Bad Influence of @awkarin’s Account On Instagram for Young Generation

  • 0
Instagram is one of the most successful social media based on photo and video sharing method. It is used by 500 million active users until June 2016. It enables its users to take pictures and videos, and share them either publicly or privately on the app. I am also one of the active users who use it every day for entertainment. I have been following many accounts with average ages ranging between 15 until 45. 

One day I found a controversial account that all of people talk about. Who doesn’t know Karin Novilda a.k.a Awkarin? She is now famous because her photos show extremely inappropriate poses for her age. In fact she’s still 19 and she has more than 900K followers, mostly teenagers. In addition, every move she does was always be shared on her account, such as bad words, the caption she wrote, her poses with the boyfriend (now he is just the ex), the kissing scene, etc. She swears a lot. Those will be very dangerous impact for our young generation.

What Awkarin does is probably just seeking for attention but in a wrong way. Generally, teenagers do it because they don’t get the attention from the family, so they do whatever they like. Above all, this Awkarin was the best student who got the highest ranking in National Exam in Riau, and it means she is not a stupid student. But look at her now, she lives in Jakarta with bad lifestyle, clubbing, smoking, drinking, wearing mini shirt and skirt and worst of all, after graduating from the senior high school she tattooed her arm. We all can see it from her social media accounts especially her Instagram. 

This Awkarin phenomena should be our lesson. It is time for us to take care of our young generation, don’t let them do beyond their capacity as teenagers. Awkarin gives the bad impact, it’s proven by the comments from her followers saying that her relationship style or lifestyle is their goals. I’m afraid that they will be the next Awkarins and someday this young generation will lead this country and imagine what will this country be? The government should take the real act, they should be more serious about blocking the negative content on internet. When young generation are allowed to do whatever they want to do without being controlled by government, they will head to nothing.



I attended an English Writing workshop in my campus and I was asked to make an editorial, and this is my first editorial about the latest current issue. And FYI, my first English posting ever, since this editorial have reviewed by the instructor and she said this is ready to post. XD

Berhenti

  • 1
Tidak pernah seperti ini berlarut-larut, si obat pencahar selalu berhasil menyuci isi perut dan semua kantong pertahanan sampai yang tersisa hanya muak yang menggunung. Ke mana sang coder sedemikian tega menambahkan kode-kode ganas seganas magma? Kemudian sang coder memberitahu dengan tersirat kalau inilah pilihannya, dipilih lalu dibuang. Masih bisa? Masih ingin? Katakan saja tidak dan jangan sentuh hurufnya lagi.

Pertama si Dua Jari

  • 1
Berdua tahu kalau pernah sama berjalan di setapak kecil. Sebenarnya pertama tidak lagi berbunyi namun selalu terdengar karena kehebatan zaman yang sudah berkembang. Dipertemukan semesta dengan Origami Biru yang dulu memperindah setapak kecil itu. Sekarang dipisah, tetapi terhubung melalui dua logo. Pernah mengajarkan tentang hidup yang sederhana, mengubah sekotak korek api menjadi kapal terbang, menghargai hal kecil, dan banyak lagi. Kini bisa lega karena melihat Pertama berlayar dengan kapal yang megah berwarna merah muda yang layarnya akan selalu terkembang tegap. Jangan takut, tidak akan merusaknya karena melihatnya saja sudah seperti mendapat piala nobel, itu berharga. Jika terbaca, senyumlah karena doa-doa tadi siang menjatuhkan dinding tinggi yang pernah dibangun oleh situasi hitam dulu. Semua bersih sekarang, air-air yang membasuhnya. Berlayarlah menjauh mencari benua impian. Ditolong oleh doa-doa. Amin.

Surat Di Dua Kertas Putih

  • 1
Dua puluh dan dua puluh lima. Di angka tersebut Surat mendarat di tangan dengan sejumlah doa dan harapan yang mulia dari sang pengirim. Dua Surat jadi penanda bahwa kita tidak remaja dan bisa bertanggung jawab di tahun-tahun ke depan. Tulisan yang serupa dan lipatan yang belum pernah diganti punya tempat tersendiri di folder kulit bajakan. Sesekali membukanya sengaja untuk menyadarkan bahwa dulu kamu diinginkan dan dicinta, maka jangan lupa bersyukur untuk hal itu. Pesan terselip di dua Suratnya punya inti seperti meminta untuk jangan pernah berubah. Jawabnya tidak, tidak akan pernah berubah karena sejak dulu hingga kini, saya tetap orang yang sama. Itu sekilas beritanya. Sampai warna dua kertas putih itu menghitampun, saya tetap saya, seperti yang kalian kenal. Senyuuum...

Enjoy It While It Lasts

  • 1
Semua yang sudah dilalui pasti mengajarkan sesuatu yang berharga, entah itu mengajarkan tentang kesabaran, kegigihan, keikhlasan, ataupun menghargai sesuatu. Semua yang sedang kita hadapi pasti akan menghasilkan pemikiran tentang bagaimana mencari jalan keluar dengan menggunakan rumus tersingkat tanpa ada yang disia-siakan. Dan semua yang belum kita hadapi akan selalu menjadi misteri di dalam kehidupan ini, namun dengan pengalaman saat ini dan yang sudah-sudah, semua yang belum kita hadapi menjadi tidak begitu mengerikan jika kita menikmati proses sekarang dan menghargai hasil yang pernah kita dapatkan. Jadi, nikmati selagi itu berlangsung. Resapi apa yang sedang dihadapi, sebab ketika itu tidak lagi terjadi setidaknya kita bisa tersenyum sambil menutup mata memikirkan betapa indahnya proses jika kita 'hadir secara utuh' sebelum itu berakhir. Tersenyum...

(Padang, 25 Juni 2016, 08:30)

Menghargai dan Mencintai

  • 3
Tidak sedikit orang bertanya pada saya akhir-akhir ini: siapa gandengan/gebetan/pasangan/pacar (or whatever they call it) saya sekarang? Tidak sedikit pula orang memberi masukan dan agak sedikit menakut-nakuti saya perihal jodoh. Kelamaan sendiri bisa mengakibatkan gila, kata mereka. Mungkin benar kalau yang mereka maksud adalah hidup sendiri di sebuah ruangan, tanpa ada alat komunikasi, alat elektronik, dan alat lainnya yang menopang kehidupan modern saat ini. Itu baru masuk akal dan memang bisa bikin gila. Namun kalau kondisinya masih berada di sekitar banyak orang, berinteraksi dengan yang lain bisa dilakukan secara langsung atau menggunakan alat, rasanya tidak gampang menjadi gila seperti yang mereka maksud. Anyway, semua orang berhak menetapkan keinginan hati untuk sendiri, berdua, bertiga, berempat, terserah berapa jumlahnya, asalkan mereka (sesuai jumlah tadi) sama-sama bahagia, tidak saling menyakiti dan membohongi diri sendiri. Seperti sekarang, setelah melewati berbagai kejadian yang bisa dikatakan setengah gila karena terlalu fokus pada hal lain, saya menyadari bahwa menjadi single adalah hal yang menyenangkan, sebab pikiran saya jadi tidak terlalu rusak untuk hal-hal rumit. "I've been thinking that the time we have to be single, is really the time to get good at being alone. But how good at being alone do we really want to be?" kata Alice di film How To Be A Single. Yaaa... Ditanyain tuh kepengennya seberapa baik menjadi single, well, mungkin bagi saya itu seberapa lama mau sendirian. Jawabannya tergantung seberapa pulih kondisi hati suatu hari nanti untuk mampu menghadirkan sosok baru. Sosok yang tidak akan kita dikecewakan karena kita tidak lagi mengingat masa-masa sulit karena itu sudah dilewati, yang kita ingat hanya bagaimana asyiknya memiliki sosok baru dan mencoba bahagia dengan keadaan baru. "The thing about being single is, you should cherish it." kata si Alice lagi di film yang sama. Jadi, kalau ada yang nanya macam-macam, bilang ke mereka "quality time dengan diri sendiri dulu nih", karena dengan itu kita tau bagaimana cara menghargai dan mencinta diri sendiri.