Postingan

Di Balik Layar

Hidup berpindah dari satu fase ke fase berikutnya. Dari semua fase yang sudah terjadi, sepertinya sekarang adalah fase yang beratnya seperti menhir pada zaman Megalitikum. Tidur yang harusnya cukup menjadi kurang karena banyak hal berlarian dalam kepala padahal mestinya rehat. Sepertinya semua orang yang lebih tua pernah melewati fase ini ya. Apa saja kegiatan yang mereka lakukan sampai mereka bertahan hingga sekarang? Gambaran seperti inikah semuanya? Bagi yang tidak berhasil di titik mana mereka berada di momen terakhirnya? Kepala yang sedang kosong ini perlu diisi dengan pelajaran dari orang-orang yang lebih tua yang telah mengupayakan perjuangan hidup mereka. Media daring langganan terakhir memperbarui kontennya pada bulan Juni lalu, apa mereka menyerah? Oh, the struggle is real. Apa yang terjadi di belakang panggung tidak pernah dimunculkan pada khalayak, karena untuk apa juga mereka diberi tahu? Nanti saja jika sudah rilis, begitu kata para sineas. Setelah rilis barulah di balik ...

Seminggu Dua Kali

Yap! Dalam minggu ini memaksakan diri untuk mencoba masuk ke kolam renang dua kali seminggu. Akhirnya puas karena tadi pagi nyebur  lagi, setelah Selasa pagi yang lalu juga nyebur . Mata berbinar-binar kalau lihat kolam dengan air warna biru, apalagi yang lagi berenang cuman bisa dihitung pakai jari. Berenang dengan kondisi yang penuh dengan manusia ribut, cuma mejeng, atau cuma  ngobrol-ngobrol  tak jelas dengan teman genk bikin  olahraga jadi tidak maksimal. Aku suka ngedumel  sendiri kalau lagi berenang tiba-tiba beradu dengan sekumpulan anak muda yang ketawa-ketiwi sambil ngejailin  temannya yang lain. " What on earth they're thinking of this place?"  g^&#^$25g#$%6..... tapi ya sudahlah, namanya juga tempat umum. Fyuuhh~ Pagi tadi aku memecahkan rekor baru dalam renang gaya dada, I swam as far as 1450 meters this morning , setelah sebelumnya hanya 1000 meters. Yeaaaiy!! Peningkatan, Fer! Puas? Pastinya! Bangga banget  ketika mengetahu...

Progres Renang

Gambar
Ini sudah kali ke-empat melakukan renang (agak) rutin sejak tahun 2014. Masih jauh dari kata rutin sebenarnya, karena kalau dihitung-hitung, ini sudah minggu ke-7 dari minggu pertama Januari. Salah satu resolusi atau targetku untuk kategori Hidup Sehat adalah berenang rutin dengan total lebih dari 45 kali dalam satu tahun sampai bulan Desember nanti. Mudah-mudahan bisa mencapai target, amiiin...  Punya hobi renang sejak SD kelas 6. Waktu itu punya teman namanya David yang hobi renang banget  yang juga punya akses masuk ke kolam renang umum tanpa bayar uang masuk. Hahahaha, you know what I mean . Jadi beberapa kali diajak berenang sama si David dan dua teman lain, aku jadi menyukai olahraga air yang satu ini. Dulu aku belum punya keahlian berenang, sampai akhirnya kakak sepupu yang waktu itu kuliah tingkat pertama, menyewa guru les renang dan membawaku sebagai teman dia belajar. Oke, kupikir ini kesempatan melihat langsung proses berenang yang baik dan benar. Beberapa m...

Mama: Menjadi Baik Itu...

Mama selalu bisa mengajarkan sesuatu hal yang awalnya aku anggap sepele. Paling aku ingat: selalu berbuat baik ke orang-orang. Ada yang baik kita balas kebaikan itu dua kali lipat dengan kebaikan juga. Pokoknya jangan pernah jahat sama orang. Karena kita ga pernah tau orang yang kita jahatin itu adalah orang yang kita butuhin suatu saat nanti. Semesta tidak pernah tidur. Semesta tau orang-orang mana yang akan terkoneksi dengan hidup kita. Jika orang-orang itu jahat, jangan dibalas jahat, biarkan Tuhan yang balas. Tapi jika ada masalah, jangan pernah lari dari masalah, hadapi masalah itu sampai benar-benar clear . Tetap dengan kita yang menjadi baik, jangan menjadi orang yang jahat. Orang jahat ga pernah sadar kalau mereka suatu saat juga akan dibalas dengan kejahatan. Karena sesuatu hal yang dimulai dengan kejahatan akan berakhir buruk. Makanya harus jadi orang baik. “Harus, ma?”,  “Harus” Kemudian aku memeluk mama sambil meneteskan air mata diam-diam.  nb: selamat ha...

Senyuuum...

Doa saya: ya Allah, jauhkan hamba dari sifat suka berhutang. Jauhkan hamba dari sifat suka membeli sesuatu yg melebihi kondisi keuangan hamba. Jadikan hamba orang yang ingat dan terus bersyukur terhadap apa yang sudah hamba raih dan punya sekarang. Jadikan hamba orang yang baik. Jadikan hamba orang yang disayangi dan disenangi oleh orang-orang di luar sana. Amiiinn...

Yakin?

Gambar
Apa kau yakin bisa melewatinya, Fer? ...and I was like...

Lalu Ketika

Ketika: aku tidak hidup di jaman dulu | Lalu: susah senang kita bersama | Ketika: aku punya hak | Lalu: aku bisa apa | Ketika: aku tidak bisa memenuhinya | Lalu: kumohon | Ketika: begitu caraku memberitahumu | Lalu: aku tidak habis pikir | Ketika: aku peduli dia | Lalu: posisiku tidak dihargai | Ketika: apa nanti masih bisa kembali  | Lalu: ini trauma | Ketika: (diam) | Lalu: ketika itu selalu ada di dalam doaku bahkan jumlahnya lebih banyak dan lama untuk ketika itu daripada doa untukku sendiri. 

Apa Kabar?

Dia masih tertanam di benakku. Apalagi ketika hujan. Aku ingat ketika menjadi bagian dari dirinya pada urutan ke sembilan. Bahagia pasti. Semangat iya. Dia menerimaku apa adanya, bukan ada apanya. Walaupun aku tahu bukan aku orang pertama yang menyatu dengannya. Hari, minggu, bulan, sampai akhirnya tahunnya berjumlah. Aku menikmati proses yang dia tayangkan. Aku kemudian menjadi salah satu pemain dalam cerita yang kubuat sendiri. Pergi ke sana ke mari, padahal aku dulu buta dengan seluk beluknya, tapi dengan kebaikan dan (aku tak tahu, mungkin iya) keramahan yang tercipta oleh lingkungan sekitar, aku menemukan jalanku sendiri. Bahagia masih. Dia memang berkesan dalam buatku, buat banyak orang. Aku teringat dengan sebuah lirik lagu yang mengatakan jatuh cinta dengannya lalu kau juga akan merasakan patah hati dengannya. Di bagian ini aku mulai sadar. Dia terasa sangat kejam, haha. Entah momennya yang pas atau sengaja diciptakan untukku, mau tidak mau aku mengikuti alurnya. Saat aku haru...