Postingan

Menampilkan postingan dengan label Santai

Di Balik Layar

Hidup berpindah dari satu fase ke fase berikutnya. Dari semua fase yang sudah terjadi, sepertinya sekarang adalah fase yang beratnya seperti menhir pada zaman Megalitikum. Tidur yang harusnya cukup menjadi kurang karena banyak hal berlarian dalam kepala padahal mestinya rehat. Sepertinya semua orang yang lebih tua pernah melewati fase ini ya. Apa saja kegiatan yang mereka lakukan sampai mereka bertahan hingga sekarang? Gambaran seperti inikah semuanya? Bagi yang tidak berhasil di titik mana mereka berada di momen terakhirnya? Kepala yang sedang kosong ini perlu diisi dengan pelajaran dari orang-orang yang lebih tua yang telah mengupayakan perjuangan hidup mereka. Media daring langganan terakhir memperbarui kontennya pada bulan Juni lalu, apa mereka menyerah? Oh, the struggle is real. Apa yang terjadi di belakang panggung tidak pernah dimunculkan pada khalayak, karena untuk apa juga mereka diberi tahu? Nanti saja jika sudah rilis, begitu kata para sineas. Setelah rilis barulah di balik ...

Me-rewind

Paling mudah memanggil kembali memori yang jumlahnya berjuta-juta hanya lewat mendengarkan musik sendu disertai suara latar hujan yang jatuh ke jalanan. Dimulai dari episode terakhir yang ukurannya tidak terlalu besar lalu disusul dengan serial-serial lainnya hingga 12 musim. Usang tapi mengasyikkan, walau ada beberapa cuplikan yang membuat masam. Intinya mari sejenak melambat, tidak di sini tapi di kedua belas musim itu.  Episode terakhir kembali hadir ketika kosong menyeruak di antara waktu di mana sebenarnya paham betul tentang bahaya racun mematikan itu. Sang penulis kata-kata bijak mencatatkannya di lembar digital, katanya jangan hanya karena haus maka kau meminum racun yang sama. Si kepala batu masih saja batu, akhirnya terpeleset juga karena musim hujan.  Pindah ke episode dua terakhir yang semuanya serba kilat. Si tak gampang menyerah akhirnya melucuti senjatanya sendiri karena jika dipaksakan yang ada hanyalah ruang hampa, peluru akan terbuang percuma. Perlawanan tida...

2020 Bulan ke Bulan

Gambar
Rasanya ga saya sendiri yang bakal bilang kalau tahun 2020 ini adalah tahun yang sulit. Sulit dari segala aspek kehidupan kayaknya ya. Mungkin juga bagi sebagian orang untuk bertahan hidup aja udah ga bisa dideskripsikan lagi. Semua berubah ketika kasus positif pertama diberitakan di awal bulan Maret, hingga detik ini angka orang yang positif terus meningkat, sedangkan vaksin masih dalam fase pengembangan. Semua menyesuaikan hidup dengan tatanan yang baru. Dan sepertinya kita emang harus berubah ke arah yang lebih baik lagi di tahun depan.  Postingan ini terinspirasi dari vlognya mbak Anka di channel Obrolan Babibu yang judulnya Rangkuman Gallery HP 2020  . Waktu saya cek galeri hp saya ternyata tetep banyak foto-foto yang dihasilkan selama satu tahun ini. Let's check them out! Galeri Januari 2020 Bulan Januari 2020 adalah saat saya lagi semangat-semangatnya nyari tempat tinggal yang lebih dekat stasiun. Memang masih belum kebeli sampai sekarang tapi sejak lihat lokasi dan ben...

Memanggil Sunyi

Tidak banyak yang menyukai sunyi dan tidak banyak juga yang menyadari bahwa sunyi itu tidak bisa dilepaskan dari kehidupan. Itulah hidup yang selalu ada dua sisi seperti ramai dan sunyi, bahagia dan sedih, datang dan pergi, penuh dan kosong. Keduanya selalu bergantian hadir di dalam hidup, tidak pernah hadir bersamaan.  Ketika hidup terasa banyak tekanan, lakukanlah sebentar untuk berhenti. Berhenti untuk memanggil sunyi. Bisa dengan banyak cara, seperti berdoa kepada Yang Maha Pencipta, bermeditasi, atau yang sederhananya menarik dan menghembuskan napas secara sadar utuh. Tekanan yang datang dari luar secara langsung membuat pikiran sempit dan berujung stres. Stres akan menyebabkan pikiran menjadi ramai. Memanggil sunyi adalah seni mengatur stres.  Jika mampu menyadari bahwa keramaian pikiran itu bisa dihilangkan dengan kesunyian, artinya penawar racun yang ada di pikiran sudah ditemukan. Iya, sesederhana itu bukan?! Saya sudah melakukannya. Ketika mendapatkan sebuah trigger...

Hai, Ferdi!

Gambar
Minggu ini adalah minggu paling panjang rasanya karena gajian terasa masih jauh. Namun minggu lalu adalah minggu terhebat di fase awal tahun ini. Perhelatan Kelas Inspirasi Bandung 8 berhasil saya ikuti dengan hati riang dan gembira. Bagaimana tidak? Perjalanan bolak-balik Jakarta-Bandung sendiri, menginap pertama kali di Cimahi sendiri, semuanya terasa seperti solo traveling pada waktu itu. I love what I do , karena dengan melakukan apa yang disenangi akan mengurangi letih dan penatnya kegiatan itu. Terima kasih, kaki. Untung kaki ini ciptaan Allah SWT, kuat banget.  Foto milik: @grandhysetyo Dua minggu sebelumnya usia saya bertambah lagi. Semakin ke sini semakin ingin hidup damai dan bahagia. Namun sepertinya masih harus banyak belajar bagaimana menjadi damai dan bahagia itu. But after all, thanks to all my friends who still remember my day. Cukup membuat hati damai dan bahagia.  Sehari sebelum hari kelahiran, saya 'masuk' ke dalam diri sendiri. Bertanya seper...

Lingkungan yang Mengubah

Sampai saat ini saya masih percaya bahwa manusia dan lingkungan adalah dua hal yang terus berinteraksi dan saling mempengaruhi. Perilaku manusia bisa mengubah lingkungan dan lingkungan juga bisa mengubah perilaku manusia. Ini bukan sebuah pembahasan tentang materi kuliah Lingkungan tapi hanya sebuah tulisan yang berasal dari pengalaman saya selama berada di lingkungan baru. Saya merasa harus menuliskan ini sebagai bahan bacaan untuk saya di masa depan dan bisa juga sebagai bahan pertimbangan saya untuk bertindak terhadap kondisi-kondisi tertentu.  Kenapa saya mention  dua hal di atas, yakni manusia dan lingkungan, adalah karena saya merasa ada yang berubah dari diri saya sejak berada di Ibu Kota. Walaupun masih dikategorikan sebagai pendatang baru, I don't know why   I'm feeling different   now. Jadi, setelah saya cari referensi tentang teori Psikologi Lingkungan (tautan dari sini ), saya menemukan empat poin bagaimana lingkungan mempengaruhi manusia (dalam hal ...

Ø·

Lebih kurang dua bulan tidak mengunjungi toko buku Gramedia di daerah Matraman - Jakarta. Biasanya setiap bulan ada keinginan untuk pergi ke sana walau hanya sekedar cuci mata dengan tumpukan buku baru, atau bahkan membeli satu buku baru untuk dibaca di waktu senggang. Tapi dengan jadwal kerja yang sedikit lebih padat daripada biasanya membuat saya tidak sempat main ke sana. Akhirnya saya ke toko buku itu lagi hari Sabtu lalu ketika kepala rasanya butuh refreshing dengan melihat buku-buku baru di rak-rak yang besar. Ada yang punya kesukaan sama dengan saya gini? Hahaha... Semakin ke sini, saya cenderung lebih senang berlama-lama di deretan koleksi buku self-improvement. Membaca beberapa sinopsis buku yang berkaitan dengan keyword  "hidup sederhana dan bahagia" ternyata lebih menarik perhatian saya. Sering kali bacaan tersebut membuka pikiran saya seperti "sadar ga sadar hidup itu butuh diam dan rileks meskipun sebentar". Atau seperti kalimat di bukunya Adjie Si...

Memaksakan Diri

Semua berawal dari membaca judul-judul postingan yang di share  oleh teman-teman sesama blogger di grup Whatsapp, I was like...  Keren ya mereka sampai sekarang masih konsisten dalam membuat konten blognya, apapun jenis blog mereka; baik daily blog, traveling blog, book lover blog, dsb. Mereka yang sejak awal tahun sudah berniat kapan dan berapa jumlah postingan yang akan mereka publish  di blog mereka selama setahun ini membuat saya merasa terpanggil untuk melakukan hal yang sama. Now, here I am!  Memaksakan diri untuk menulis dan bercerita lagi di blog yang sudah sepi pengunjung dan bersarang laba-laba ini. That's okay , selagi masih ada internet dan laptop yang mendukung kegiatan blogging, saya akan berusaha berbagi cerita tentang kehidupan di sini, mengasah otak untuk berpikir dan membahas sesuatu yang sedang hangat dibicarakan. Walaupun sebenarnya kegiatan yang lebih prioritas masih banyak untuk diselesaikan, but I need to write something on my blog untuk ...

Enjoy It While It Lasts

Semua yang sudah dilalui pasti mengajarkan sesuatu yang berharga, entah itu mengajarkan tentang kesabaran, kegigihan, keikhlasan, ataupun menghargai sesuatu. Semua yang sedang kita hadapi pasti akan menghasilkan pemikiran tentang bagaimana mencari jalan keluar dengan menggunakan rumus tersingkat tanpa ada yang disia-siakan. Dan semua yang belum kita hadapi akan selalu menjadi misteri di dalam kehidupan ini, namun dengan pengalaman saat ini dan yang sudah-sudah, semua yang belum kita hadapi menjadi tidak begitu mengerikan jika kita menikmati proses sekarang dan menghargai hasil yang pernah kita dapatkan. Jadi, nikmati selagi itu berlangsung. Resapi apa yang sedang dihadapi, sebab ketika itu tidak lagi terjadi setidaknya kita bisa tersenyum sambil menutup mata memikirkan betapa indahnya proses jika kita 'hadir secara utuh' sebelum itu berakhir. Tersenyum... (Padang, 25 Juni 2016, 08:30)

Menghargai dan Mencintai

Tidak sedikit orang bertanya pada saya akhir-akhir ini: siapa gandengan/gebetan/pasangan/pacar ( or whatever they call it ) saya sekarang? Tidak sedikit pula orang memberi masukan dan agak sedikit menakut-nakuti saya perihal jodoh. Kelamaan sendiri bisa mengakibatkan gila, kata mereka. Mungkin benar kalau yang mereka maksud adalah hidup sendiri di sebuah ruangan, tanpa ada alat komunikasi, alat elektronik, dan alat lainnya yang menopang kehidupan modern saat ini. Itu baru masuk akal dan memang bisa bikin gila. Namun kalau kondisinya masih berada di sekitar banyak orang, berinteraksi dengan yang lain bisa dilakukan secara langsung atau menggunakan alat, rasanya tidak gampang menjadi gila seperti yang mereka maksud. Anyway , semua orang berhak menetapkan keinginan hati untuk sendiri, berdua, bertiga, berempat, terserah berapa jumlahnya, asalkan mereka (sesuai jumlah tadi) sama-sama bahagia, tidak saling menyakiti dan membohongi diri sendiri. Seperti sekarang, setelah melewati berbagai k...

Halo Dunia

Saya tidak meragukan kedahsyatan Semesta dalam hal kejutan, kejutan baik dan kejutan lainnya. Saat ini saya bisa melengkungkan garis bibir karena apa yang ditulis kemarin berwujud nyata. Satu atau Dua diselipkan dengan ikhlas. Kurang dari sepuluh hari setelahnya, rezeki mengundang untuk bergabung bersama mereka. Senang bukan main. Senang tak terkira. Jalur jauhnya juga terbukti, terima kasih Semesta karena ini yang dimau. Halo dunia, saya siap! 

Nasihat dari Buku

Gambar
Saya sih bukan tipe orang yang kutu buku, tapi saya bisa bilang kalau salah satu hobi saya adalah membaca, apa saja. Kali ini mau nyeritain pengalaman batin yang luar biasa ketika selesai baca novel. Bagi yang gila baca, pasti tau sama judul novel Sabtu Bersama Bapak . Iya! Buku hebat itu sejatinya bikin saya sadar dengan apa yang udah saya rencanakan dalam hidup saya selama ini, apa berjalan dengan perkiraan sebelumnya, atau bahkan tidak punya progres apa-apa. Postingan ini bukan berupa review buku atau sejenisnya, tapi postingan ini mau nyeritain kesan setelah baca buku itu. I'm out of words nih sebenarnya, bukunya bener-bener bagus, penuh pesan dan nasehat. Buat laki-laki, buku ini penting banget karena mungkin bisa jadi rujukan saat menjadi seorang bapak nanti. Buat perempuan juga bisa, parenting guide  lah nama kerennya. Pengen salin semua nasehat dari buku itu di sini tapi capek dong, hahaha.  ...kewajiban suami adalah siap lahir dan batin. Ketika Bapak ...

Noor Damanik

16 Oktober 2013 17:16 Noor Damanik bisa bertahan walau salah satunya udah ke mana-mana dan jarang pulang. Semua itu bertahan karena keduanya sama-sama pegang prinsip saling menjaga perasaan dan kepercayaan. Keduanya masih pengen bahagia bareng-bareng. Keduanya ga pengen salah satu dari mereka ada yang sedih. Ketika keduanya bertemu itu semua karena rindu yang udah penuh ditahan berlama-lama. They're sweet. 13 Februari 2014 16:06 Sore-sore Noor Damanik tetap satu dalam jarak yang jaaaaauh sekali di tengah kemacetan (ND, Tak Peduli) 06 Maret 2014 20:38 Noor Damanik bersedia menunggu, tapi bukan untuk menjadi licin dan berlumut saat hujan tak sempat beritahu kapan ia akan turun. Sudah pernah ke Orchad dan selalu penuh kejutan.  24 Maret 2014 18:18 Noor Damanik pun bisa tak sabar dan menghampiri kerinduannya. Banyak yang bisa diambil pelajaran dari Noor Damanik. Menghargai dan saling membutuhkan adalah contoh dari sekian sifat emas yang dimilik Noor Damanik. Keperc...

Onomatophobia

Kata Onomatophobia baru aja saya dapatkan ketika saya iseng googling  tentang ketakutan seseorang terhadap sebuah nama atau kata. Berdasarkan definisi beberapa situs arti kata, onomatophobia berasal dari kata name , nama, jadi begitulah istilah tersebut diciptakan. Ada tujuannya kenapa saya mencari istilah tersebut. Beberapa tahun belakangan ini saya merasa tidak nyaman sekali dengan kata jauh. Lawan kata dari dekat itu sudah hinggap di dalam benak ini dan sangat tidak menyenangkan sekali ketika orang-orang dekat saya mengeluh dengan kalimat yang mengandung kata itu. Aneh, memang. Kata jauh sebenarnya wajar aja digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak mendekati keinginan. "Aduh, rumahnya jauh sekali ya, mana lagi hujan", saya menilai orang yang mengeluh dengan kalimat seperti itu adalah orang yang kebanyakan mager alias males gerak. Kalau ga mau kena hujan, ga usah keluar rumah. Kalau ga mau rumahnya jauh, pindahlah ke tempat yang lebih dekat. Begitu kan?! Wah, say...

Kopdar dan Piknik Blogger Palanta

Gambar
Percaya atau tidak, dulu saya adalah orang yang suka menyendiri, temennya dikit, lebih seneng berada di tempat yang sepi kayak pustaka atau di kamar sendiri. Pergi ke tempat rame cuma kalau temen deket yang ngajakin, kalau ga diajakin ya diem aja sendiri baca buku dan nonton TV. Tapi semua berubah saat negara api menyerang . Saya percaya semua orang pasti pernah mengalami proses perubahan yang signifikan dalam hidupnya terkait dengan habluminannas atau hubungan antarsesama manusia.   Perubahan besar dalam diri saya adalah saat pertama kali kopdar (kopi darat) dengan dua orang pengguna Twitter area Padang. Waktu itu Twitter baru booming 2009/2010. @udarian dan @superyon lah yang jadi teman pertama di luar circle  pertemanan saya yang saat itu cuma teman rumah dan kampus. Kopdar pertama dengan mereka berdua membawa saya kenal dengan Palanta , komunitas blogger Sumatera Barat. Sampai sekarang insyaallah masih temenan, sejak masih mahasiswa sampai sekarang udah pada kerja....

First Night of Eid - Quick Report

Semuanya pasti setuju kalau Lebaran adalah momen terbaik untuk makan makanan khas hari raya, seperti ketupat atau lontong, rendang, opor ayam, dsb, dengan sepuas hati-sekenyang perut. Saya juga begitu, hahaha. So, what did you eat yesterday? You happy? :D Anyway, kota Padang terasa sepi tahun ini. Entah saya yang kurang "mengepakkan sayap" berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, atau emang lagi sepi-sepinya. Biasanya makin sepi karena setelah sholat Ied kebanyakan keluarga Minang melakukan ritual mengunjungi orang yang lebih tua, di mana rumah orang yang dikunjungi terletak di luar kota Padang, seperti di Bukittinggi, Batusangkar, Padang Panjang, Payakumbuh, dll. Jadi sepilah kota Padang karena ditinggal mudik ke daerah-daerah sekitar Sumbar.  Postingan ini sebenarnya ngetes doang apa saya masih sanggup nulis blog yang udah lama mati suri. And I start to think about writing on this page again, and have no idea what to post. So last night I decided to drive car, l...

Cerita Alur Mundur part. 1

Gambar
Kadang mesti nia­t banget untuk nulis sekelumit kisah ataupun sepenggal cerita sehari-hari di blog yang satu ini. Kemaren-kemaren ada keinginan tapi berbagai hambatan bikin aku ga jadi nulis postingan. Sekarang mumpung lagi semangatnya, mari menulis lagi. [cerita pertama] Ikutan acara #SMSFest2014. Social Media Festival Sumatera Barat (Sumbar) atau yang lebih dikenal dengan #SMSFest2014 adalah wadah bagi para pelaku media sosial dan berbagai komunitas di Sumbar untuk berkumpul di satu acara, berkenalan antarkomunitas, menjalin silaturahmi, atau hanya sekedar kopdar (kopi darat) sesama anggota komunitas. Ini bukan pertama kalinya diadakan di wilayah Padang ini. Hari Sabtu, 20 Desember 2014 yang lalu adalah acara tahun ke-2 dan sekaligus merayakan hari terbentuknya SocMedSumbar yang ke-3. Aku perdana ikut acara beginian. Rame banget yang datang, heboh acaranya, banyak komunitas yang berbasis online maupun offline ikut meramaikan acara ini. Bertempat di Taman Budaya Padang, acara d...

10 Hal yang Akan Saya Lakukan Jika

Ada beberapa daftar yang sebelumnya sudah dirancang di dalam kepala saat sedang menikmati waktu luang. Sepertinya salah satu dari beberapa itu cocok untuk aku jadikan postingan kali ini. Postingan ini juga sebagai jawaban dari tantangan dari blogger Palanta #serbasepuluh. Let's begin. 10 hal yang akan saya lakukan jika sudah beli hape baru (hahaha...) Isi ulang baterai untuk pertama kali. Iya dong , kan biasanya kalau beli hape baru disuruh ngecas baterainya sekitar 3-4 jam. Kalian masih melakukannya tidak? Isi slot kartu sim dengan kartu sim yang lama. Hhmm, mungkin juga dengan kartu sim yang baru. depends on  paket promo untuk smartphone yang murah yang mana. Hahaha... Tes kameranya alias ambil foto dengan pemandangan atau benda-benda yang bagus. Biar memorinya terisi, masa kosong aja. Lagipula biar ada yang bisa dilihat sebelum/sesudah tidur. Hahaha... Cari wifi mungkin, bisa untuk mengunduh aplikasi-aplikasi keren such as  Facebook, Twitter clients, Instagram, ...

Lingkungan Baru, Teman Baru.

Kalau kalian tiba-tiba lihat postingan ini berada di beranda blog kalian, artinya aku telah terinspirasi oleh kalian yang masih setia dan terus memaksakan diri menulis di blog. Terima kasih. Hari ini bertemu lagi dengan hari malas bangun pagi sedunia. Sabtu. Biasanya sih orang-orang yang sangat bersemangat menghadapi hari baru akan melakukan olahraga yang bikin badan mereka jadi segar bugar. Tapi sebagian orang lagi mungkin malah senang bergelut mesra dengan bantal guling di atas kasur mereka. Ya ga sih ? Iyaaa... Hahaha. Coba tebak aku sudah mandi atau belum. Aku tebak pasti kalian belum mandi, ih joroknya kalian! =)) Oh iya, sudah seminggu menempati kos baru. Kos yang selama ini dicari-cari dengan segala kriteria yang aku inginkan akhirnya ditemukan di daerah selatan kota Jakarta. Eh, daerah ini bukan daerah Jakarta ya? Ah sudahlah, yang penting punya kamar yang nyaman dengan ibu kos yang baik hati dan ramah ini. Alhamdulillah. Aku sering diberi kue dan beberapa cemilan keci...

Dari 09.08 ke 811A (Part 2, tamat)

Gambar
Assalamu'alaikum, wr.wb. Sudah bulan April rupanya. Pantas aku rindu sekali ingin cerita banyak hal lagi di sini. Apa kabar kalian di sana? Semoga sehat selalu dan semoga yang lagi sakit cepat diberi kesembuhan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Amin. Rencananya mau sambung cerita yg di postingan sebelum ini dengan judul yang sama tapi part 2-nya, mungkin judulnya aja kali ya yang berbeda, isi ceritanya nyambung kok dari postingan yg part 1. So,  setelah lebih kurang 2 bulan pelatihan in class di pusat pelatihan yg disediakan kantor, sekarang saatnya terjun langsung ke divisi IT yang nantinya akan menjadi rumah kedua setelah asrama. Bicara soal asrama, kami semua sekarang udah ga di bilangan utara dari Ibukota lagi, udah dipindah ke asrama baru di daerah Grogol (tunggu, masuk Grogol ga sih? hahaha). Sebuah asrama yang baru di bangun di atas sebuah mall, sebut saja mall pusat henpon (MPH), yang katanya angker banget itu, halah. Dapat kamar yang masih virgin, masih belum pernah ...