5.14.2017

Biru Dongker Lengan Panjang

Kebingungan menunggu dua belas angka yang seharusnya menjadi sahabat ketika pulang membuat badan berkeinginan untuk rebah sejenak. Sekitar tiga puluh kemudian kata-kata panjang itu merayap masuk tanpa persiapan, dibaca dengan seksama lalu kaget bukan kepalang karena lawan diam sudah berdiri sempurna di lantai dasar. Jika ada pengeras suara mungkin keheningan menjadi pecah hanya karena dentuman nadi seluruh nyawa bergerak kencang pada saat itu. Mendinginkan suhu di meja bundar sambil menerawang jauh ke arah vertikal, entah apa yang menahan rasa ledakan tapi jelas ini adalah kapital R yang kuat yang tak bisa diraih. Scene berganti dari awan ke lawan. Kalimat bergulir menjadi ucapan demi ucapan yang sangat menyayat. Rasa ledakan berubah melahar, dipotong jeda ibadah lalu lanjut bercengkrama bersama di pinggir persegi panjang. Campur aduk seperti krayon yang patah kecil-kecil dan semuanya berada dalam satu kotak pensil dan tumpah. Biru dongker lengan panjang punya aroma yang khas saat didekati ke indera penciuman. Sudah dekat tapi terasa sangat sulit dijangkau. Di bagian ini yang mewajibkan hari berikutnya harus bisa mengubah biasa. Dari yang ada menjadi sunyi. Seperti ingin melampaui minggu supaya bisa mendayung lagi dari dermaga patah. Ini memang sebuah penutup yang dimau, Semesta pasti sudah memberi episode yang sesuai dengan kemampuan diri. Terima kasih untuk lebih kurang sembilan puluh waktu jilid empat. Senyuuum...

3.28.2017

Memaksakan Diri

Semua berawal dari membaca judul-judul postingan yang dishare oleh teman-teman sesama blogger di grup Whatsapp, I was like... Keren ya mereka sampai sekarang masih konsisten dalam membuat konten blognya, apapun jenis blog mereka; baik daily blog, traveling blog, book lover blog, dsb. Mereka yang sejak awal tahun sudah berniat kapan dan berapa jumlah postingan yang akan mereka publish di blog mereka selama setahun ini membuat saya merasa terpanggil untuk melakukan hal yang sama.

Now, here I am! Memaksakan diri untuk menulis dan bercerita lagi di blog yang sudah sepi pengunjung dan bersarang laba-laba ini. That's okay, selagi masih ada internet dan laptop yang mendukung kegiatan blogging, saya akan berusaha berbagi cerita tentang kehidupan di sini, mengasah otak untuk berpikir dan membahas sesuatu yang sedang hangat dibicarakan. Walaupun sebenarnya kegiatan yang lebih prioritas masih banyak untuk diselesaikan, but I need to write something on my blog untuk sekedar melepas lelah.

Memaksakan diri untuk melakukan hal-hal baik dan bermanfaat adalah tindakan yang benar ketika kita merasa sudah terlalu lama terjebak pada sifat malas. Perlu sebuah trigger atau pemicu supaya rasa malas itu bisa dikalahkan. Misalnya, di bulan pertama di tahun 2017 ini saya sudah menuliskan daftar-daftar keinginan yang harus diselesaikan atau bahasa kerennya resolusi awal tahun, hahaha. Salah satunya adalah mau konsisten ngeblog yang jumlah postingannya lebih banyak dari tahun sebelumnya. Dengan memaksakan diri seperti sekarang, akhirnya muncul juga postingan pertama di 2017, tinggal mengatur kapan dan tentang apa postingan selanjutnya. 

Ngomong-ngomong, tampilan beranda Blogger sekarang udah berubah ya, trus udah punya template baru. Akhirnya dia mengikuti perkembangan jaman. Saking lamanya ga buka blog, sampai takjub lihat perubahannya, hihihi. Good job, Blogger! Semakin menarik semakin menambah semangat buat ngeblog.

12.09.2016

Sayang Mereka

Kadang-kadang sempat berpikir apakah tindakan yang sudah saya lakukan untuk orang-orang yang saya sayangi membuat mereka merasa disayangi? Rasa takut akan mengecewakan mereka selalu menjadi sebuah hal yang rumit bagi saya. Apakah yang saya lakukan itu adalah tindakan terbaik buat mereka? Saya tidak bisa menilainya sendiri karena itu saya butuh masukan dari mereka. Saya ingin tahu bagaimana caranya menjadi seseorang yang sesuai standar mereka agar mereka sepenuhnya merasakan kasih sayang saya. Saya menyayangi mereka dengan sepenuh hati. Saya hanya ingin yang terbaik untuk mereka. 

11.19.2016

Ojek Online

Bagi penduduk yang bermukim dan bekerja di kota besar seperti Jakarta dan sejenisnya, mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ojek online. Siapa yang mau menunggu lama-lama di tengah kemacetan kota? Atau merasa terjebak di dalam sebuah mobil hanya karena kelamaan menunggu mobilnya maju selepas lampu merah perempatan yang jumlah kendaraannya bisa dikategorikan tidak wajar. Rasa ingin cepat sampai di tujuan akhirnya diwadahi dengan adanya trend ojek online yang sudah mulai "beroperasi" sejak tahun 2010/2011. Memang sih, ojek konvesional sudah ada sejak jaman dahulu kala, namun berkat adanya teknologi ponsel genggam pintar atau lebih sering disebut smartphone, ojek online ini mulai menjadi bagian dari kebutuhan penduduk kota besar seperti Jakarta.

Ada Beberapa Aplikasi 
Since I moved to Jakarta in the beginning of this year, I have installed the ojek apps on my phone and been using them for anything I need. I have at least three apps for just in case if one of them is having trouble or something like that. First time using it, I felt special because after I booked, the driver phoned me and came to my location, which I didn't need to get out of my place to look for conventional ojek, the driver automatically knew where I was. And made me thinking: these apps are cool! 

Ke manapun saya merasa butuh transportasi cepat, saya biasanya menggunakan ojek online dan hasilnya rata-rata memuaskan. Pengalaman paling jauh naik ojek online itu adalah ketika harus ke Rawamangun dari Bintaro dan memakan biaya Rp 50.000,- 😂 Ga mungkin segitu kalau pakai taksi, belum dengan macet jalanan. Bawa tas besar dan printer yang saya pangku di bawah guyuran gerimis pagi hari, sampai di Rawamangun kaki pegal 😳. Abang ojeknya saya beri rating bintang lima di aplikasinya karena sabar dalam perjalanan sejauh itu.

Saya di satu pagi
Talking about rating, I have my own method on how to rate the drivers. Start from 5 stars: it is for the driver who comes to my location less than 3 mins; offers me the face mask in the first place without I'm asking for it; drives safely and has some things to talk to me while driving. The 4 stars: it is for the driver who gives me the face mask because I ask for it;  and comes to my location more than 5 mins. And then 3 stars: it is for the driver who did my-4-stars-thing plus drive unsafely and doesn't say something even one word while driving, it sucks and makes me bored. I seldom give 2 or 1 star for the drivers, because I know it will affect to the driver's performance. Well, I'm a good man, right? 😁 

Dari segi ongkos, beberapa perusahaan ojek online yang saya instal selalu bersaing dalam merebut hati pelanggannya, mulai dari menawarkan diskon potongan goceng, ceban, diskon 25%, 50%, bahkan ada yang memberikan free untuk pelanggan yang baru pertama kali menggunakannya. Itulah alasan mengapa saya punya aplikasi ojek online sedikitnya tiga macam, karena jika ada yang punya diskonan lebih banyak saya pasti akan menggunakan aplikasi itu, atau jika keduanya sama-sama memberikan diskon, biasanya saya memutuskan memakai ojek online yang aplikasinya tidak berat jika dijalankan. Selalu ada pilihan, kan?! Hihihi. 

Friend of mine
Now I don't use the apps frequently because I got my own motorcycle. I feel happy because I don't spend the money for paying the online ojek daily anymore. Hahaha 😂. But the apps will be always there on my phone because I know I need them for another necessary thing.

9.25.2016

Bad Influence of @awkarin’s Account On Instagram for Young Generation

Instagram is one of the most successful social media based on photo and video sharing method. It is used by 500 million active users until June 2016. It enables its users to take pictures and videos, and share them either publicly or privately on the app. I am also one of the active users who use it every day for entertainment. I have been following many accounts with average ages ranging between 15 until 45. 

One day I found a controversial account that all of people talk about. Who doesn’t know Karin Novilda a.k.a Awkarin? She is now famous because her photos show extremely inappropriate poses for her age. In fact she’s still 19 and she has more than 900K followers, mostly teenagers. In addition, every move she does was always be shared on her account, such as bad words, the caption she wrote, her poses with the boyfriend (now he is just the ex), the kissing scene, etc. She swears a lot. Those will be very dangerous impact for our young generation.

What Awkarin does is probably just seeking for attention but in a wrong way. Generally, teenagers do it because they don’t get the attention from the family, so they do whatever they like. Above all, this Awkarin was the best student who got the highest ranking in National Exam in Riau, and it means she is not a stupid student. But look at her now, she lives in Jakarta with bad lifestyle, clubbing, smoking, drinking, wearing mini shirt and skirt and worst of all, after graduating from the senior high school she tattooed her arm. We all can see it from her social media accounts especially her Instagram. 

This Awkarin phenomena should be our lesson. It is time for us to take care of our young generation, don’t let them do beyond their capacity as teenagers. Awkarin gives the bad impact, it’s proven by the comments from her followers saying that her relationship style or lifestyle is their goals. I’m afraid that they will be the next Awkarins and someday this young generation will lead this country and imagine what will this country be? The government should take the real act, they should be more serious about blocking the negative content on internet. When young generation are allowed to do whatever they want to do without being controlled by government, they will head to nothing.



I attended an English Writing workshop in my campus and I was asked to make an editorial, and this is my first editorial about the latest current issue. And FYI, my first English posting ever, since this editorial have reviewed by the instructor and she said this is ready to post. XD

8.10.2016

Berhenti

Tidak pernah seperti ini berlarut-larut, si obat pencahar selalu berhasil menyuci isi perut dan semua kantong pertahanan sampai yang tersisa hanya muak yang menggunung. Ke mana sang coder sedemikian tega menambahkan kode-kode ganas seganas magma? Kemudian sang coder memberitahu dengan tersirat kalau inilah pilihannya, dipilih lalu dibuang. Masih bisa? Masih ingin? Katakan saja tidak dan jangan sentuh hurufnya lagi.