Senin, 22 April 2013
(hari ke-2)
Schedule padat. Dari bangun pagi sampai jam tidur, semuanya diisi dengan kegiatan yang membutuhkan fisik yang kuat, terutama kaki. Ada kegiatan baris berbaris (bahkan berjam-jam), lanjut ke masa orientasi: guling-guling di becek, merayap, tiarap, jalan jongkok, segala bentuk pokoknya. Baju belum kering, kami semua
dipaksa masuk got, merayap di gorong-gorong. Nah mulai di sini masuk ke materi Pengenalan Medan. Materi ini berjenis: jalan kaki mengenali medan sekitar tempat pelatihan, mungkin jarak yang kami tempuh kira-kira 20 Km sampai ke
finish. Kerennya, HUJAN turun. Pasrah
deh. Jalanan becek dan berlumpur. Sepatuku menjelma menjadi monster bermulut lebar. Hahahancuuuur.
Hari ini bisa masuk ke dalam kategori hari paling sempurna. Baru hari kedua saja, kami semua sudah dikejutkan dengan teriakan dan kehebohan ala penduduk yang rumahnya kebakaran. Tengah malam. Semua gelap, lampu sengaja dimatikan oleh tentara pelatih. Semua bangun (walaupun nyawa belum terkumpul), ambil dan pakai seragam, cari kaos kaki, pasang sepatu, ambil topi, lari ke tengah lapangan. Bagi yang tidak lengkap, kena hukuman push-up 40 kali. Hahaha.
Selasa, 23 April 2013 (hari ke-3)
Masih dengan materi yang berkutat dengan baris berbaris. Berlajut ke Lintas Medan. Antusias sekali teman-teman saat diberitahu jarak yang harus ditempuh cuma setengah dari hari sebelumnya. Namun kenyataan berkata lain, medannya lebih sadis walaupun jarak tempuh lebih pendek dari hari sebelumnya. Saat itu aku pikir aku butuh sepatu baru. T,T
Sedang sedih memikirkan nasib sepatuku yang bawahnya semakin memisahkan diri dengan atasnya, tiba-tiba seorang pelatih menghampiri dan menanyakan keadaan sepatuku. "Saya punya sepatu cadangan di sana, kalau kamu mau pakai, silakan. Saya tidak tega melihat anak asuh berkegiatan dengan sepatu yang udah
mangap begitu" kata si bapak. Aiiih, aku terharu. Terima kasih ya, Pak. Sepatunya sangat menolong saya menyambung hidup selama di wamil ini. :')
Mulai hari ini sampai hari Kamis, ada materi baru: Bela Diri. Materi ini yang lumayan mengasyikkan. Diajari teknik dasar dalam bela diri, jurus-jurus dan kunci-kunci dasar yang bisa dijadikan bekal di masa yang akan datang. Semua materi yang diberikan dari hari pertama sampai terakhir itu ada ujiannya (praktek dan tulisan). Jadi, siap-siap saja.
----scene dipercepat----
Kamis dan Jumat, 26 & 26 April 2013 (hari ke-5 & 6)
Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta wamil. Team Building and Outbond! Yeaiy! Dengan mengundang tim outbond dari Jakarta, kami semua dibagi menjadi 4 grup yang berjumlahkan lebih kurang 19 atau 20 orang. Kegiatan seru dua harian penuh. Sangat mengasyikkan. Yel-yel dari masing-masing grup yang bernuansa persatuan. Games yang mengajarkan kami semua tentang hal kepemimpinan dan kekompakan, dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. hahaha.
Oh ya, grupku menjadi the best team. Good job, Palapa! (tos botol Pocari Sweat)
Malam Jumat kliwon, waktu itu bulan purnama penuh, ada materi baru: Caraka Malam. Semua peserta wamil wajib ikut tanpa kecuali. Kegiatan ini mulai setelah sholat Maghrib dan makan malam. Kami semua dikumpulkan di tengah lapangan di tengah hutan untuk kemudian dilepas satu-satu. Berjalan di jalan setapak di dalam hutan, hanya berpedoman pada penunjuk arah yang sudah disiapkan oleh pelatih. Aku berada di urutan terakhir, paling akhir, betul-betul urutan ke-77. Ada rasa was-was menyelimuti ketika melihat gelapnya hutan di depan, jalan setapak yang becek karena sore harinya hujan, tak bersuara. Kalau berjalan yang terdengar hanya bunyi pijakan kaki yang masuk ke becek. Sesekali bunyi burung hantu dan binatang lainnya yang aku tak tau binatang jenis apa. Jejak kaki babi hutan bisa dilihat dengan jelas ketika sinar bulan purnama masuk ke sela-sela hutan dan menerangi jalan setapak. Aku terus berdoa semoga tidak diganggu setan dan diseruduk babi hutan, LOL. Memang malam yang berkesan namun mendebarkan. Dan kami semua selamat sampai garis
finish. Alhamdulillah :D
Sabtu, 27 April 2013 (hari ke-7)
Tak ada hari yang ditunggu-tunggu selain hari ini. Hari terakhir di barak yang penuh memori bagus dan berkesan. Semua wajah tampak sumringah ketika bangun pagi. Menjelang sarapan dan apel pagi, beberapa orang termasuk aku sibuk mengepak barang-barang agar tidak ada barang yang ketinggalan. Karena pulang ke Jakarta telah dijadwalkan pukul 10.00 pagi. Semangat '45 berkobar saat dilakukannya upacara penutupan. Semuanya tersenyum, semuanya terharu dan terlebih lagi semuanya girang ketika bus yang menjemput kami sudah
standby di depan gerbang. Mamaaak, aku pulaaaaang.... (lari-lari slow motion mengejar bus)
Tulisan ini aku dedikasikan sekaligus ingin berterimakasih untuk:
- BMK (Bhakti Manunggal Karya) Karawang
- para pelatih (spesial untuk pelatih yang meminjamkanku sepatu cadangan)
- barak
- hutan-hutan
- nyamuk hutan
- lebah kuning gila yang telah menyengatku! Terimakasih telah memberi bekas di pipi.
- teman-teman peserta wamil
Tidak lengkap sebuah postingan tanpa foto-foto. Selamat menikmati...
 |
| Hutan di depan barak |