5.28.2016

Menghargai dan Mencintai

Tidak sedikit orang bertanya pada saya akhir-akhir ini: siapa gandengan/gebetan/pasangan/pacar (or whatever they call it) saya sekarang? Tidak sedikit pula orang memberi masukan dan agak sedikit menakut-nakuti saya perihal jodoh. Kelamaan sendiri bisa mengakibatkan gila, kata mereka. Mungkin benar kalau yang mereka maksud adalah hidup sendiri di sebuah ruangan, tanpa ada alat komunikasi, alat elektronik, dan alat lainnya yang menopang kehidupan modern saat ini. Itu baru masuk akal dan memang bisa bikin gila. Namun kalau kondisinya masih berada di sekitar banyak orang, berinteraksi dengan yang lain bisa dilakukan secara langsung atau menggunakan alat, rasanya tidak gampang menjadi gila seperti yang mereka maksud. Anyway, semua orang berhak menetapkan keinginan hati untuk sendiri, berdua, bertiga, berempat, terserah berapa jumlahnya, asalkan mereka (sesuai jumlah tadi) sama-sama bahagia, tidak saling menyakiti dan membohongi diri sendiri. Seperti sekarang, setelah melewati berbagai kejadian yang bisa dikatakan setengah gila karena terlalu fokus pada hal lain, saya menyadari bahwa menjadi single adalah hal yang menyenangkan, sebab pikiran saya jadi tidak terlalu rusak untuk hal-hal rumit. "I've been thinking that the time we have to be single, is really the time to get good at being alone. But how good at being alone do we really want to be?" kata Alice di film How To Be A Single. Yaaa... Ditanyain tuh kepengennya seberapa baik menjadi single, well, mungkin bagi saya itu seberapa lama mau sendirian. Jawabannya tergantung seberapa pulih kondisi hati suatu hari nanti untuk mampu menghadirkan sosok baru. Sosok yang tidak akan kita dikecewakan karena kita tidak lagi mengingat masa-masa sulit karena itu sudah dilewati, yang kita ingat hanya bagaimana asyiknya memiliki sosok baru dan mencoba bahagia dengan keadaan baru. "The thing about being single is, you should cherish it." kata si Alice lagi di film yang sama. Jadi, kalau ada yang nanya macam-macam, bilang ke mereka "quality time dengan diri sendiri dulu nih", karena dengan itu kita tau bagaimana cara menghargai dan mencinta diri sendiri.

3 komentar:

  1. Dalem banget Dek.... I was there in my life. I choose to ignore it and concentrate on finding my one.

    That's the consequence of living in an environment where people think that asking about boyfriend/girlfriend/spouse is normal. Many people do not understand that it is a personal space that not every person could interfere. My two cents: just enjoy being you... :-)

    BalasHapus
  2. Indeed

    Could not understand why most of people think that being a single is like a curse. Anehnya kebanyakan yang punya pasangan ini harusnya mikirin dirinya yang masih berantakan dan kacau balau, tapi malah sibuk mikirin pasangannya

    Silly Humans and their silly mindset~

    BalasHapus
  3. Setuju banget dengan pikiran mas disini. Saya juga sempat merasa kesal sih, kenapa ya namanya jomblo/single terkesan menyedihkaan banget di kalangan masyarakat Indonesia. Padahal justru dari pengalaman saya, malah banyak memberikan hal positif hehe. Tapi ya justru orang - orang kaya kita gini harus membuktikan ya ke mereka, kalau being alone itu enggak seperti yang mereka pikirkan :D

    BalasHapus

silahkan dikomen.... jelek2 jg gpp...
ga marah kok, paling gue jampi2 ntar malamnya...
hahahaha...