Padang dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah SWT. (Amin...) 

Sampai di Padang sekitar jam 9 malam. Badan terasa ingin diguyur air banget, soalnya aku bersiap-siap dari kosan untuk pergi ke Soekarno-Hatta itu jam 2 siang. Rencana sudah dirancang sempurna sejak malam sebelumnya. Sampai di Soetta semuanya lenyap meluap begitu saja saat maskapai Singa itu mengumumkan bahwa penerbanganku yang seharusnya 16.10 delay 120 menit. IYA! 120 MENIT. Gibliiik! Kenapa tidak sekalian saja delay 3 jam biar penumpang dapat uang ganti rugi 300 ribu. Ckck. Harusnya sampai di Padang jam 6 sore, malah baru berangkat jam segitu. Kesal? Jangan tanya lagi. Serasa ingin cabutin bulu kaki petugasnya sampai habis!

"Trus dari bandara ke rumah gimana?" pikirku. Padahal sebelumnya aku sudah bbm Gentha (teman terbaik) yang kebetulan sudah bersedia ditebengi untuk pulang bareng (kebetulan dia bekerja sebagai karyawan maskapai Garuda di bandara BIM Padang). Awalnya sesuai rencana, dia pulang jam 6, aku sampai di Padang juga jam 6. Dia balas bbm "Aku pulang duluan saja ya. Nanti kalau sudah sampai beritahu aku, aku yang jemput". Ternyata benar! Dia balik lagi ke bandara hanya untuk jemput aku. That's what friends are for. Hahaha. Thank you so much, Gentha. I lop yu pul! 

Selama di Padang ini, aku sempatkan reuni dengan sebagian kecil dari teman-teman blogger Palanta. Hore! Teman sharing yang tidak pernah habis ide-idenya. Sayangnya ketua sosialisasi rombongan sudah tidak berada di Padang. Kak Desti, we miss you! Kalau ke Padang kita kongkow lagi ya, kak. Ada foto untuk kakak nih.
Rombongan blogger Palanta Padang, September 2013.
Tak hanya reuni dengan teman-teman Palanta, bertemu dengan teman-teman semasa kuliah dulu saat aku berurusan di kampus beberapa hari terakhir ini juga akhirnya mengadakan ngumpul-ngumpul kecil. Ada Abek, Fandy, Emyl, Wicky, Nexa, Egi & Pelo. Mulai dari makan siang bersama di tepi pantai di belakang kampus, tempat kami biasa nongkrong waktu jam kuliah kosong (tempatnya makannya sudah berubah lebih bagus), sampai ke tanding vokal di tempat karaoke. 

Foto bertema jaman dulu di kosan Emyl.
Pantai belakang kampus. Setelah makan siang.
Pantai belakang kampus. Setelah makan siang #2.
Junkfood session.

Sudah kuceritakan mengapa aku pulang mendadak? Oh iya belum. Baiklah, let me tell you a little. Sehari setelah mendarat di Padang, aku langsung ke bank di kampus, mendaftar dan mendapatkan username & password untuk sign up di website kampus dan penyedia beasiswa magister. Benar sekali, saat itu sedang terbuka kesempatan untuk menjadi mahasiswa S2 (yang juga secara mendadak mengeluarkan pengumuman) dan dibiayai oleh DIKTI. Siapa yang tidak mau? Aku semangat menggunakan kesempatan yang diberikan itu. Sudah ikut tes TPA dan TOEFL lalu wawancara dengan Profesor, dan sekarang aku sedang deg-degan menunggu hasil seleksi beasiswa magister itu. Wish me luck, friends... Doakan aku lulus ya. Bismillah. Allahumma Yassir Walaa Tu'assir. 

6.29.2013

Lingkungan Baru, Teman Baru.

Kalau kalian tiba-tiba lihat postingan ini berada di beranda blog kalian, artinya aku telah terinspirasi oleh kalian yang masih setia dan terus memaksakan diri menulis di blog. Terima kasih.

Hari ini bertemu lagi dengan hari malas bangun pagi sedunia. Sabtu. Biasanya sih orang-orang yang sangat bersemangat menghadapi hari baru akan melakukan olahraga yang bikin badan mereka jadi segar bugar. Tapi sebagian orang lagi mungkin malah senang bergelut mesra dengan bantal guling di atas kasur mereka. Ya ga sih? Iyaaa... Hahaha. Coba tebak aku sudah mandi atau belum. Aku tebak pasti kalian belum mandi, ih joroknya kalian! =))

Oh iya, sudah seminggu menempati kos baru. Kos yang selama ini dicari-cari dengan segala kriteria yang aku inginkan akhirnya ditemukan di daerah selatan kota Jakarta. Eh, daerah ini bukan daerah Jakarta ya? Ah sudahlah, yang penting punya kamar yang nyaman dengan ibu kos yang baik hati dan ramah ini. Alhamdulillah. Aku sering diberi kue dan beberapa cemilan kecil oleh ibu kos. Pagi hari aku suka ditawari teh manis hangat oleh beliau. Semoga si ibu sehat selalu deh. Baik banget. Aku merasa punya keluarga baru di sini. Ada tiga orang lagi yang ngekos di sini, mereka juga baik-baik. Ada pegawai bank, ada pegawai negeri sipil dan juga ada calon pegawai negeri sipil. Semuanya sudah bekerja. Lingkungan baru, temanpun baru. Alhamdulillah. 

Beberapa minggu terakhir ini aku sedang berjuang lagi untuk meraih dan memenuhi sebuah keinginan terbesarku saat datang ke kota ini. Semoga dalam waktu dekat aku bisa punya momen dan cerita baru lagi yang nantinya akan kutulis sebuah ringkasan di buku cerita online-ku ini.

Have a beautiful weekend, fellas! Don't forget to give your best smile for people you meet and love.
Aku mau melanjutkan aktivitas dunia mayaku dulu sebelum berhadapan dengan baju-baju kotor yang sudah aku rendam setengah jam yg lalu itu. Bye for now. Assalamu'alaikum... 

5.07.2013

Cerita Wajib Militer

Aku ingat persis, Minggu 21 April 2013, satu angkatan yang biasanya bangun jam 06.00 lebih, pada hari itu sudah harus berada dalam keadaan beres, wangi, ganteng, dan siap tempur pukul 05.30. Sebelumnya sudah diperingatkan oleh ketua rombongan untuk turun ke bawah tidak boleh lebih dari jam 06.00 pagi, karena bus yang akan membawa kami pergi ke suatu tempat akan berangkat tepat waktu.  Jawaban “siap, Pak!” yang dilontarkan hanya wacana, kenyataannya kami yang berada dalam satu unit apartemen turun pada jam 06.10. Alhasil, dapat semprotan 'cairan cabe rawit' oleh ketua rombongan sebelum masuk bus. Hahaha.  “Karawang, are you ready to be shaked?” (yang di Karawang sudah siap digoyaaaang?? -red)

Perjalanan dari Jakarta menuju Karawang tidak memakan waktu yang lama, sekitar dua jam. Melewati tol, keluar masuk hutan, melewati kuburan elit (San Diego Hills), masuk perkampungan, masuk hutan, dan finally bus kami sampai di gerbang kawasan menyeramkan, tempat wajib militer yang menjadi langganan karyawan-karyawan kantor , ngewamil juga mereka di sini.

Pemandangan yang jauh berbeda dari Jakarta bisa dirasakan setelah turun dari bus. Udara segar, terdampar di hadapan mata tumbuhan hijau di sana-sini (bilang aja HUTAN!) Cuma ada sebuah pabrik alat berat di sebelah kiri, tapi jauh. Hal pertama yang dilakukan setelah turun dari bus? Mudah ditebak sih, jalan jongkok! Berasa ospek ga sih? Yeah... Jalan jongkok mulai dari gerbang sampai mendekati lapangan upacara, kira-kira bisa bikin orang yang hamil muda bisa melahirkan anaknya cepat, menyakitkan banget!

----scene dipercepat----

Setelah apel dan dapat seragam, saatnya pembotakan masal. Jumlah total karyawan yang ikut wamil kali ini berjumlah 77 orang. Ada sekitar 40 lebih laki-laki mengantri dengan ikhlas di hadapan tukang cukur langganan sang komandan. Perempuan sih santai, duduk-duduk sembari berkomentar tentang rambut kami yang mengalami kerontokan secara serentak itu. Di pojok aula yang besar, dua tukang cukur langganan sang komandan itu selesai melaksanakan tugasnya dalam waktu lebih kurang dua jam. Hebat! Amazing! Nasibku? Ya botak lah, botak khas ABRI.

Jadwal yang berlaku dalam kawasan yang bernama BHAKTI MANUGGAL KARYA atau yang lebih familiar dengan sebutan BMK itu antara lain (untuk satu minggu ke depan):
  1. Bangun jam 04.30
  2. Senam pagi 05.00
  3. Mandi pagi 05.30
  4. Makan pagi 06.00
  5. Apel pagi 06.30
  6. Kegiatan fisik/militer seabrek-abrek mulai pukul 07.00 – 10.00
  7. Snack 10.00
  8. Kegiatan fisik/militer seabrek-abrek lagi mulai pukul 10.00 – 12.00
  9. Makan siang 12.00
  10. Istirahat dan sholat sampai 13.00
  11. Pukul 12.50 peluit komandan dan antek-anteknya sudah berbunyi
  12. Kegiatan fisik/militer seabrek-abrek lagi mulai pukul 13.00 – 16.00
  13. Apel sore 16.30-17.00
  14. Istirahat, mandi dan sholat Maghrib
  15. Makan malam 18.00
  16. Kegiatan/materi di aula sampai jam 21.00
  17. Apel malam sampai 21.30
  18. Kembali ke barak
  19. Tidur harus jam 22.00, kalau tidak dapat hukuman, soalnya mata-mata banyak.
  20. Kembali ke urutan 1

Peraturan yang paling menyiksa utama:

  1. Tidak boleh mengantongi/memainkan/melihat/menyentuh handphone sampai semua kegiatan selesai, means jam 22.00.
  2. Makan dengan sendok dan garpu, tidak boleh berbunyi, duduk tegap. Sendok yang harus menghampiri mulut, bukan mulut yang nyosor ke sendok.
  3. Rela mandi kilat, sikat gigi kilat, sholat kilat. Apapun serba kilat.
  4. dll.
----scene dipercepat----


Senin, 22 April 2013 (hari ke-2)
Schedule padat. Dari bangun pagi sampai jam tidur, semuanya diisi dengan kegiatan yang membutuhkan fisik yang kuat, terutama kaki. Ada kegiatan baris berbaris (bahkan berjam-jam), lanjut ke masa orientasi: guling-guling di becek, merayap, tiarap, jalan jongkok, segala bentuk pokoknya. Baju belum kering, kami semua dipaksa masuk got, merayap di gorong-gorong. Nah mulai di sini masuk ke materi Pengenalan Medan. Materi ini berjenis: jalan kaki mengenali medan sekitar tempat pelatihan, mungkin jarak yang kami tempuh kira-kira 20 Km sampai ke finish. Kerennya, HUJAN turun. Pasrah deh. Jalanan becek dan berlumpur. Sepatuku menjelma menjadi monster bermulut lebar. Hahahancuuuur.

Hari ini bisa masuk ke dalam kategori hari paling sempurna. Baru hari kedua saja, kami semua sudah dikejutkan dengan teriakan dan kehebohan ala penduduk yang rumahnya kebakaran. Tengah malam. Semua gelap, lampu sengaja dimatikan oleh tentara pelatih. Semua bangun (walaupun nyawa belum terkumpul), ambil dan pakai seragam, cari kaos kaki, pasang sepatu, ambil topi, lari ke tengah lapangan. Bagi yang tidak lengkap, kena hukuman push-up 40 kali. Hahaha.

Selasa, 23 April 2013 (hari ke-3)
Masih dengan materi yang berkutat dengan baris berbaris. Berlajut ke Lintas Medan. Antusias sekali teman-teman saat diberitahu jarak yang harus ditempuh cuma setengah dari hari sebelumnya. Namun kenyataan berkata lain, medannya lebih sadis walaupun jarak tempuh lebih pendek dari hari sebelumnya. Saat itu aku pikir aku butuh sepatu baru. T,T
Sedang sedih memikirkan nasib sepatuku yang bawahnya semakin memisahkan diri dengan atasnya, tiba-tiba seorang pelatih menghampiri dan menanyakan keadaan sepatuku. "Saya punya sepatu cadangan di sana, kalau kamu mau pakai, silakan. Saya tidak tega melihat anak asuh berkegiatan dengan sepatu yang udah mangap begitu" kata si bapak. Aiiih, aku terharu. Terima kasih ya, Pak. Sepatunya sangat menolong saya menyambung hidup selama di wamil ini. :')
Mulai hari ini sampai hari Kamis, ada materi baru: Bela Diri. Materi ini yang lumayan mengasyikkan. Diajari teknik dasar dalam bela diri, jurus-jurus dan kunci-kunci dasar yang bisa dijadikan bekal di masa yang akan datang. Semua materi yang diberikan dari hari pertama sampai terakhir itu ada ujiannya (praktek dan tulisan). Jadi, siap-siap saja.

----scene dipercepat----

Kamis dan Jumat, 26 & 26 April 2013 (hari ke-5 & 6)
Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta wamil. Team Building and Outbond! Yeaiy! Dengan mengundang tim outbond dari Jakarta, kami semua dibagi menjadi 4 grup yang berjumlahkan lebih kurang 19 atau 20 orang. Kegiatan seru dua harian penuh. Sangat mengasyikkan. Yel-yel dari masing-masing grup yang bernuansa persatuan. Games yang mengajarkan kami semua tentang hal kepemimpinan dan kekompakan, dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. hahaha.
Oh ya, grupku menjadi the best team. Good job, Palapa! (tos botol Pocari Sweat)

Malam Jumat kliwon, waktu itu bulan purnama penuh, ada materi baru: Caraka Malam. Semua peserta wamil wajib ikut tanpa kecuali. Kegiatan ini mulai setelah sholat Maghrib dan makan malam. Kami semua dikumpulkan di tengah lapangan di tengah hutan untuk kemudian dilepas satu-satu. Berjalan di jalan setapak di dalam hutan, hanya berpedoman pada penunjuk arah yang sudah disiapkan oleh pelatih. Aku berada di urutan terakhir, paling akhir, betul-betul urutan ke-77. Ada rasa was-was menyelimuti ketika melihat gelapnya hutan di depan, jalan setapak yang becek karena sore harinya hujan, tak bersuara. Kalau berjalan yang terdengar hanya bunyi pijakan kaki yang masuk ke becek. Sesekali bunyi burung hantu dan binatang lainnya yang aku tak tau binatang jenis apa. Jejak kaki babi hutan bisa dilihat dengan jelas ketika sinar bulan purnama masuk ke sela-sela hutan dan menerangi jalan setapak. Aku terus berdoa semoga tidak diganggu setan dan diseruduk babi hutan, LOL. Memang malam yang berkesan namun mendebarkan. Dan kami semua selamat sampai garis finish. Alhamdulillah :D

Sabtu, 27 April 2013 (hari ke-7)
Tak ada hari yang ditunggu-tunggu selain hari ini. Hari terakhir di barak yang penuh memori bagus dan berkesan. Semua wajah tampak sumringah ketika bangun pagi. Menjelang sarapan dan apel pagi, beberapa orang termasuk aku sibuk mengepak barang-barang agar tidak ada barang yang ketinggalan. Karena pulang ke Jakarta telah dijadwalkan pukul 10.00 pagi. Semangat '45 berkobar saat dilakukannya upacara penutupan. Semuanya tersenyum, semuanya terharu dan terlebih lagi semuanya girang ketika bus yang menjemput kami sudah standby di depan gerbang. Mamaaak, aku pulaaaaang.... (lari-lari slow motion mengejar bus)

Tulisan ini aku dedikasikan sekaligus ingin berterimakasih untuk:

  • BMK (Bhakti Manunggal Karya) Karawang
  • para pelatih (spesial untuk pelatih yang meminjamkanku sepatu cadangan)
  • barak
  • hutan-hutan
  • nyamuk hutan
  • lebah kuning gila yang telah menyengatku! Terimakasih telah memberi bekas di pipi.
  • teman-teman peserta wamil

Tidak lengkap sebuah postingan tanpa foto-foto. Selamat menikmati...

Hutan di depan barak
ITDP batch 2 di depan pintu barak
di dekat area apel luar biasa
diajak foto bersama dengan gadis-gadis dari MDP 38
another pose
Hahaha
di tangga menuju barak
Palapa, the best team.
Sempat berfoto sebelum lanjut kegiatan siang (Indra, saya, Putra, Willy)
tempat tidur ternyaman
Daniel, teman sebarak.
hobinya ngumpul di kamarku.

sepatu pelatih yang saya pinjam
di bus menuju pulang

waktu rambut masih bisa dikibas-kibaskan

4.19.2013

Quick Post Sebelum Wajib Militer

Halo. Assalamu'alaikum wr. wb.
Masih dengan pemilik blog yang jarang posting ini. Bagaimana kabar kalian? Kabarku? Deg-degan.
Minggu besok aku akan berangkat ke daerah Karawang, kurang tau juga tepatnya di mana, tapi info yang udah dilaunching sama pihak kantor sudah fix di daerah Karawang. Hahaha.
Wajib militer untuk karyawan yang masuk dalam Delevopment Program akan segera dilaksanakan. Aku sebenanya masih bertanya-tanya kenapa mesti ada kegiatan itu untuk karwayan sebuah bank. Oh, kalau dipikir-pikir sebenarnya untuk melatih kedisiplinan. Mungkin bagi orang yang tidak terbiasa bangun pagi, harus bangun di jam 4 subuh. Tenang, aku termasuk ke dalam golongan orang yang biasa bangun jam 5. Semoga bisa bangun satu jam lebih awal waktu wamil besok. (amin) hahahaha. Kata senior masih banyak lagi hal-hal menarik di wamil itu. Ok, aku harap semoga benar-benar menarik dan tidak membosankan. "Ya, paling capek seluruh badan, hahahaha" tambah senior.
Oh satu lagi, syarat wajib ikut kegiatan wamil ini adalah ikhlas rambut yang lagi keren-kerennya ini dibuat botak oleh tentara di sana nanti. It's okay. IT'S OKAY!!!! XD :))

Well, readers. Doakan aku sehat selama kegiatan di sana ya... Doakan aku selamat pulang pergi. Doakan aku berhasil melewati satu minggu terberat itu. Aku pasti bisa melewatinya! Aku pasti bisa!!! Amin. Terima kasih.

Ferdi pamit.
See you. :D

4.08.2013

Dari 09.08 ke 811A (Part 2, tamat)

Assalamu'alaikum, wr.wb.
Sudah bulan April rupanya. Pantas aku rindu sekali ingin cerita banyak hal lagi di sini. Apa kabar kalian di sana? Semoga sehat selalu dan semoga yang lagi sakit cepat diberi kesembuhan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Rencananya mau sambung cerita yg di postingan sebelum ini dengan judul yang sama tapi part 2-nya, mungkin judulnya aja kali ya yang berbeda, isi ceritanya nyambung kok dari postingan yg part 1.
So, setelah lebih kurang 2 bulan pelatihan in class di pusat pelatihan yg disediakan kantor, sekarang saatnya terjun langsung ke divisi IT yang nantinya akan menjadi rumah kedua setelah asrama.

Bicara soal asrama, kami semua sekarang udah ga di bilangan utara dari Ibukota lagi, udah dipindah ke asrama baru di daerah Grogol (tunggu, masuk Grogol ga sih? hahaha). Sebuah asrama yang baru di bangun di atas sebuah mall, sebut saja mall pusat henpon (MPH), yang katanya angker banget itu, halah. Dapat kamar yang masih virgin, masih belum pernah ditempati oleh siapapun. Kasur masih baru, sprei dan bantal masih wangi barang baru, gorden yang keren, lemari yang masih wangi kayu baru, hhmmm... We're all happy!!!

Sekarang kemana-mana udah ga terlalu jauh seperti saat di asrama awal. Naik angkot sekali bisa sampe ke stasiun Tanah Abang. Jalan dikit ke kiri sekitar 5 menit, ketemu halte busway. Sangat memudahkan. Untuk sampai di kantor hanya butuh waktu 15 menit, kalau ga macet sih, kalau macet bisa setengah jam lebih, tapi Alhamdulillah jarang kena macet kalau berangkat pagi. Biasanya kena macet jam pulang kantor, pulang jam 5 sore bisa sampe kamar jam 6 lebih. Ya maklum lah ya, kalau ga macet bukan Jakarta namanya. Ciiyeee anak Jakarta... Bhahahahak.

Aku lagi sibuk-sibuknya sekarang. Udah dapat kerjaan dari senior di kantor. Udah dapat kubikel sendiri, ihiiiiyy! Dibutuhkan waktu lebih kurang 5 hari kerja untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Alhamdulillah teman-teman di divisi yang aku masuki bersahabat semua orangnya, jadi suasana kerja menjadi lebih enak, tau-tau udah jam 5 sore aja lhoo... Masih baru kali ya, jadi belum nemuin kejenuhan, hahahaha.

Baiklah, update foto-foto untuk album kali ini:

Masih bisa menikmati kolam renang (Saya & Putra) 
Swimming in the morning
Foto hari terakhir di 09.08 (Cukong, Denny, saya)
Pindahan, pake angkot :D
Difotoin supir, huahahha, Denny dink yg foto. (Faries, saya, Putra)
Denny si kurir pembawa barang-barang
Lorong asrama baru
Kamar baru
Di kubikel milik sendiri.
On the set: Ade, Willy, Cukong
Boyband divisi IT

2.01.2013

09.08 (Part 1)

Harusnya sudah sebulan lebih postingan ini muncul di sini. Bukan sibuk atau tak sempat berinternetan, hanya saja aku yang malas membuka situs bertuliskan blogger(dot)com ini, seperti ada bisikan jahat untuk mengalihkan perhatianku dari tempat ini. Hahahaha :D

Halo, semuanya, Assalamu'alaikum wr.wb.
Hari ini sudah 01 Februari 2013, bulan baru lagi nih, yang terima gaji udah bisa senyum senang sekarang. Asyik, ngomongnya sekarang udah g-a-j-i :)) #intermezo. By the way, readers, sejak pertengahan Desember tahun lalu aku berada di tempat ini, di tempat pelatihan yang disediakan oleh kantor, tempat aku ditampung memulai karir di sebelah utara dari ibukota. Di sini, aku dan 16 teman lain digodok untuk menjadi calon pemimpin, mulai dari nol. Very interesting pokoknya.

Punya teman baru nih ceritanya. Dapat teman-teman yang berasal dari berbagai daerah, yaah walaupun kebanyakan berasal dari Jakarta, tapi menyenangkan. Satu angkatanku (17 orang) ini, ditempatkan di satu ruang besar dengan fasilitas lengkap yang memiliki empat kamar, tiga kamar mandi, satu ruang tamu, satu dapur, dll. Bagi-bagi deh tuh perkamar, ada yang berenam haha. Tapi untungnya tempat ini gede, jadi ga usah dibayangkan gimana-gimananya :P

Gampang-gampang susah untuk beradaptasi dengan 16 orang dalam satu hari. Gampang karena kami "dikamarkan" dalam satu tempat, yaitu ruangan 09.08, tiap hari ketemu, tiap jam, tiap detik, mainnya ber17. Susahnya ya... karena watak masing-masing pasti ga ada yang sama, cuma rambut doang yang warnanya sama. Hahaha. But it's ok, never mind. 

Udah sebulan lebih ini, hubungan satu sama lainnya udah mulai terjalin mulus. Kejadian lucu, bikin ketawa, bikin kesel, bikin pengen nabok, berebut kamar mandi, dan masih banyak lagi. Insyaallah masih ada (lebih kurang) 4-5 bulan lagi bareng mereka. I heart you all, guys. Mari taklukkan pelajaran-pelajaran itu! Kepalkan tangan ke atas!

Album foto:
Foto hari pertama. (masih 18 orang)
Kemacetan di perempatan dekat tempat tinggal (foto ini punya orang lain)
Cukong & pak Eka ngerjain soal
Tak ada yang tau apakah akhirnya tangan mereka saling berpegangan/tidak

Pasti lagi menghapal nih, pasti!
Ini pasti lagi menghayati lirik lagu.
Lagi di kelas Generation Y
Pengungsi berdasi
Kembali ke kasur masing-masing
Lagi meeting malam
"Lihat  bintang itu? Aku ingin berkelip seperti itu di hatimu" #eeaaa
Menu nasgor pun ga luput difoto
Ini gue yang jadi tukang fotonya
Cukong belajar
Renang malem
Ini waktu banjir Jakarta, Alhamdulillah ga sampe masuk pekarangan.