Cerita Wajib Militer

22
COM
Aku ingat persis, Minggu 21 April 2013, satu angkatan yang biasanya bangun jam 06.00 lebih, pada hari itu sudah harus berada dalam keadaan beres, wangi, ganteng, dan siap tempur pukul 05.30. Sebelumnya sudah diperingatkan oleh ketua rombongan untuk turun ke bawah tidak boleh lebih dari jam 06.00 pagi, karena bus yang akan membawa kami pergi ke suatu tempat akan berangkat tepat waktu.  Jawaban “siap, Pak!” yang dilontarkan hanya wacana, kenyataannya kami yang berada dalam satu unit apartemen turun pada jam 06.10. Alhasil, dapat semprotan 'cairan cabe rawit' oleh ketua rombongan sebelum masuk bus. Hahaha.  “Karawang, are you ready to be shaked?” (yang di Karawang sudah siap digoyaaaang?? -red)

Perjalanan dari Jakarta menuju Karawang tidak memakan waktu yang lama, sekitar dua jam. Melewati tol, keluar masuk hutan, melewati kuburan elit (San Diego Hills), masuk perkampungan, masuk hutan, dan finally bus kami sampai di gerbang kawasan menyeramkan, tempat wajib militer yang menjadi langganan karyawan-karyawan kantor , ngewamil juga mereka di sini.

Pemandangan yang jauh berbeda dari Jakarta bisa dirasakan setelah turun dari bus. Udara segar, terdampar di hadapan mata tumbuhan hijau di sana-sini (bilang aja HUTAN!) Cuma ada sebuah pabrik alat berat di sebelah kiri, tapi jauh. Hal pertama yang dilakukan setelah turun dari bus? Mudah ditebak sih, jalan jongkok! Berasa ospek ga sih? Yeah... Jalan jongkok mulai dari gerbang sampai mendekati lapangan upacara, kira-kira bisa bikin orang yang hamil muda bisa melahirkan anaknya cepat, menyakitkan banget!

----scene dipercepat----

Setelah apel dan dapat seragam, saatnya pembotakan masal. Jumlah total karyawan yang ikut wamil kali ini berjumlah 77 orang. Ada sekitar 40 lebih laki-laki mengantri dengan ikhlas di hadapan tukang cukur langganan sang komandan. Perempuan sih santai, duduk-duduk sembari berkomentar tentang rambut kami yang mengalami kerontokan secara serentak itu. Di pojok aula yang besar, dua tukang cukur langganan sang komandan itu selesai melaksanakan tugasnya dalam waktu lebih kurang dua jam. Hebat! Amazing! Nasibku? Ya botak lah, botak khas ABRI.

Jadwal yang berlaku dalam kawasan yang bernama BHAKTI MANUGGAL KARYA atau yang lebih familiar dengan sebutan BMK itu antara lain (untuk satu minggu ke depan):
  1. Bangun jam 04.30
  2. Senam pagi 05.00
  3. Mandi pagi 05.30
  4. Makan pagi 06.00
  5. Apel pagi 06.30
  6. Kegiatan fisik/militer seabrek-abrek mulai pukul 07.00 – 10.00
  7. Snack 10.00
  8. Kegiatan fisik/militer seabrek-abrek lagi mulai pukul 10.00 – 12.00
  9. Makan siang 12.00
  10. Istirahat dan sholat sampai 13.00
  11. Pukul 12.50 peluit komandan dan antek-anteknya sudah berbunyi
  12. Kegiatan fisik/militer seabrek-abrek lagi mulai pukul 13.00 – 16.00
  13. Apel sore 16.30-17.00
  14. Istirahat, mandi dan sholat Maghrib
  15. Makan malam 18.00
  16. Kegiatan/materi di aula sampai jam 21.00
  17. Apel malam sampai 21.30
  18. Kembali ke barak
  19. Tidur harus jam 22.00, kalau tidak dapat hukuman, soalnya mata-mata banyak.
  20. Kembali ke urutan 1

Peraturan yang paling menyiksa utama:

  1. Tidak boleh mengantongi/memainkan/melihat/menyentuh handphone sampai semua kegiatan selesai, means jam 22.00.
  2. Makan dengan sendok dan garpu, tidak boleh berbunyi, duduk tegap. Sendok yang harus menghampiri mulut, bukan mulut yang nyosor ke sendok.
  3. Rela mandi kilat, sikat gigi kilat, sholat kilat. Apapun serba kilat.
  4. dll.
----scene dipercepat----


Senin, 22 April 2013 (hari ke-2)
Schedule padat. Dari bangun pagi sampai jam tidur, semuanya diisi dengan kegiatan yang membutuhkan fisik yang kuat, terutama kaki. Ada kegiatan baris berbaris (bahkan berjam-jam), lanjut ke masa orientasi: guling-guling di becek, merayap, tiarap, jalan jongkok, segala bentuk pokoknya. Baju belum kering, kami semua dipaksa masuk got, merayap di gorong-gorong. Nah mulai di sini masuk ke materi Pengenalan Medan. Materi ini berjenis: jalan kaki mengenali medan sekitar tempat pelatihan, mungkin jarak yang kami tempuh kira-kira 20 Km sampai ke finish. Kerennya, HUJAN turun. Pasrah deh. Jalanan becek dan berlumpur. Sepatuku menjelma menjadi monster bermulut lebar. Hahahancuuuur.

Hari ini bisa masuk ke dalam kategori hari paling sempurna. Baru hari kedua saja, kami semua sudah dikejutkan dengan teriakan dan kehebohan ala penduduk yang rumahnya kebakaran. Tengah malam. Semua gelap, lampu sengaja dimatikan oleh tentara pelatih. Semua bangun (walaupun nyawa belum terkumpul), ambil dan pakai seragam, cari kaos kaki, pasang sepatu, ambil topi, lari ke tengah lapangan. Bagi yang tidak lengkap, kena hukuman push-up 40 kali. Hahaha.

Selasa, 23 April 2013 (hari ke-3)
Masih dengan materi yang berkutat dengan baris berbaris. Berlajut ke Lintas Medan. Antusias sekali teman-teman saat diberitahu jarak yang harus ditempuh cuma setengah dari hari sebelumnya. Namun kenyataan berkata lain, medannya lebih sadis walaupun jarak tempuh lebih pendek dari hari sebelumnya. Saat itu aku pikir aku butuh sepatu baru. T,T
Sedang sedih memikirkan nasib sepatuku yang bawahnya semakin memisahkan diri dengan atasnya, tiba-tiba seorang pelatih menghampiri dan menanyakan keadaan sepatuku. "Saya punya sepatu cadangan di sana, kalau kamu mau pakai, silakan. Saya tidak tega melihat anak asuh berkegiatan dengan sepatu yang udah mangap begitu" kata si bapak. Aiiih, aku terharu. Terima kasih ya, Pak. Sepatunya sangat menolong saya menyambung hidup selama di wamil ini. :')
Mulai hari ini sampai hari Kamis, ada materi baru: Bela Diri. Materi ini yang lumayan mengasyikkan. Diajari teknik dasar dalam bela diri, jurus-jurus dan kunci-kunci dasar yang bisa dijadikan bekal di masa yang akan datang. Semua materi yang diberikan dari hari pertama sampai terakhir itu ada ujiannya (praktek dan tulisan). Jadi, siap-siap saja.

----scene dipercepat----

Kamis dan Jumat, 26 & 26 April 2013 (hari ke-5 & 6)
Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta wamil. Team Building and Outbond! Yeaiy! Dengan mengundang tim outbond dari Jakarta, kami semua dibagi menjadi 4 grup yang berjumlahkan lebih kurang 19 atau 20 orang. Kegiatan seru dua harian penuh. Sangat mengasyikkan. Yel-yel dari masing-masing grup yang bernuansa persatuan. Games yang mengajarkan kami semua tentang hal kepemimpinan dan kekompakan, dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. hahaha.
Oh ya, grupku menjadi the best team. Good job, Palapa! (tos botol Pocari Sweat)

Malam Jumat kliwon, waktu itu bulan purnama penuh, ada materi baru: Caraka Malam. Semua peserta wamil wajib ikut tanpa kecuali. Kegiatan ini mulai setelah sholat Maghrib dan makan malam. Kami semua dikumpulkan di tengah lapangan di tengah hutan untuk kemudian dilepas satu-satu. Berjalan di jalan setapak di dalam hutan, hanya berpedoman pada penunjuk arah yang sudah disiapkan oleh pelatih. Aku berada di urutan terakhir, paling akhir, betul-betul urutan ke-77. Ada rasa was-was menyelimuti ketika melihat gelapnya hutan di depan, jalan setapak yang becek karena sore harinya hujan, tak bersuara. Kalau berjalan yang terdengar hanya bunyi pijakan kaki yang masuk ke becek. Sesekali bunyi burung hantu dan binatang lainnya yang aku tak tau binatang jenis apa. Jejak kaki babi hutan bisa dilihat dengan jelas ketika sinar bulan purnama masuk ke sela-sela hutan dan menerangi jalan setapak. Aku terus berdoa semoga tidak diganggu setan dan diseruduk babi hutan, LOL. Memang malam yang berkesan namun mendebarkan. Dan kami semua selamat sampai garis finish. Alhamdulillah :D

Sabtu, 27 April 2013 (hari ke-7)
Tak ada hari yang ditunggu-tunggu selain hari ini. Hari terakhir di barak yang penuh memori bagus dan berkesan. Semua wajah tampak sumringah ketika bangun pagi. Menjelang sarapan dan apel pagi, beberapa orang termasuk aku sibuk mengepak barang-barang agar tidak ada barang yang ketinggalan. Karena pulang ke Jakarta telah dijadwalkan pukul 10.00 pagi. Semangat '45 berkobar saat dilakukannya upacara penutupan. Semuanya tersenyum, semuanya terharu dan terlebih lagi semuanya girang ketika bus yang menjemput kami sudah standby di depan gerbang. Mamaaak, aku pulaaaaang.... (lari-lari slow motion mengejar bus)

Tulisan ini aku dedikasikan sekaligus ingin berterimakasih untuk:

  • BMK (Bhakti Manunggal Karya) Karawang
  • para pelatih (spesial untuk pelatih yang meminjamkanku sepatu cadangan)
  • barak
  • hutan-hutan
  • nyamuk hutan
  • lebah kuning gila yang telah menyengatku! Terimakasih telah memberi bekas di pipi.
  • teman-teman peserta wamil

Tidak lengkap sebuah postingan tanpa foto-foto. Selamat menikmati...

Hutan di depan barak
ITDP batch 2 di depan pintu barak
di dekat area apel luar biasa
diajak foto bersama dengan gadis-gadis dari MDP 38
another pose
Hahaha
di tangga menuju barak
Palapa, the best team.
Sempat berfoto sebelum lanjut kegiatan siang (Indra, saya, Putra, Willy)
tempat tidur ternyaman
Daniel, teman sebarak.
hobinya ngumpul di kamarku.

sepatu pelatih yang saya pinjam
di bus menuju pulang

waktu rambut masih bisa dikibas-kibaskan

Quick Post Sebelum Wajib Militer

8
COM
Halo. Assalamu'alaikum wr. wb.
Masih dengan pemilik blog yang jarang posting ini. Bagaimana kabar kalian? Kabarku? Deg-degan.
Minggu besok aku akan berangkat ke daerah Karawang, kurang tau juga tepatnya di mana, tapi info yang udah dilaunching sama pihak kantor sudah fix di daerah Karawang. Hahaha.
Wajib militer untuk karyawan yang masuk dalam Delevopment Program akan segera dilaksanakan. Aku sebenanya masih bertanya-tanya kenapa mesti ada kegiatan itu untuk karwayan sebuah bank. Oh, kalau dipikir-pikir sebenarnya untuk melatih kedisiplinan. Mungkin bagi orang yang tidak terbiasa bangun pagi, harus bangun di jam 4 subuh. Tenang, aku termasuk ke dalam golongan orang yang biasa bangun jam 5. Semoga bisa bangun satu jam lebih awal waktu wamil besok. (amin) hahahaha. Kata senior masih banyak lagi hal-hal menarik di wamil itu. Ok, aku harap semoga benar-benar menarik dan tidak membosankan. "Ya, paling capek seluruh badan, hahahaha" tambah senior.
Oh satu lagi, syarat wajib ikut kegiatan wamil ini adalah ikhlas rambut yang lagi keren-kerennya ini dibuat botak oleh tentara di sana nanti. It's okay. IT'S OKAY!!!! XD :))

Well, readers. Doakan aku sehat selama kegiatan di sana ya... Doakan aku selamat pulang pergi. Doakan aku berhasil melewati satu minggu terberat itu. Aku pasti bisa melewatinya! Aku pasti bisa!!! Amin. Terima kasih.

Ferdi pamit.
See you. :D

Dari 09.08 ke 811A (Part 2, tamat)

23
COM
Assalamu'alaikum, wr.wb.
Sudah bulan April rupanya. Pantas aku rindu sekali ingin cerita banyak hal lagi di sini. Apa kabar kalian di sana? Semoga sehat selalu dan semoga yang lagi sakit cepat diberi kesembuhan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Rencananya mau sambung cerita yg di postingan sebelum ini dengan judul yang sama tapi part 2-nya, mungkin judulnya aja kali ya yang berbeda, isi ceritanya nyambung kok dari postingan yg part 1.
So, setelah lebih kurang 2 bulan pelatihan in class di pusat pelatihan yg disediakan kantor, sekarang saatnya terjun langsung ke divisi IT yang nantinya akan menjadi rumah kedua setelah asrama.

Bicara soal asrama, kami semua sekarang udah ga di bilangan utara dari Ibukota lagi, udah dipindah ke asrama baru di daerah Grogol (tunggu, masuk Grogol ga sih? hahaha). Sebuah asrama yang baru di bangun di atas sebuah mall, sebut saja mall pusat henpon (MPH), yang katanya angker banget itu, halah. Dapat kamar yang masih virgin, masih belum pernah ditempati oleh siapapun. Kasur masih baru, sprei dan bantal masih wangi barang baru, gorden yang keren, lemari yang masih wangi kayu baru, hhmmm... We're all happy!!!

Sekarang kemana-mana udah ga terlalu jauh seperti saat di asrama awal. Naik angkot sekali bisa sampe ke stasiun Tanah Abang. Jalan dikit ke kiri sekitar 5 menit, ketemu halte busway. Sangat memudahkan. Untuk sampai di kantor hanya butuh waktu 15 menit, kalau ga macet sih, kalau macet bisa setengah jam lebih, tapi Alhamdulillah jarang kena macet kalau berangkat pagi. Biasanya kena macet jam pulang kantor, pulang jam 5 sore bisa sampe kamar jam 6 lebih. Ya maklum lah ya, kalau ga macet bukan Jakarta namanya. Ciiyeee anak Jakarta... Bhahahahak.

Aku lagi sibuk-sibuknya sekarang. Udah dapat kerjaan dari senior di kantor. Udah dapat kubikel sendiri, ihiiiiyy! Dibutuhkan waktu lebih kurang 5 hari kerja untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Alhamdulillah teman-teman di divisi yang aku masuki bersahabat semua orangnya, jadi suasana kerja menjadi lebih enak, tau-tau udah jam 5 sore aja lhoo... Masih baru kali ya, jadi belum nemuin kejenuhan, hahahaha.

Baiklah, update foto-foto untuk album kali ini:

Masih bisa menikmati kolam renang (Saya & Putra) 
Swimming in the morning
Foto hari terakhir di 09.08 (Cukong, Denny, saya)
Pindahan, pake angkot :D
Difotoin supir, huahahha, Denny dink yg foto. (Faries, saya, Putra)
Denny si kurir pembawa barang-barang
Lorong asrama baru
Kamar baru
Di kubikel milik sendiri.
On the set: Ade, Willy, Cukong
Boyband divisi IT

09.08 (Part 1)

25
COM
Harusnya sudah sebulan lebih postingan ini muncul di sini. Bukan sibuk atau tak sempat berinternetan, hanya saja aku yang malas membuka situs bertuliskan blogger(dot)com ini, seperti ada bisikan jahat untuk mengalihkan perhatianku dari tempat ini. Hahahaha :D

Halo, semuanya, Assalamu'alaikum wr.wb.
Hari ini sudah 01 Februari 2013, bulan baru lagi nih, yang terima gaji udah bisa senyum senang sekarang. Asyik, ngomongnya sekarang udah g-a-j-i :)) #intermezo. By the way, readers, sejak pertengahan Desember tahun lalu aku berada di tempat ini, di tempat pelatihan yang disediakan oleh kantor, tempat aku ditampung memulai karir di sebelah utara dari ibukota. Di sini, aku dan 16 teman lain digodok untuk menjadi calon pemimpin, mulai dari nol. Very interesting pokoknya.

Punya teman baru nih ceritanya. Dapat teman-teman yang berasal dari berbagai daerah, yaah walaupun kebanyakan berasal dari Jakarta, tapi menyenangkan. Satu angkatanku (17 orang) ini, ditempatkan di satu ruang besar dengan fasilitas lengkap yang memiliki empat kamar, tiga kamar mandi, satu ruang tamu, satu dapur, dll. Bagi-bagi deh tuh perkamar, ada yang berenam haha. Tapi untungnya tempat ini gede, jadi ga usah dibayangkan gimana-gimananya :P

Gampang-gampang susah untuk beradaptasi dengan 16 orang dalam satu hari. Gampang karena kami "dikamarkan" dalam satu tempat, yaitu ruangan 09.08, tiap hari ketemu, tiap jam, tiap detik, mainnya ber17. Susahnya ya... karena watak masing-masing pasti ga ada yang sama, cuma rambut doang yang warnanya sama. Hahaha. But it's ok, never mind. 

Udah sebulan lebih ini, hubungan satu sama lainnya udah mulai terjalin mulus. Kejadian lucu, bikin ketawa, bikin kesel, bikin pengen nabok, berebut kamar mandi, dan masih banyak lagi. Insyaallah masih ada (lebih kurang) 4-5 bulan lagi bareng mereka. I heart you all, guys. Mari taklukkan pelajaran-pelajaran itu! Kepalkan tangan ke atas!

Album foto:
Foto hari pertama. (masih 18 orang)
Kemacetan di perempatan dekat tempat tinggal (foto ini punya orang lain)
Cukong & pak Eka ngerjain soal
Tak ada yang tau apakah akhirnya tangan mereka saling berpegangan/tidak

Pasti lagi menghapal nih, pasti!
Ini pasti lagi menghayati lirik lagu.
Lagi di kelas Generation Y
Pengungsi berdasi
Kembali ke kasur masing-masing
Lagi meeting malam
"Lihat  bintang itu? Aku ingin berkelip seperti itu di hatimu" #eeaaa
Menu nasgor pun ga luput difoto
Ini gue yang jadi tukang fotonya
Cukong belajar
Renang malem
Ini waktu banjir Jakarta, Alhamdulillah ga sampe masuk pekarangan.